"Jungkook pasti memanipulasi ini semua. Aku tahu."
-
-
-
Jungkook mengusap wajahnya ditoilet sekolah dengan air mengalir wastafel, ia menatap dirinya dicermin; wajahnya membengkak karena menangis sudah membiarkan Jimin menciumnya secara sepihak.
"Bodoh sekali, apa yang kulakukan."
Jungkook sesenggukan membayangkan bagaimana wajah penuh amarah Taehyung barusan, jalan yang diambilnya salah dan ia menyesali semua itu.
Dan diluar toilet Taehyung melihat itu.
ㅡ
Jungkook tiba diapartmennya, ia melihat note tempel yang melekat didepan lemari es.
Aku sudah kembali, jaga dirimu baik-baik, aku mencintaimu.
Jungkook tersenyum tipisㅡtidak dapat ditebak apa arti senyuman itu.
Jungkook menitihkan air mata, ia menyesal Taehyung sudah meninggalkan catatan seperti ini.
ㅡ
Seseorang berjalan sendirian disepanjang distrik Gangnam tanpa keramaian ini dan ialah Jungkook. Matahari akan segera tenggelam dalam hitungan menit tapi ia apatis berjalan penuh ketenangan pening memikirkan pemecahan masalah Taehyung.
Tanpa diduga netra coklat Jungkook menangkap seorang lelaki memakai hoodie hitam bersurai orange tengah berjalan dua meter didepannya, segera dengan gesit penuh kehatian ia mengikuti pergerakan lelaki itu.
Jungkook tidak pernah merasa penasaran dengan seseorang jika saja tidak merasa mengenalnya.
Kini langkahnya terhenti karena memutuskan melepas backpack yang berada dipunggungnya; tergesa merogoh kamera Nikon-nya. Ia mengambil titik sempurna untuk memotret lelaki itu.
Kakinya kini bergerak melangkah sedikit demi sedikit agar tidak kehilangan jejaknya, namun terhenti ketika lelaki itu memasuki hunian mewah yang begitu tidak asing didaerah Gangnam ini.
Tapi tunggu sebentar;
"Bukankah itu-
-rumah tn. Park Jisung?"
Jungkook segera berlari berbelok kiri ketika dirasa pria itu mengedarkan pandang dan mendapatinya.
-
-
-
"Wajahnya sungguh tidak asing, tapi siapa dia?"
Screen kamera Nikon kini diamati Jungkook; terpampang jelas wajah lelaki yang baru saja dipotretnya sejam lalu. Tapi sungguh sulit untuk Jungkook berpikir keras mengingat kejadian itu.
Jeon Jungkook, kau harus berusaha keras mengingatnya.
Ia mengamati hoodie hitam yang melekat pada tubuh lelaki itu; terdapat tiga digit angka tertera pada bagian lengan.
"Dua, dua, dua."
Sekelebat bayangan pendek terekam kembali didalam otak Jungkook. Angka dua itu terdapat pada lengan hoodie seorang berandal yang terlintas dalam alam bawah sadarnya.
"Tapi siapa?"
Tanpa cukup waktu lama indra pendengarannya menangkap suara pekikan seorang gadis dengan keras dan ketakutan secara eksplisit.
Setelahnya suara itu menghilang tergantikan oleh gelak tawa puas dan penuh kekejaman seorang lelaki.
Dinginnya malam;
Jungkook seolah merasakan suhu dingin menjalari tubuh; sangat dominan bak terdiam seorang diri ditengah jalan tanpa penghuni.
Oh God
YOU ARE READING
Brought - vkook
Fanfiction❝ i brought you now! ❞ Telapak tangan adalah jawaban dari kronologis kematian seseorang? © jeuns2 2016/02/28 - ? (on going)
