Hi hi aku up nih,maaf banget kalo nunggu dan aku lama upnya. Semoga kalian terhibur ya, happy read.
Typo bertebaran
¶¶¶
Raya pov
Aku lihat wajahnya ada nyamuk, aku langsung mendekati wajahnya dan memukul pipinya. Hahaha lucu sekali ekspresinya, dengan wajah yang gugup seperti itu.
"kamu kenapa, kok mukanya kaya gitu" aku menaikan alisku bingung dia hanya diam dan meminum teh yang ada di meja tamu. Sial itu teh untukku, apa lagi ini.
"apa kamu tuli hah? kamu menyebalkan sekali ya, sudah main masuk tanpa izin, duduk di kursiku dan sekarang meminum tehku" aku sedikit geram dengan tingkah lakunya
"kalau kamu gak mau aku ajarin yaudah, fine I'm go now, but kalau kamu di marahi guru itu, bukan salahku" aduh bagaimana ini, kalau dia pergi bisa di gantung aku sama guru kiler itu. Hufftt sepertinya dewa neptunus tidak memihak pada orang yang tampan ini, yasudah lah. Aku menarik tanyannya dan hanya mendesah pasrah.
"baiklah kamu ajarkan aku dan satu hal, jika kamu selalu diam bagaimana aku bisa mengerti apa yang kamu ajarkan" dia menaikkan sebagian alisnya dan mulai mengambil buku yang ada di tasnya. Dia mengajarkanku dengan serius, dan tak sedikit dia memakiku.
"aku memang tidak mengerti orang sok pintar, aku pusing" demi apapun, sebanyak apapun kau menjelaskan angka sialan ini aku tidak akan mengerti. Itu membuat kepalaku pusing dan bisa-bisa aku cepat mati muda karena ini.
"sepertinya kau ini memang bodoh ya, bahkan idiot" apa-apaan dia, sudak sombong, menyebalkan pula. Aku tahu dia memang pintar tapi tidak usah sombong bisa tidak sih.
"baiklah, sekali lagi. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk mencerna angka-angka sial ini" kataku pasrah, aku tidak tahu harus apa lagi, jadi lebih baik aku mencobanya lagi "dan jangan bilang aku idiot" kataku lagi dengan tidak suka.
Dimas pov
God! Otak bocah ini terbuat dari apa sih, gak pernah faham juga apa yang aku jelasin. Kill me now kalo dia masih gak faham juga, aku sudah mengajarkan dia sampai 5 jam. "kamu bisa mengerti bukan, aku ingin pulang terserah kamu mau ngerti atau tidak" aku langsung pergi dari rumahnya dan menuju ke mobilku.Bisa gila aku kalau berlama-lama sama gay kaya gitu, entah apa yang menarik dari dia. Sudah menyebalkan, merepotkan pula. Tingkah konyol, otak bodoh, sifat ceroboh, muka manis, bibir tipis --- tunggu, tidak...tidak...tidak dia tidak manis dan oh sudah lah aku lebih baik pulang.
Aku melajukan mobilku dengan cepat. Fikiran sialan, kenapa wajahnya ada di otakku. Aku langsung masuk kerumah dan membanting kunci mobilku ke meja tamu yang ada didepanku.
"WHERE ARE YOU HUH? WHAT TIME IS IT?" ah dia lagi, dia kakakku namanya harry shasima alvarendra.
"please kak, aku capek dan sekarang aku gak mau berdebat. Gak penting juga kaka perduli sama aku, urusin aja pekerjaan kakak dan pacar kak" kataku dengan sinis, aku sudah capek meladenin orang tua ini.
"you haven't answered my question, if you're not disciplined I will punish!" aku tidak perduli dengan kata katanya, aku sudah terlalu lelah. Untuk sekarang ini otakku tidak bekerja, dan aku butuh ketenangan.
Aku memejamkan mataku untuk istirahat. Aku tidak perduli dengan apapun, semua juga tidak memperdulikanku. Sebenarnya aku tidak perduli dengan bocah itu, untuk apa aku perduli dengan dia, itu tidak menguntungkanku sama sekali. God! Kenapa tubuhku merasa basah?, kenapa seperti banjir?. Aku membuka perlahan mataku.
¶¶¶
Maaf banget kalo ngebosenin dan ceritanya pendek, jangan lupa vote dan coment ya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden love (yaoi)
RomanceRaya adalah anak laki-laki yang selalu ceria dan penuh kebahagiaan,walau dia bodoh dan konyol,namun dibalik kebahagiaanya itu dia menyimpan rasa sedih dan kesepian karena dia tidak memiliki orang tua dan tinggal sendirian. Di sisi lain,Dimas laki-la...