Hi im back, yah lumayan lah nulis segini, semoga terhibur ya. Saya hanya mau menyelesaikan cerita yang ini, so saya UP cerita ini bisa 1 minggu atau 2 minggu sekali.
Happy reading
Typo bertebaran¶¶¶
Dimas pov
"WAKE UP, DIMAS!" shit! kau tahu apa yang kakakku lakukan, yap dia mengguyurku. Memang orang tua yang satu ini sangat menyebalkan dan tidak tau diri. Kalian tidak tau kekejaman apa yang kakakku lakukan waktu kami pergi ke eropa, dia selalu menyuruhku bangun jam 3 pagi untuk berlari pagi dengan membawa tas yang beratnya mencapai 95 kg.
"apa yang kakak inginkan" kakakku tidak terlalu bisa Bahasa Indonesia, dia terlalu malas belajar Bahasa lainya selain inggris, mungkin karena aku yang harus bisa semua Bahasa di dunia ini.
"answer my question?" aku lelah dan sekarang dia menyuruhku menjawab pertanyaannya. Bisakah dia bunuh aku sekarang, daripada menyiksaku terlalu lama disini.
"I'm tired okey, can you just care about your 'boyfriend' and don't care about me" aku sedikit menekankan kata 'boyfriend' padanya, yah sekarang kalian tahu bukan bahwa kakakku gay sama seperti anak idiot itu. Memang yah semua gay itu bikin distress.
"shut up! Don't say about that" yah aku sudah tidak perduli lagi lalu mengusir kakakku dari kamar dan kembali tidur dengan nyengak, aku sudah lelah dengan perbuat semua orang dengan meyebalkannya.
Author pov
Esok hari seperti biasa, raya bangun dan telat kesekolah. Lagi-lagi dengan memasang wajah memelas bak anak anjing itu, dia bisa masuk sekolah dengan amannya. Seperti biasa, dia berlari menuju kelas dengan cepat, bahkan melebihi atlet lari sedunia. Saat raya sedang berlari, dia menabrang seseorang yang cukup tinggi, dia mendongkak sebentar dan yah benar saja, dia adalah dimas.
"kamu bisa jalan tidak? Matamu dimana? Dasar idiot!" dimas hanya bisa berkata dengan kesal atas apa yang dia alami dari hari kemarin.
"selalu saja bilang idiot, bosen tau dengernya. Udah awas aku sudah telat!" bukannya dimas menyinggir, dia malah menhalangi raya yang sedang khawatir karena dia sedang dalam masa denting.
Raya pov
Nih cowo sombong ngapain sih ngalangin jalan orang, ishh neselin banget. Tuh kan bu lina dateng, aduh mati aku.
"dimas kamu ngapain di sini? Bukankah ibu sudah suruh kamu untuk mengambil alat praktek?" aduh nih guru pake nyamperin lagi
"dia telat, jadi saya menghalanginya untuk tidak masuk. Bukankah siswa telat tidak boleh masuk?" udah gila kayaknya nih cowo, cari gara-gara aja sih. Aduh beneran mati nih aku, sial banget hari ini kayanya.
"RAYA... KAMU LAGI,KAMU LAGI. MAU KAMU APA SIH... KALAU BUKAN KARENA AYAH DAN IBUMU, KAMU TIDAK AKAN SEKOLAH DI SINI" selalu saja alasan seperti itu, tidak ada alasan lain apa. Aku harus apa ini, semoga saja dihukum keluar kelas, itu lebih baik.
"ya saya mau belajar bu, masa gak boleh masuk sih" aku alasan kaya gitu aja lah biar gak diomelin, siapa tau di maafin. Ya kamu memang cerdas raya, semoga saja. Kenapa guru itu membisikan sesuatu ke telinga dimas, semoga itu tidak ada hubungannya denganku.
"yasudah kamu ibu hukum untuk membaca 25 buku biologi yang ada di perpustakaan! Dan dimas seperti yang ibu perintahkan, kamu harus mengawasi raya. Kalau kamu tidak becus mengawasi raya, ibu akan hukum kamu juga" aduh semenjak ketemu sama nih cowo sombong bin rese kayaknya hidup aku gak tenang deh. Bayangkan jasa, pertama aku suruh berguru kepada dia, sekarang dia harus mengawasiku. Menderita sekali hidupku tuhan.
Di perpustakaan dimas sudah membawakan buku yang sangat tebal dan bisa dibilang banyak "kamu hanya membaca semua ini sampai jam istirahat, mudah bukan" benarkan kataku, dia itu sombong dan menyebalkan. Buku segitu banyaknya harus dibaca dalam 4 jam, oh tuhan sepertinya kau sangat senang atas penderitaanku ini.
"terserah kamu saja" aku mendengus sebal tidak suka. Jelas saja tidak suka, dia saja tidak belajar dan hanya duduk santai disini. Walaupun di abaca buku sih. Tapi tetap saja bukan, dia tidak harus berfikir untuk tugas dari guru itu.
Dimas pov
Bell istirahat berbunyi, dan anak ini sudah selesai membaca 25 buku yang kuberikan "hufftt selesai juga, kekantin ah" dia beranjak ingin pergi dan aku mencekal tangannya "ngapain kamu?" dia mngernyit heran, lihat ekspresinya yang sangat idiot dan luc-aneh, ya aneh sekali.
"hah! Kenapa?" aku bertanya bingung kepadanya, dia makin mengernyit dan mendengus sebal. Sebenarnya dia lumayan, kalau dia tidak punya pacar sayang sekali wajahnya di sia-siakan. Sebentar, sepertinya aku dari kemarin mulai gila memikirkan bocah idiot ini.
"tolong ya, sebenarnya yang idiot itu kamu atau aku? Tangan kamu menghalangi jalanku, dan kamu masih tanya kenapa, lepas gak! Gak tau orang lapar apa" semua penghuni perpustakaan langsung menyuruh anak idiot ini untuk diam, hahaha lucu sekali dia, siapa suruh untuk berbicara kencang.
Aku melepaskan tangannya dengan kasar, dia mengaduh kesakitan dan pergi begitu saja. Aku masih berfikir 'kenapa juga aku mencekal tangannya' fikiran itu masih terngiang-ngiang di kepalaku. Sampai aku sangat tidak nafsu untuk makan, namun kakiku ingin sekali untuk kekantin.
¶¶¶
Boleh lah abis baca kasih vote dan coment, jangan pelit loh, nanti kuburannya sempit 。・°°・(>_<)・°°・。
Selamat menunggu 1 minggu yang akan datang,semoga kalian sabar menunggu, bye kiss (๑'• ₃ •̀๑)

KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden love (yaoi)
RomanceRaya adalah anak laki-laki yang selalu ceria dan penuh kebahagiaan,walau dia bodoh dan konyol,namun dibalik kebahagiaanya itu dia menyimpan rasa sedih dan kesepian karena dia tidak memiliki orang tua dan tinggal sendirian. Di sisi lain,Dimas laki-la...