Chapter 2 - Relationship

35 6 3
                                        

"Rama jadi gini, gua ini sebenarnya bukan anak SMA. Gua balik ke masa sepuluh tahun yang lalu tanpa gua tahu alesannya. Terus ?! ..., aduh ngomong apaan sih ini, gimana ya ngejelasinnya. Bantuin Sel kasih saran jangan makan mulu." 

"Semangat jeng " Gisel bicara sambil mengunyah bakso. Hari ini aku ada janji dengan Rama, aku sudah membulatkan tekad untuk memberitahukan Rama tentang yang sebenarnya, bahwa dia bukan pacarku (dalam ingatanku ya). Tapi, aku bingung harus mulai dari mana menjelaskan kisahku, gimana kalau Rama tidak percaya kemudian dia malah mengira aku sudah gila ??. 

"Sel kalau Rama ga percaya gimana? terus kalau dia marah gimana?"

"Ribet amat sih lu, tinggal putusin aja kok susah. Bilang aja kalian udah ga cocok, terus lu mau udahan, udah kelar."

"Tapi kan harus ada sebab akibat Sel, masa tiba-tiba putus gitu aja."

"Lu harus bisa mutusin Rama, semangat !!" Gisel meremas pundakku untuk memberikan semangat. Hem, ini pertama kalinya aku bakal memutuskan hubungan dengan seseorang, walaupun sebenarnya sepengetahuanku memang tidak pernah ada hubungan antara aku dan Rama. Hanya saja, sejauh ini Rama bersikap dengan sangat baik kepadaku. 

Tapi kalau tidak segera bertindak, aku jadi tidak leluasa untuk mendekatkan diri ke Galang. Dering lagu Sexy Back dari Justin Timberlake berbunyi dari handphone ku, nama Rama muncul. Tidak berapa lama terdengar bunyi klakson didepan rumah. Aku belum siap.... aku belum siap dengan penggalan kata demi kata yang mau aku sampaikan !

Rama menyambutku seperti biasa dengan senyumannya yang khas, hari ini dia terlihat sangat tampan dengan kemeja biru dan Jeans senada. Aku menyambut dengan senyum kecil, tidak enak kan kalau mau mutusin hubungan dengan orang tapi sambil senyum - senyum. 

Kami tiba disebuah restoran oriental, aku sengaja memilih meja yang sedikit jauh dari tamu lainnya. Jadi pembicaraan bisa lebih privat, karyawan restoran datang untuk mencatat menu makanan yang akan kami pesan. Tapi aku tidak ingin berlama - lama, aku tidak punya nafsu untuk makan sebelum selesai bicara. Sambil menarik napas aku kuatkan mental untuk mulai bicara.

"Rama, gua rasa kita harus putus. Kayaknya kita udah ga bisa jalan bareng lagi." Kalimat pertama yang keluar dari bibirku rasanya lebih tajam daripada pisau yang ada di meja kami. Rama diam menatapku, aku tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkannya.

"Kenapa?" cuma satu kata itu yang keluar dari bibirnya.

"Gua rasa gua udah ga cocok jalan sama lu, mungkin harusnya dari awal kita ga pacaran. Lebih baik kita selesaiin sekarang aja." Keringat dingin mengalir dari pelipisku, untung saja aku sembunyikan pergelangan tangan dibawah meja. Tanganku sudah basah oleh keringat.

"Aku tanya kenapa?" Kembali Rama mengeluarkan kalimat yang sama.

Hening, aku berpikir keras kira - kira penjelasan apa yang paling tepat untuk saat seperti ini. Memutuskan hubungan lebih berat daripada yang kubayangkan. 

"Aku ga cinta sama kamu, aku pikir lebih baik kita selesaiin aja semua ini daripada pura - pura." Gugup aku mengeluarkan kalimat secara cepat, aku tau kalimat yang ku keluarkan begitu jahat. Rama masih tidak berbicara, dia hanya menatapku kosong. Kedua tangannya dikepalkan, aku tidak berani menatap langsung kedalam matanya. 

"Rama ... are you okay?" Masih tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. 

"Ok, kalau itu mau kamu. Maaf aku harus pergi sekarang, ini uang makanan nya dan sorry ga bisa antar kamu balik. " Cuma kalimat itu yang keluar dari Rama, kemudian dia bergegas beranjak dari meja dan meninggalkan restoran. 

Aku pernah merasakan diputuskan secara sepihak, tapi aku tidak tau kalau memutuskan hubungan bisa begitu berat. Aku memilih untuk mengatakan hal yang kira - kira bisa membuat Rama ingin menjauh dari aku, daripada dia harus terjebak dengan kisah asmara jungkir balik ini. Tapi kenapa rasanya begitu menyesakkan.. 


*************************************************************************************

Dont hate Arin please... 

Terima kasih sudah membaca, tinggalkan saran, kesan/komentar kalian dan jangan lupa vote ya^^

Ripley ProjectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang