Netra kelam Jungkook berkaca, indra pendengarannya tersengat hebat mendengar bisikan lembut Taehyung yang kini memicu jantungnya berpacu tidak teratur.
-aku tidak perduli jika ini tidak masuk akal, aku ingin kau menjadi milikku."
Sesak.
Ini begitu menyesakkan untuk Jungkook. kedua telapak tangannya hanya mencengkeram lengan seragam milik yang lebih tua merasakan kini Taehyung mengelus pelan rahangnya yang mulai membeku.
"T-taehyung.." Jungkook meringis lirih.
Taehyung mengecupi kedua belah pipi berisi yang lebih muda dengan perlahan dan menuntut, "Aku ingin menjagamu."
Jungkook mendesis, ia menginginkan pemuda ini tapi disisi lain ia begitu ragu, "Taehyung, sadarlah.."
"Aku ingin kita berdua mencari jalan keluar dari semua permasalahan ini."
Taehyung mengecupi kelopak mata Jungkook ketika yang lebih muda memejamkan matanya sekilas dan meneteskan air mata.
"Kenapa menangis hm? Apa aku menyakitimu?"
Jungkook menggeleng kecil; tidak berani menatap mata Taehyung yang begitu melumpuhkannya.
"B-bukan itu-
Taehyung menaikan dagu yang lebih muda untuk menghadapnyaㅡtangannya terulur mengusap garis netra Jungkook yang berair lalu menatap lekat manik lemah dan sayu yang amat cantik untuknya ini.
-tapi, a-aku juga mencintaimu, Taehyung."
Suara lemah milik Jungkook membuat yang lebih tua merasakan kebahagian tiada tara yang spontan menyelimuti perasaannya. Taehyung mengulas senyum, mencium kening Jungkook; menyalurkan rasa sayang yang begitu kuat menguasai sisi manusiawinya.
Ia membawa Jungkook masuk kedalam dekapan tubuh kekarnya, saling merengkuh hangat satu sama lain.
Taehyung merenggangkan rengkuhannya sekedar menyentuh tengkuk yang lebih muda. Matanya terpejam; menghapus jarak diantara paras sempurna keduanya.
Aroma maskulin dan setiap sentuhan dari Taehyung membuat jantung Jungkook berpacu cepat. Ini membuatnya ingin berteriak keras karena kelakukan yang lebih tuaㅡseakan membuatnya terperosok keras kedalam sana. Hingga kini ia menutup kedua netra kelamnya dengan pasrah.
Bibir tebal Taehyung kembali berbenturan dengan milik yang lebih muda; memagut bibir manis Jungkook dengan perlahan seolah tidak ingin menyakiti aset berharga milik kekasihnya ini. Hingga ia merasakan rasa frustasi yang berlebih dan kini menaikan tempo lumatannya, menyentakan bibir tebalnya pada belah bibir yang lebih muda dengan begitu tidak sabaran.
Kedua lengan Jungkook beringsut terulur memeluk kuat leher yang lebih tua dengan telapak kirinya yang meremat serampangan surai kecoklatan itu; membalas serta susah payah mengimbangi setiap lumatan kasar yang Taehyung berikan padanya.
Sungguh ini adalah candu bagi Taehyung. Ia tidak bisa mengendalikannya dengan baik. ini begitu memabukkan seperti semua ekspektasinya terhadap Jungkook;
Sangat manis,
Menggoda,
Menggairahkan.
"Damn, bibir ini begitu manis seakan aku ingin melahapnya sekarang juga, aku mabuk padamu, Jeon."
"Ngh, T-tae-"
Shit
Lenguhan tertahan Jungkook bagai memberi sebuah petuah pada dirinya; membuatnya semakin gemas ingin memasukan lidahnya kedalam mulut tanpa dosa milik Jungkook bahkan menyerangnya saat itu juga.
YOU ARE READING
Brought - vkook
Fanfiction❝ i brought you now! ❞ Telapak tangan adalah jawaban dari kronologis kematian seseorang? © jeuns2 2016/02/28 - ? (on going)
