Chapter 8 - I'm Yourself

161 7 0
                                    

"Dengar, sebelum kalian menyerang mereka, ada baiknya kalian memahami kondisi garis dunia itu dulu, lalu mencari orang terpilih lain hingga lengkap dan kemudian menyerang mereka. Majulah Knight of Round!"

Ucapan Crystal itu masih terngiang-ngiang di telinga Isaac bahkan hingga sekarang, semalam pun dia tidak tidur dengan nyenyak karena memikirkan hal ini. Dengan berbaring di tempat tidurnya, lelaki itu termenung memikirkan jalur percakapan tadi malam sambil matanya memandang langit-langit kamar penginapan.

"Aku tidak pernah melihatmu seserius ini sebelumnya, sejak kemarin kau menjadi orang yang berbeda dari biasanya."

Terdengar suara seorang gadis dari arah pintu kamar Isaac, suara yang sangat familiar. Di depan pintu kamar Isaac terlihat Serena berdiri dengan satu kaki dan melipat tangan di dadanya sambil memandang Isaac yang masih berbaring di tempat tidurnya. Lelaki itu tidak menyadari ada orang yang masuk ke kamarnya.

Isaac membalas pandangan Serena dan seketika duduk lalu tersenyum padanya.

"Benarkah? Tak kusangka kau orang yang sangat peduli."

"Te-tentu saja tidak! Aku bukan peduli, aku hanya memperingatimu!" ucap Serena dengan dingin sambil memalingkan wajahnya.

"Terima kasih," ucap Isaac tersenyum.

Tiba-tiba wajah Serena berubah merah.

"Lagipula sedang apa kamu disini?" tanya Isaac.

"Pintumu tidak terkunci. Lagipula, aku kesepian."

Terkejutlah Isaac saat mendengar perkataan Serena.

*BAM* *BAM*

Tiba-tiba terdengar suara hantaman benda menggelegar dari lantai bawah, terdengar juga beberapa suara teriakan minta tolong dari pengunjung restoran. Penasaran dengan hal itu, Isaac dan Serena bergegas menuju lantai bawah untuk melihat apa yang sedang terjadi.

"Petualang sialan! Keluarlah!"

Terdengar teriakan dari orang yang sama dengan orang yang meminta untuk diberikan serigala yang telah dijinakkan Isaac semalam, tampaknya bandit-bandit semalam membuat keributan di kota ini. Tangga demi tangga sedang dituruni Isaac dan Serena satu persatu ketika orang itu berteriak hingga mata mereka saling bertemu saat Isaac dan Serena sudah sampai di lantai bawah.

Dia adalah orang yang sama seperti yang tadi malam, berbadan kekar berkulit coklat dan menggunakan pakaian beratribut logo kelompok mereka, Roughost. Hanya saja kali ini kedua tangannya terisi penuh, tangan kirinya membawa sesuatu yang berbulu berlumuran darah dan di tangan kanannya menggenggam sebuah pedang berukuran besar yang mungkin seukuran badan Isaac, mungkin ini yang dinamakan Buster Sword.

"Akhirnya kalian keluar juga, beruntung kalian belum pergi."

"Ada gerangan apa kau mencari kami?" ucap Isaac sambil berjalan mendekati orang itu.

Orang itu melemparkan sesuatu yang besar dan berlumuran darah dari tangan kirinya ke hadapan Isaac.

"Ini? Angelo? Kau membunuhnya!?" hampir saja tersulut kemarahan Isaac.

"Serigala yang kau jinakkan ini telah membantai puluhan anggota kami semalam. Kau pasti telah memperintahkan sesuatu kepadanya tadi malam," ucap orang itu.

"Membantai? Aku yakin sudah berhasil menjinakkannya semalam," pikir Isaac, lelaki itu kemudian memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mendekati alasan mengapa Angelo kembali ke kepribadian asalnya. Apakah informasi yang dia dapat tidak akurat, alias lebih mengarah ke 'mengendalikan dengan batasan waktu' daripada berinteraksi dengan hewan? Ataukah pengaruh hipnotis sebelumnya kembali merasuki Angelo? Atau dalang dibalik serangan serigala semalam kembali mengendalikan Angelo untuk mengadu domba Isaac dan bandit-bandit itu, jika benar berarti orang itu tidak berada jauh dari sini. Sempat dia berpikir apakah orang itu bekerja untuk para pemberontak Himpunan Alam Semesta?

T R A P P E DTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang