8. Fluffy White

5.6K 551 73
                                        

Taehyung berjalan mendekati Jungkook yang sedang bersantai disofa apartemen.

"Jungkook, bawa note ini."

Jungkook reflek berdiri melihati note kecil dengan sampul cokelat berukir bunga mawar dengan ukuran delapan kali lima senti yang disodorkan Taehyung. Matanya menunjukan sorot tanda tanya, memancing yang lebih tua untuk memperjelas maksudnya memberikan ini;

"Kau harus menulis kronologis dari tangan jasad yang sudah kau sentuh secara berurut disini."

Jungkook mengambil note tersebut, reflek mengangguk.

"Jika Jimin meminta tolong padamu seperti tempo hari dirumah sakit tolong jangan menolak."

Dahi Jungkook berkerut, "Kenapa? Bukankah aku tidak boleh dekat dengannya?"

Taehyung berjalan mendekat, sedikit merunduk untuk dapat melihat wajah Jungkook sepenuhnya.

"Hanya ini yang dapat membantu memecahkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Ayahku."

Jungkook mengangguk pelan, "Aku mengerti."

"Tapi, aku berjanji tidak akan membuatmu terluka."

Taehyung menekan bahu yang lebih muda; menatapnya penuh keyakinan.

"Heh aku ini bisa bela diri, tenagaku bahkan jauh lebih besar darimu."

Taehyung terkekeh melihat Jungkook menjulurkan lidahnya, merasa gemas ia mencubit hidung yang lebih muda ketika mendengar sindiran Jungkook yang begitu mencairkan suasana.

"Aku sudah menyiapkan obat-obatan. Berjanjilah untuk tidak mengabaikan pesan dan teleponku meskipun hanya lima menit. Dan  jangan berbohong."

Taehyung menarik lengan Jungkook merengkuh pinggang yang lebih muda untuk dipeluknya.

Jungkook tertawa kecil dalam kungkuhan yang lebih tua, "Kau pikir aku ingin mendaki atau berpetualang? Kau ini," Ia menghirup aroma maskulin yang menguar kuat dari tubuh Taehyung lalu tersenyum lebar, seakan ribuan kupu-kupu tengah hinggap diperutnya.

"Jika semua itu diabaikan. Kim Jungkook akan dihukum."

Jungkook semakin tertawa, baginya Taehyung sangat lucu saat seperti ini; terlalu posesif ketika mengkhawatirkannya.

Bahkan suara Taehyung ketika mengubah marganya pun seolah membuat jantungnya berdebar tanpa henti.

Taehyung menarik seringainya mendekatkan bibirnya tepat ditelinga Jungkook.

"The punishment, i'll fuck you hard until you cum over and over-

Jungkook membulatkan mata.

-and you can't walk for two weeks."

Ia menjauhkan tubuhnya kemudian memukul-mukul dada bidang yang lebih tua dengan keras.

"Dasar mesum!"

Taehyung terkekeh, "Jika kau terus memukulku, aku akan melakukannya sekarang," Ancam Taehyung yang kini pura-pura meringis dan menahan tawa sekaligus.

"What theㅡmati kau!"

"Ini sakit sayang, hentikan. Kau mau membunuhku? Akh."

"Siapa suruh bicara seperti itu."

Brought - vkookWhere stories live. Discover now