"Tembang jawa? Tembang jawa bagaimana yang kalian nyanyikan?" Tanya pak Zainal
"Kami tak berani mengatakan tembangjawa itu pak. Kami takut makhluk halus itu akan terus menghantui kami lagi." Jawab Beno
"Yasudah, ditulis di kertas saja. Agar bapak bisa mengetahui apa yang kalian nyanyikan." Ucap pak Zainal sembari memberikan Beno kertas
"Baik pak." Jawab Beno sambil mengambil secarik kertas itu dan segera menuliskan tembang jawa itu
Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
Awas jo ngetoro
Aku lagi bang wingo wingo
Jin setan kang tak utusi
Jin setan kang tak utusi
Dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet
"Emm.. Jadi begitu. Tapi, jika diartikan dalam bahasa Indonesia, tembang ini tidak akan membawa bencana." Ucap pak Zainal
"Artinya gimana pak?" Tanya ku
"Kira-kira artinya begini,
Menjelang malam, dirimu(bayangmu) mulai sirna
Jangan terbangun dari tidurmu
Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri)
Aku sedang gelisah,
Jin setan ku perintahkan
Jadilah apapun juga,
Namun jangan membawa maut " Jawab pak Zainal
"Sewaktu kalian menyanyikan ini, apakah yang ada dalam benak kalian?" lanjut tanya pak Zainal
"Emm.. Maksud bapak bagaimana ya?"Tanya ku
"Apakah saat kalian menyanyikan tembang ini, kalian memikirkan bahwa tembang ini hanya untuk bercanda saja ataukah kalian mempercayai bahwa ini dapat memanggil makhluk halus?" Tanya pak Zainal
"Saat menyanyikan tembang ini, dalambenak kami, kami hanya untuk bercanda saja pak. Karena kami memang tidak percaya bahwa tembang ini dapat memanggil makhluk halus." Jawab Beno
"Hal itulah yang membuat mereka marah. Lirik tembang ini tak kan membuat mereka mengganggu manusia. Berbeda hal nya jika niatnya hanya untuk bercanda saja." Ucap pak Zainal
"Jadi kita harus bagaimana pak?" Tanya Beno
"Kalian ber-5 harus meminta maaf kepada mereka. Bapak akan menjadi pihak tengah untuk menympaikan permintaan maaf kalian kepada mereka." Jawab pak Zainal
"Baik pak." Ucap kami serentak
"Tapi, kapan kita akan ke lantai 4 pak?"Tanya ku
"Nanti pukul 12 malam kita bertemu di lantai 4." Jawab pak Zainal
"Baik pak." Ucap kami serentak
*****
Tepat pada pukul 12 malam, kami telah berada di lantai 4 bersama dengan pak Zainal. Pak Zainal mulai menyalakan beberapa lilin dan ia menyuruh kami untuk duduk bersila seperti yang ia lakukan. Kami memejamkan mata sesuai dengan intruksi pak Zainal. Pak Zainal mulai komat-kamit mengucapkan sesuatu yang tak jelas entah bahasa apa. Tapi ada yang aneh dengan pak Zainal, yang awalnya komat-kamit tak jelas, kini telah berubah menjadi suara seperti dicekik.Aku pun membuka mataku, aku melihat ada seseorang seseorang yang mencekik pak Zainal. Aku menyuruh semua temanku untuk membuka mata dan membantu pak Zainal. Saat kami mendekati pak Zainal, tubuh kami langsung terhempas menjauh. Setelah itu beberapa orang, bukan orang, melainkan makhluk halus yang seram muncul di hadapan kami. Mereka semua mulai mendekati kami dan langsung mencekik leher kami. Aku terus meronta untuk melepaskan tangannya. Tapi usaha ku hanya sia-sia saja. Cekikannya sangat kuat. Aku melihat ke arah pak Zainal. Ia telah terbaring dilantai, sepertinya ia telah meninggal. Kulihat lagi teman-temanku, semuanya seperti kehabisan nafas. Aku kehabisan nafas, dan aku pun meninggal di bunuh oleh makhluk halus penghuni sekolah karena menyanyikan tembang jawa. Kini aku dan teman-temanku menghantui gedung sekolah.
~End
Dibantu vote yaa.. Terima kasih..
KAMU SEDANG MEMBACA
Tembang Jawa
TerrorBercerita tentang beberapa sahabat yang menyanyikan tembang jawa, yang membawa mereka kepada kematian. Bagi yang penakut, silahkan membaca. Karena cerita ini tidaklah terlalu seram.
