5

5.7K 134 0
                                    

Kini prilly menuju kamarnya sesuai dengan perintah ali. Prilly mencoba membuang rasa sakit yg ia rasakan saat ini, dan prilly berharap agar ia cpt hamil. Siapa tau dengan kehadiran anknya nanti ali bisa luluh dan menjadi suami dan ayah yg baik.

****

Pagi ini prilly sdh rapi, kini ia telah melupakan apa yg semalam terjadi antara ia dan ali. Akhirnya prilly memutuskan untuk menuju kamar ali, ia tau betul pasti ali blm bangun pagi ini.

Tok tok tok...

Prilly sdh mengetuk pintu kamar ali berkali kali namun tidak ada jawaban dari pemilik kamar tersebt. Akhirnya prilly memutuskan untuk mask langsung kekamar ali karena kebetulan kamrnya tidak dikunci.

"Astaga ali, kamu kok mash tidur"

Prilly pun menghampiri ali yg terlelap namun seperti ada yg mengganjal dalam hatinya. Karna saat ini ali terlihat sangat pucak.

"Astaga ali, badan kamu kok panas gini"

"Bi bi inem,tolong ambilin baskom kecil sama handuk buat kompresan"

Tak lama bi inem pun datang membawa kompresan. Prilly pun dengan telaten mengompres ali, sepertinya ali kyk begini karena mabuk berat semalam.

"Aduh ali kamu jangan buat aku khawatir gini, lbh baik kita kermh sakit sekarng"

"Bi tolong panggilin taksi"

*******

Diperjalanan menuju rmh sakit, prilly tak henti henti memohon agar ali segera sembuh. Kini prilly telah sampai dirumah sakit dengan tergesa gesa prilly berteriak memanggil suster untuk membantu ali, ia tidak mau ali kenapa napa. Sampai ketika ali di bawa ke ugd prilly kini menangis ia seperti tak rela melihat kondisi ali yg sekrang.

"Sus tolong, tolong suami saya sus hikss"

"Iya bu, ibu tolong tenang kami akan usaha"

Prilly tidak bisa duduk tenang ia lebh memilih mondar mandir depn ugd menunggu suster keluar. Ia sangat cemas dengan keadaan ali, ia ingin menelphn orng tuanya dan mertuanya namun mereka sedang diluar kita dan luar negeri. Akhirnya suster yg menangani ali pun keluar.

"Bagaimana sus, keadaan suami saya?"

"Keadaannya mulai membaik, sekarng anda sdh bisa mask"

Prilly pun menghampiri ali, prilly menintihkan air mata meliht kondisi ali yg terkulai lemas.

"Maaf bu, dokter sebentr lagi akan datang untuk mengecek kondisi suami anda"

Tak lama dokterpun datang, ternyata dokter yg akan menangani ali adalah adit. Usai diperiksa prilly tak henti hentinya menanyakan keadaan ali saat ini.

"Bagainana keadaan suami saya dok"

"Suami?bknnya kalian cuma teman kan?"

"Jadi dokter ini dokter adit?"

"Iya saya adit, pril"

"Sebenarnya aku sama ali itu sdh menikah. Kami berdua dijodohkan sama orang tua kami, tapi ali terpaksa menerina perjodohan ini karena ia takut kalau mamanya jantungan. Itulah sebabnya ali tidak mau mengakui aku sebagai istrinya"

"Oh jadi gitu, kamu yg sabar yah"

"Oh iya adit, bagaimana kondisi ali"

"Dia cuma kebanyakan minum alkohol dan juga sepertinya ali kebanyakan beban pikiran, jadi ali hars banyk istiraht dan masalah obat Sebantr suster akan bawakan obatnya"

"Makasih yah dit"

"Iya kitakan teman dan teman harus saling membantu benar kan?hehe,yaudah aku duluanyah soalnya mash ada pasien yg mau diperiksa".

*****

Kini ali sudah dipindahkan divip utama, karena dokter menyarankan agar ali dirawat inap. Namun karena kebanyakan meminum alkohol akhrinya alipun muntah.

"Astaga ali,kamu minum dulu"

"Udah pril, gw bisa sendiri kali ambil minum lih kira kira dong gwkan bkn anak kecil lagi"

"Plis ali, untuk hal ini kamu nurut sama aku. Satu kali aja"

Ali hanya bisa diam, benar apa yg prilly katakan ia tidak bolh kekanak kanakan untuk saat ini, ia juga benar benr membutuhkan prilly mengingat saat ini keadaannya yg kurang sehat. Ali sempat kaget ketika prilly tanpa jijik membersihkan muntah ali, tidak seperti niki pernah sekali pas ali mabuk berat sampai akhirnya ali muntah,niki yg melihat ali muntah waktu itu langsung menghindar dari ali dan memanggil pembantunya untuk membersihkan tidak sampai situ baju niki juga saat itu terkena percikan muntah ali dan itu membuat niki marah kepada ali.

"Ternyata prilly benar benar tulus, gw salah udah nilai dia yg jelek jelek. Tapi tetap gw benci dia"

Saat ini ali asyik memainkan hpnya, sepertinya ia sedang chat dengan niki. Ali tak henti senyum bahkan sesekali ketawa

"Kapan sih ali bisa ketawa selepas itu sama aku, dan kenapa saat dekat aku ali kayak orang yg penuh tekanan. Apa karena perjodohan ini"

"Ali kamu makan dulu trus minum obat biar kamu cept sembuh"

"Loh ngk lihat, gw lagi asyik main hp plis bisa ngk sih loh ngk ganggu gw satu kali aja"

"Tapi li, ini demi kebaikan kamu juga. Kalau kamu sakit kan aku juga yg repot, eh maksudnya....

"Oh jadi loh ngk ikhlas jagain gw, gitu maksud loh? Kalau emang loh merasa direpotin yah udah tinggalin aja gw disini sendiri lagian gw juga ngk nyuruh loh kan buat jagain gw. Tanpa loh bantu gw juga bisa sendiri"

"Ngk li ngk gitu maksd aku"

"Udah yah pril, gw malas dengar alasan loh. Jadi sekarng lbh baik loh keluar"

"Ngk li"

"Gw blng keluar yah keluar lih punya kuping ngk sih, sekali keluar yah keluar"

"Oke oke aku bakalan keluar, tapi plis kamu makan dan minum obat yah"

Ali tidak membalas perkataan prilly. Ia saat ini benar benar marah, ia paling tidak suka orang yg tidak tulus melakukan sesuatu apalagi yg bersangkut tentang dirinya.
Prilly pun melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat inap ali. Namun prilly tak pulng ia lebh memilih berdiri dpn pintu kaca tempt kamar rawat inap ali. Dengan begitu ia mash tetap bisa menjaga ali walaupun dari jauh.

Tiba tiba perut ali berbunyi, ia pun mulai mengambil makanan yg berada disamping ranjangnya dan segera memakannya. Prilly yg melihat ali makan hanya bisa tersenyum. Namun saat ingin meminum obatnya, ali tak dapat meraih dimana gelas itu berada tiba tiba ali terjatuh, prilly yg melihat hal itu pun segera mask kedalam ruangan ali.

"Ya ampun ali, sini aku bantuin"

"Udah loh ngk usah megang megang, gw bisa sendiri. Auuu....

"Ali kamu ngk papakan"

"Gw bkng ngk usah megang yah ngk usah, sus susterr"

"Ya ampun, mari saya bantu pak"

"Suster tolong ambilkan saya minum"

Prilly yg berada disana merasa betul betul tidak berguna buat ali, ia merasa percuma menjadi istri ali.

"Sekarng mending loh keluar, gw mau istirahat"

Prilly pun melangkahkan kakinya keluar, ia juga mengerti dengan keadaan ali saat ini.

Saat ini prilly benar benar mengantuk, lain dengan ali yg saat ini telah tertidur pulas. Akhirnya prilly tertidur sambil berdiri bersender di pintu kaca ruangan ali. Ali sempat terbangun dan melihat prilly yg tertidur didpn pintu sambil berdiri, ia sempt merasa kasihan karena telah membiarkan prilly diluar namun karena rasa kecewanya ia membuang jauh jauh rasa kasihan itu.

******

Segitu dulu yah, maaf kalau feelnya kurang dapat

Always WrongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang