"Ahaha 1 tahun itu lama loh, btw kalo dia bisa maafin gue kenapa kalian enggak?"
Deg.. Perkataan yang langsung membuat suasana canggung
.
.
.
"Itu... Itu masalah lain, susah untuk dikatakan.." putri memberanikan dirinya untuk menjawab pertanyaan alice
"Kalian terkena Homopobia? Kalau kalian itu tidak suka dengan ander kenapa tidak suka padaku juga?" susana semakin mencekam.
"Itu.... Karen-"
"Ooh, kalian kenapa masih ditangga? Ga main?" baru saja putri hendak melanjutkan kata-kata tiba-tiba saja ander turun bersama maria
"Loh, sayang. Katanya mau ikut gambar sama maria"
"Dia mau cari komik di bawah,jadi aku temenin"
"Ooh, oh ya. Sampai mana tadi?"
"Eh? Eng.. Oh iya tadi kita mau main game. Iya kan putri" natasya langsung menjawab pertanyaan alice sambil memukul pelan lengan putri
"Iya . kita mau main game"
.
.
.
***
Di toko buku
"Nii chan(kakak laki-laki)? masih musuhan sama mereka?" maria berjalan sambil mencari komik haikyuu yang dia cari selama ini
"Yap, dan seujung kuku pun aku ga mau menerima maaf dari mereka"
"Ya ampun, bahkan batu itu lebih lembek dari kepalamu. Nii chan ga lihat ekspresi mereka? Mereka udah minta maaf loh " ucap maria sambil melanjutkan aktifitasnya tadi
"Yang tidak bisa kumaafkan itu tetaplah mereka, apalagi arif dan jaya" ander melihat-lihat aksesoris anime yang tergantung, dia tertarik dengan headphone berhiaskan anime kesukaannya
"Apa.. Nii chan masih punya perasaan pada natasya?" seketika aktifitasnya berhenti, wajahnya sedikit terkejut,namun beberapa saat dia kembali normal
"Alice itu sangat baik padaku, orang tuanya juga setuju padaku, jadi untuk apa aku memilih dia?"
"Pfft, aku jadi merasa bersalah mengingat ceritamu " maria menutup mulutnya
"Soal apa? Aku mencuri first kissnya? Dulu aku merasa bersalah sekarang tidak" pada akhirnya ander mengambil headphone tersebut untuk dibeli
"Sudah dapat komiknya? Kali ini gua traktir deh, gua masih ingat sama lo yang terus traktir indomie di warung vampir"
.
.
.
***
"Yes gue menang!!!" teriak karin saat dia memenangkan lomba balapan mobil di arena games
"Aah curang, lo gangguin gue waktu balapan" sahut natasya yang tidak terima kekalahannya
"Guys habis ini main apa? Dancing yang hentak-hentakin kaki good juga" sambung diana sambil meminum soda yang dia beli
"Bagus juga, pertama siapa lawan siapa? Tanya karin
"Natasya lawan alice. Gimana?"
"Deal!" jawab mereka bersamaan.
"Wah, gue ikut nonton ya" ucap maria yang tiba-tiba datang dengan membawa plastik ukuran sedang berisi komik, sedangkan ander memakai headphone yang dia beli tadi.
"Boleh kok" jawab putri
Maria duduk di kursi panjang bersama ander. Melihat plastik yang ukurannya cukup berat ander langsung mengambil plastik itu dan memegangnya
"Udah ga perlu"
"Berisik" karin dan natasya hanya menatap diam.
Dancenya dimulai. Natasya memilih lagu dan level 15 di tombol. Lagu pun diputar, awalnya terdengar lembut, namun lama kelamaan bertempo cepat natasya dan alice memiliki gerakan yang sama cepat dan lincahnya, jika dilihat dari porsi tubuh, tubuh alice jauh lebih langsung dan pas daripada natasya.
Alice memiliki body layaknya artis korea pada umumnya, dia juga termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan natasya sedikit lebih kurus dan lebih pendek dari alice.
Lekukan tubuh alice membuat ander diam tak bergeming, apalagi saat keringat mulai jatuh di sekitar pelipisnya, andai saja ander bisa mimisan dia akan melakukannya, begitulah pikirnya.
Saat di musik terakhir alice mengedipkan sebelah matanya yang membuat ander mangap
"Wth kenapa pacar gua ngerayu gua di depan umum kek gitu" begitulah batin ander yang berusaha menutup mulutnya.
Melihat hal ini natasya terlihat sedikit kesal. Dia sedikit meliukkan tubuhnya, tapi pad akhirnya mata ander tetap tertuju pada alice
.
.
.
"Dan pemenangnya adalah.... ALICEEE!!" diana kali ini mulai menunjukkan sifat anehnya yang dulunya selalu dilihat ander dan karin saat berteman dulu, namun sekarang baru kali ini ander melihat sifat diana yang lama
KAMU SEDANG MEMBACA
Needs And Wants
RandomMereka yang dulunya kuanggap berharga kini telah menghianatiku, mereka takut, jijik padaku. Hanya karena aku berbeda. Tapi lihat! Aku akan membuat kalian merasakan apa yang telah kurasakan sejak dulu! Inilah keinginan membalas dendamku! Begitulah a...
