Peluh ku
Masih saja mengenang butiran yang terlampau sunyi
Dengan deretan imaji
Menembus khayal merangkai mimpi
Elegi menjadi dedikasi
Aku tanpa tulisan dari beranda jiwa yang didambakan
Menerangi nirwana sepi
Membagi pelangi pada raga sendiri
Sabda...
Sabdamu telah terpecah
Bahkan tahun yang melalu
Dan ku masih Merawang kacamata itu
Jernih seperti ingin mu
Di hamparan celahku
Lalumu
Pergi dengan rindu
KAMU SEDANG MEMBACA
Dalam Bahasa Rindu
PoezieDalam Bahasa rindu Ada makna yang menunggu Dengan bahasa rindu Musafir kata lantas kaya berkarya Menuliskan bait bait rindu dengan damai yang memanggungkan rasa pada prasa Rasa, menulis kata
