Chapter 5

5.8K 471 16
                                        

Selamat membaca 😊

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

Terik matahari seakan tak berguna karena angin musim akhir tahun, udara semakin dingin berhembus membawa bakteri dan membuat semua orang akan dengan sangat mudah terkena penyakit, terutama orang-orang yang daya tahan tubuhnya lemah seperti orang ini.

"Haaaattcchiiimmm!!!"

Dalam diam Jinhwan melirik sumber suara sesaat, lalu kembali memperhatikan lembaran berkas di tangannya. Lembaran surat perjanjian pernikahan palsunya dengan Junhoe yang berisi point-point apa saja yang harus dan tidak boleh mereka lakukan selama pernikahan, seperti menyakiti satu sama lain, membeberkan rahasia satu sama lain ke media atau menjalin hubungan dengan orang lain selama masih berstatus suami istri.

Jinhwan tau dan sudah menyetujui semua itu karena memang berkas-berkas itu disusun bersama dirinya juga. Ia hanya ingin memutuskan dan memantapkan hatinya sebelum meletakkan tanda tangannya sebagai tanda persetujuan yang sah. Perjanjian ini bukan main-main, dan ia mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk ini, karena itu ia harus sangat hati-hati.

"Dalam waktu dekat kita akan mengadakan konferensi pers untuk mengkonfirmasi berita sekaligus mengumumkan pernikahan kalian." Sambil menggosok hidungnya yang gatal karena bersin, Yunhyeong memperjelasnya apa yang harus dilakukan pada dua namja yang akan dinikahkan di depannya. Jinhwan mengangguk, begitu juga Junhoe yang duduk di seberang mejanya, masing-masing masih saling membaca isi berkas. Tanpa peduli dua orang lawan bicaranya memperhatikannya atau tidak, Yunhyeong terus bicara, "dan sebelum itu kalian berdua harus bertemu orang tua masing-masing. Yah, semacam meminta restu, karena aku tak mau dengar ada orangtua yang terkena serangan jantung karena terkejut mendengar berita kalian tiba-tiba menikah."

Kalimat Yunhyeong membuat Jinhwan mengangkat kepalanya menatap Yunhyeong. Jinhwan menggigit bibirnya menyadari kalau sampai saat ini ia belum mendapat respon apapun dari kedua orangtuanya di Busan, Jinhwan menduga mereka mungkin belum tau apapun mengingat betapa sibuknya sang appa dengan pekerjaannya dan sang eomma dengan teman-teman tetangganya hingga mereka tak ada waktu untuk mengetahui apapun, dan sejujurnya ia akan sangat bersyukur jika kedua orang tuanya terutama eommanya tidak tau apapun karena itu hanya akan membuat eommanya khawatir.

Namun ada satu hal yang lebih ia khawatirkan, justru karena appa dan eommanya belum tau apapun, maka akan menjadi lebih sulit baginya memberitahu mereka, ia belum siap menerima respon mereka, kelihatannya pasti sangat aneh saat menemukan putra mereka yang sudah lama tak pulang tiba-tiba pulang bersama dengan namja asing yang akan menjadi menantu mereka.

"Apa ada masalah, Jinhwan?" Tanya Junhoe mengerti perubahan raut wajah Jinhwan. Jinhwan menoleh pada Junhoe, hanya sesaat tak lebih tiga detik kemudian memilih menghindari tatapan itu. Entah kenapa ia masih sedikit sulit menyesuaikan diri di dekat Junhoe.

"Ya," Jinhwan mengangguk ragu. "aku hanya tak yakin bisa melakukannya," lirihnya jujur.

"Aku mengerti ini sulit untukmu, tapi tak perlu sekhawatir itu. Kau bersamaku dan aku akan melakukan apapun untuk membantumu," kata Junhoe enteng. Meski begitu Jinhwan dapat melihat dari raut Junhoe kalau kalimatnya bisa dipercaya dan itu membuat Jinhwan sedikit lebih lega, namun hanya sedikit. Junhoe bisa bicara seperti itu karena ia belum tau apa yang akan ia hadapi pikir Jinhwan, Junhoe sama sekali belum tau tentang ia dan keluarganya.

Unexpected Love | JunHwan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang