Chapter 1

11.5K 726 49
                                        

Selamat membaca 😊

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

Niga geuwa datugo

Ttaeron geu ttaeme ulgo

Himdeureo hal ttaemyeon nan huimangeul neukkigo

Amudo moreuge mam a-a-apeugo

Nijageun misomyeon tto damdamhaejigo

Niga hoksina nae maeumeul alge doelkkabwa

Arabeorimyeon uri meoreojige doelkkabwa

Nan sumeul jug yeo

Tto ipsureul kkaemureo

Jebal geureul tteona naege ogil

Baby jebal geuui soneul japjima

Cuz you should be my Lady

Oraen sigan gidaryeo on nal dorabwajwo

Noraega ullimyeon ije neoneun

Geuwa pyeongsaengeul hamkkehajyo

Oneuri oji ankireul

Geureokena maeil bam gidohaenneunde

Nega ibeun wedding dress

Girl nega ibeun wedding dress

Nega anijiana wedding dress

Oh nega ibeun wedding dress

Oh No~

Musik berhenti, digantikan riuh penonton yang didominasi para yeoja di gedung besar yang dapat menampung ribuan orang itu.

"Kyaaaa!!! Junhoe!!! Junhoeee!!!!!"

Meneriaki nama satu namja yang berdiri di panggung penuh gemerlap lampu yang menyorot, memantulkan cahaya ke tubuhnya, membuatnya menjadi satu-satunya yang bersinar malam itu, namja bermata lembut namun tajam disaat bersamaan.

Sepasang manik itu menatap satu persatu pemujanya yang meneriaki namanya sampai suara mereka habis. Tak ingin rasanya Junhoe meninggalkan panggung itu, panggung yang hanya miliknya. Namun tugasnya malam itu telah selesai, konser tunggal pertamanya telah sukses memenuhi hasrat para penggemarnya di negeri matahari terbit itu. Ia telah mengelilingi Jepang selama 6 bulan terakhir ini dan di sinilah ia, Tokyo, perhentian terakhirnya sebagai konser penutup. Dan, ia harus segera pergi sekarang, terlebih sejujurnya ia pun telah lelah.

Sorot lampu mengikuti pergerakannya, ia membungkuk 90 derajat sebagai ucapan selamat tinggal pada penggemarnya disetiap sudut panggung. Kemudian, namja tampan dengan tubuh sempurna berusia 25 tahun itu perlahan menghilang.

***

Cling!

Suara gelas beradu, tak cukup mengalahkan dentuman musik keras memekak telinga yang dimainkan sang diskjoke. Club malam yang ramai dengan manusia-manusianya yang sesaat lupa siapa mereka. Semua orang sibuk dengan dengan musik, menari, minum atau bercumbu dengan brutal di sudut ruangan yang minim penyinaran.

Unexpected Love | JunHwan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang