Tak semua orang akan menerima kita dimata mereka. Ada yang membenci, ada yang mencinta. Siapapun mereka, mereka adalah bagian penting dari perjalanan hidupmu. Bukan hanya yang mencinta, tapi, yang tak menerimapun patut untuk kamu kenang. Bagaimana tidak coba? Jika seorang mark Z ( CEO facebook,inc ) tanpa ada yang mengolok ngolok karyanya, dia tidak akan bisa bangkit, dan mungkin facebook tidak akan pernah ada. Tanpa ada yang mengolok ngolok "otak udang" kepada thomas alva edision, mungkin lampu tak akan pernah di temukan. Begitupun denganku, tanpa ada yang cuek denganku, mungkin aku selamanya akan menjadi arogan yang jauh dari kata sabar. Yang membenci saja dapat mendatangkan faidah, apalagi yang mencinta. Tanpa ada yang mencinta, mungkin aku udah boyong dari Miftahul Ulum. Ketika ada yang peduli terhadapku, aku jadi sadar, bahwa tak semua orang seperti hamzah yang mampu menerima semua harokat. Adakalanya, kita akan bertemu dengan alif yang ogah menerima siapapun terkecuali sukun.
"Menghadapi orang yang seperti alif itu memang butuh kesabaran. Karena, alif hanya menerima sukun. Agar kita diterima dihadapannya, mau tak mau kita harus di fathah (menandakan diatas/kepedulian) dan kitapun harus bersabar, layaknya membaca huruf berharakat fathah kemudian bertemu alif sukun, otomatis panjang deh bacaan kita" mba lutfah menenangkanku dengan pelukannya tempo hari lalu.
Jujur, tempo hari lalu aku puengeeen banget boyong dari pondok ini. Aku merasa aku tak pantas disini. Aku tlah mencoba meminta maaf kepada semua anggota kamar 26. Hasilnya, hanya mba lutfah yang bisa menerimaku. Yang lainmah hanya "iya kok, gak papa" taunya, malah menjadikanku sebagai konten gosip yang lagi ngetrand dengan tagar #septidaktaumalu. [emang di twitter].
----------------------------------------------
🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
----------------------------------------------
Arlojiku menunjukan pukul 11:39. Semua kehilangan bayangannya. Mulai dari pohon, gerobak abang abang tukang bakso, semua kehilangan bayangannya. Ini menunjukan waktu istiwa, dimana matahari tepat berada 180 derjat diatas permukaan bumi. pada waktu inilah kita diharamkan sholat, sekalipun sholat mayyit yang darurat. Dan pada waktu inilah perbatasan antara berakhirnya waktu sholat dhuha dan masuknya waktu sholat dzuhur.
Aku masih duduk dibangku paling belakang, dengan berpangku tangan diatas meja bertuliskan "used for sleep area" yang ditulis menggunakan tipe-x. Mengapa engkau hadirkan siang yang cerah, sementara engkau biarkan hati ini gelisah. Astaghfirulloh, nyebut sep, batinku.
"Hey ayo dong, bentar lagi dzuhur nih. Nanti guru BK keliling loh" ucap seseorang, aku menoleh ke sumber suara.
"Eh, iya. Tumben kamu nyamper ke kelasku fah? "
Oh iya, kenalin, namanya zulfa anak sekamar aku di 26. Kalo dari glagat glagatnya sih, ada maksud tertentu dari kedatangannya, kira kira apa ya?
"Enggak kok, aku cuma mau bilang makasih buat semalam. Maaf ya, selama ini aku .... Ya, gitulah pokoknya. Mungkin kamu juga ngerti sep. Sampe aku gak sanggup untuk menghitung kesalahnnku" dia duduk di bangku baris depanku dengan menghadap ke belakang.
"Iya fa, aku yang banyak salah. Bukan kamu kok. Tapi, semalam emang aku ngapain ya?" tanganku menjembel pipi tembemnya dengan mata berkaca kaca. Kemudian, dia memegang tangan kanan usilku.
"Inih, kamu 'kan yang menyelamatkan ini. Aku lupa semalam gak di silent ini hp. ica bilang, hpnya bunyi terus ada pengurus yang lewat, tapi kamu malah nyerahin hp kamu dengan mengaku kalo yang bunyi itu dari hp kamu" jelasnya. Kemudian aku meraih benda berwarna gold dengan logo gambar buah apel kroak di belakangnya, yang tak lain adalah hpnya zulfa.
"Hahahahhaa biasa aja fa, gausah ngerasa bersalah banget. Lagian ya, aku punya banyak hp bodol yang siap jaga jaga dikala darurat, tenang aja kok. Itu cuma hp bodol yang sedang menanti untuk disita"
"Ya, seenggaknya. Aku ngerasa utang budi banget sama kamu. Tau'kan kalo itu hape hasil nabung selama 1 tahun gak jajan, aku cuma makan angin. Tapi kamu masih punya hp kan sep?"
"Hah? Serius satu taun gak jajan? Pantesan kamu gak pernah mayoran* hhhee becanda kok" aku nyengir.
"Ih apaan sih, tapi beneran kamu masih punya hp?" dia mengulangi pertanyaannya.
"Masih kok, tenang aja"
"Yaudah deh, aku mayoran nih hari ini. Tapi mayoran atas dasar apa? Aku'kan gak habis khataman kitab. Yaudah, atas dasar persahabatan kita aja gimana?" Tawarnya. Plis atuh, gausah pake bawa bawa khataman. Nyindir aku aja ini anak. Tapi apa ??tadi dia bilang Dia mau jadi sahabtku?
Tuhan, jangan katakan kalo ini aku lagi mimpi siang bolong di atas meja bertuliskan used for sleep area.
"Deal" tolong, jangan bangunkan mimpi indah ini tuhan!!!! Septi apaan sih, ngalay bae.
"Ada orang di dalem....." Benar dugaanku, pasti guru BK keliling.
"Ada pak, kita lagi udzur" zulfa ngapain sih bawa bawa "kita", yang udzur'kan dia bukan aku.
"Kamu udzur fa?"
Zulfa hanya menjawab dengan cengiran. Taudeh, itu tandanya bohong.
----------------------------------------------👭👭👭👭👭👭👭👭👭👭👭👭👭
----------------------------------------------
Hey, gengs. Gimana di chapter ini? Ribet ya, karena kebanyakan kalimat salafinya? Author punya usul nih, gimana kalo chapter selanjutnya author akan kasih kosakata di bagian bottom? Kira kira ngebantu gak?
Oh iya, minta votenya ya.... *pasang muka melas* karena, aku tanpa vote dari kalian itu bagaikan ketiak tanpa deodorant, bau vangke.
Kalo belum pantas untuk di vote, silahkan komen sepedas pedasnya. Biar makin dewasa dalam penulisannya gitu.
Pegel nih, udah dulu ya. See you.
KAMU SEDANG MEMBACA
Santri Hacker
HumorHey, namaku septi safitri. temen temenku lebih suka memanggilku iteng. semua itu karena aku lahir pada bulan september dan ayah menganugrahkan nama kepadaku septi. tapi temen temen malah menambahkan nama awalku dengan iteng, jadilah namaku sep(t)iit...
