Apa Alasan Semua Ini ? - Part 2

77 11 5
                                    

ALERT ^ Luangkan cukup waktu ya part ini lebih panjang dari yang lain^^

Keesokan pagi tepat pada jam pelajaran Fisika, Pak Restu memasuki ruangan kelas dengan membawa sejumlah kertas folio. Perasaanku mengatakan dia akan mengadakan ulangan mendadak.

" Pagi anak - anak, hari ini kita tidak akan belajar seperti biasanya. Kalian tahu, 3 minggu lagi kalian akan menghadapi ujian tengah semester, oleh karena itu hari ini bapak adakan tes persiapan sekaligus sebagai nilai ulangan kalian semua. " 

Terdengan sorakan riuh dari seisi kelas, aku melihat wajah Gisel yang pucat.

"Sekarang bapak akan bagikan kertas soal dan kertas folio untuk jawaban kalian, tidak ada soal pilihan ganda sehingga kecil kemungkinan kalian bisa mencontek. Untuk yang mengikuti pelajaran bapak pastinya dapat menjawab soal ini karena sebelumnya sudah pernah kita praktekkan di pelajaran lalu." 

Ketua kelas kami maju untuk mengambil sejumlah kertas soal dan membagikan ke seisi kelas. Aku kembali melihat ke arah Gisel yang sedang membaca soal dengan seksama, mendadak dia menggigit bibirnya, itu tandanya Gisel sedang merasa panik. Dia menatap ke arahku sambil berbisik.

" ini soal yang lu bilang, hal 45. Gua ga percaya ini pasti kebetulan kan, iya kan"

Aku hanya membalasnya dengan senyuman, jantungku berdegup dengan kencang, kepalaku rasanya berputar - putar. Jika ini semua benar berarti aku benar - benar kembali ke sepuluh tahun yang lalu ! Menjadi seorang pelajar SMA lagi.

"Gisel, fokus dengan soalnya, jangan bisik - bisik dengan Arindi." 

Pak Restu mengarahkan penggaris panjangnya tepat ke wajah Gisel. Gadis itu mendadak diam dan tertunduk, aku pun tenggelam fokus kedalam soal Fisika itu. Aku pernah mengerjakannya, aku tidak perlu membaca soal erlalu lama dan tahu harus menjawab seperti apa. Aku ingin menyelesaikan ulangan ini secepatnya dan keluar dari kelas untuk menghirup udara. 

Tiga puluh lima menit kemudian aku sudah menyelesaikan jawaban soal tersebut, aku bersiap untuk meninggalkan kelas, sebelumnya aku melihat ke arah Gisel. Gadis itu melihat ke arahku sambil mengangguk. Itu tandanya sebentar lagi dia akan menyelesaikan jawabannya, dan ingin berbicara denganku. Aku beranjak keluar kelas, dan berjalan ke arah kantin melewati kelas IPS. Galang disana, dia sedang mengikuti pelajaran ekonomi, saat aku melewati kelasnya, dia melihat ke arahku. Aku tidak sanggup melihatnya lebih lama, aku pun mempercepat langkah kakiku menuju kantin.

" Tante pesan jus Alpukat nya satu ya, ini uangnya"

" Saya juga mau Jus Alpukat nya bu." Galang tiba - tiba berada disebelahku.

" Kamu bukannya ada kelas kan"

" Gua keluar sebentar haus mau beli minum, lu sendiri kok cepet banget keluar kelas."

" Udah selesai ulangan. " Aku hanya bisa menjawab sambil menunduk tidak ingin melihat matanya.

" Wih, lain ya anak kelas unggul, ngerjain ulangan cuma setengah jam. Gua duluan ya.."

Aku duduk di bangku depan kantin, kebetulan saat itu belum jam istirahat sehingga suasana kantin masih kosong. Tidak berapa lama Gisel datang menghampiriku sambil berlari, napasnya terengah - engah.

" Coba jelasin ke gua lu punya indra keenam ya Rin?"

" Indra keenam buat apa?"

" Tebakan lu kemarin tepat banget, gimana caranya. Atau sebenarnya lu udah dapat kisi - kisi ya dari pak Restu?"

" Terserah lu deh mau bilang apa, yang jelas semuanya seperti yang kemarin gua omongin ke lu."

" Gua mau percaya tapi cerita lu agak ga masuk akal Rin, gini deh kalo emang lu bener udah ngelewatin 10 tahun kedepan, lu pasti tau dong di jaman SMA pacar gua siapa. Coba kasih tau gua deh barangkali gua bisa mempercepat proses PDKT nya. Kasih tau ya...siapa siapa, kakak kelas? Atau dari sekolah lain ya? Atau mahasiswa ya? " Gisel bertanya mendesak.

Ripley ProjectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang