Takterasa aku tertidur dengan begitu nyeyaknya kulihat arloji kuh yang masih menempel dilenganku, ternyata ini sudah jam 17:30PM sebaiknya aku bergegas kekamar mandi yang ada diruang kamarku dan memanjakan badanku yang sudah lengket karna aktivitas seharian.
Setelah tiga puluh menit membersihkan diri, Kulanjutkan dengan mengenakan baju dalam yang langsung kubalut badanku dengan handukku tadi.setelah memakai baju dalamku,
kini aku sedang memilih milih dres yang cocok untuk malam ini, dan aku melilih dres yang berwarna cream berbalut pita coklat di atas pinggangku. Dan langsung ku make up wajahku tidak terlalu tebal agar terlihat atau terkesan lebih natural kulanjutkan dengan memakai haighils berwarna coklat agar serasi dengan pita yang ada dipinggangku.TOK... TOK... TOK..........
"Masuk saja"ucapku sedikit berteriak.
"Ayo apa kau sudah siap sayang appa sudah menunggumu dimobil"tanya eomma
"Nde eomma aku sudah siap"
.
.
.
.
* * * *
"Jimin-ahh apa kau sudah siap, kalau sudah cepatlah turun"teriak eomma dari luar kamarku."Nde eomma aku sudah siap, ne ne aku akan turun"
Kulihat lagi diriku didepan cermin dan aku siap siap akan turun kebawah.
"Jimin-ahh kau bawa mobil sendiri ne" ucap appa dan aku mengangguk sebagai jawabanya.
.
.
.
.
* * * * *
Sesampainya dicafe keluarga park kini tengah duduk disalah satu bangku cafe tersebut.
"Annyeonghasseo mianhe apakah kami terlalu lama mr. mrs.park.?jadi anda yang menunggu keluarga kami"ucap mr.kim dengan ramah dan duduk di hadapan mr.park."Tidak kami baru saja sampai sebelum anda kemari mr kim,"ucap mr.park
"Ngomong ngomong mr.mrs.kim apakah yun seo menyetujui perjodohan ini" tanya mrs.park dan anggukan dari mr.park
"Oh iya yun seo menyetujui perjodohan ini,dan apakah anak anda menyetujuinya juga"
"Ya anak saya juga menyetujuinya,gabaimana kalau acara pernikahan ini kita cepatkan saja jadi satu minggu lagi" ucap mr.park
Mendengarkan percakapan appa yun seo dan appanya jimin yun seo hanya menghela nafas beratnya.
(padahal aku belum mengatakan iya kalau aku menyetujuinya,aku kan tadi bilang tidak mau.? Sejak kapan tidak mau berganti menjadi IYA.? Aishh menyebalkan!!) Gumam yun seo dalam hati.
"Jimin-ahh apakau hanya duduk saja.?" Tanya eommanya jimin.
"Terus aku harus kemana eomma kan kita kesini hanya untuk makan malam dengan keluarga kim.?"
"Iya eomma tau, tapi kan kamu ajak jalan jalan kemana, biar terlebih dekat dan akrab"tanya eomma jimin dan jimin menuruti perkataan eommanya.
"Dan kau yun seo-ahh pergilah dengan jimin cepat"
"Ne eomma" jawab yun seo menuruti perkataan eommanya.
"Semoga anak kita bisa akrab ya, mereka kelihatannya sangat serasi sekali" ucap eommanya jimin kepada eommanya yun seo.
"Iyah, jadi flaseback ya hahaha"
.
.
.
Sementara itu didalam mobil jimin dan yun seo hanya diam diaman sampai yun seo yang memulai penbicaraan."Eehh jimin-ssi apa luka mu sudah sembuh.?" Tanya yun seo kepada jimin
"Ya lukaku sudah sembuh yun seo-ssi tenang saja"
"Terus kita akan kemana.?"tanya yun seo lagi.
"Kita akan kesungai han saja"
Yun seo menjawab dengan gumaman kecil dan itu membuat suasana hening kembali, sesampainya disungai han, jimin memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada ditempat tersebut.
"Kita sudah sampai ayo kita keluar,"ucap jimin dan membukaan pintu untuk yun seo.
"Mmm Sungai han"
"Yaa, apakau tidak suka.?"
"Anii, aku sangat suka lalu dimana kita akan duduk.?"
"Apakau mau duduk dibangtu taman itu.?"
"Boleh ayoo" yun seo mengiyakan ajakan jimin itu.
.
.
.
.
* * * *
"Yun seo-ssi aku mau tanya tentang perjodohan ini, apa kau benar benar yakin akan menerimanya.?"tanya jimin kepadaku, sontak itu membuat ku terdiam sejenak."Sebenarnya aku tidak mau jimin-ssi" jawabku.
"Kenapa.?"tanya jimin dan langsung menoleh kearahku.
"Karna aku masih mahasiswa, dan juga aku.. aku.. mempunyai namjachingu jimin-ssi"ucapku
Dan itu membuatku mengingatkan sesuatu tentang taehyung."Terus kenapa kau menerima perjodohan ini, dan terus bagaimana dengan namjachingu mu?" Taya jimin lagi
"Kan aku sudah bilang aku menolak perjodohan ini karna aku mempunyai namjachingu" jelasku.
"Trus kau kenapa menyetujui perjodohan ini.?" Tanyaku kepada jimin
"Ya itu semua karna kemauan eomma dan appa ku" jawab jimin tanpa menoleh kepadaku.
"Apakau mempunyai yeojachingu.?"
"Ne aku mempunyai yeojachingu tapi sekarang dia sedang marah padaku" jimin menghela nafasnya.
"Eehh... kenapa.?"tanyaku penasaran
"Yaa karna aku bilang aku dijodohkan sama keluarga teman appaku dan itu kau yun seo-ssi"
"Eemmm bagaimana kita bikin perjanjian saja kalau kita sudah menikah.? Bagaimana.?"
"Perjanjian apa.?"
"Tenang nanti aku pikirin"
.
.
.
.
* * * *Takterasa waktu sudah menunjukan pukul 22:30 aku harus mengantarkan yun seo pulang.
"Yun seo-ssi ayo pulang ini sudah larut malam" ajakku kepada yun seo
"Eoh ayo"
.
.
Tiba didepan rumah yun seo dan aku segera keluar untuk membukakan pintu buat yun seo."Gomawo jimin-ssi"
"Ne sama sama yun seo-ssi aku langsung pulang ya"
"Eehh apakau tidak masuk kerumah dulu"
"Tidak ini sudah malam aku pulang ya"
.
.

KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT HUSBAND
FanfictionIni adalah sebuah kisah Perjodohan yang tidak pernahku inginkan. Tapi entah kenapa lama kelamaan bibit cinta itu mulai tumbuh dengan sendirinya.