YNK - 3

542 127 45
                                    

3. Sial.

"Syif, rapihin yang sana." pinta Kejora. Sedangkan Syifa menggangguk mantap.

Hari ini Kamis. Kejora ada piket perpustakaan. SMA Twist selalu menjadwalkan murid-muridnya dua hari sekali dalam seminggu untuk membersihkan plus menata perpustakaan. Ini dikhususkan untuk kelas sepuluh dan kelas sebelas. Jadwalnya adalah hari Rabu dan Kamis.

Di sana ada Kejora tentunya, Syifa, Inneke, Olivia, dan Kendria.

"Ken, titip sepatu gue bentaaar aja." Kejora melucuti sepatunya cepat-cepat dan menggantinya dengan sandal swallow.

"Lah? Ini belum kelar yakali lo—" perkataan Kendria terputus oleh Kejora yang menunjuk-nunjuk bagian kemaluannya sambil meringis ria. "Buset. Beseran lo ternyata."

Tanpa menggubris apa yang Kendria katakan, ia segera berlari menuju toilet karena pasti ia paham situasi dan kondisi.

Kejora menolehkan pandangannya ke arah jam mini kecil yang melingkar manis di tangan kirinya, sembari merapikan rambut yang sedari tadi digulung selama di dalam toilet. Lalu keluar.

*BRUK.

Tepat saat membuka pintu, seseorang dengan tubuh yang berbeda jenis gender dengannya menjatuhkan segerombol buku perpustakaan.

Dengan santainya ia berjalan, dan seketika buku itu jatuh, ia tetap berjalan. Sungguh pembodohan.

Seorang laki-laki bermata hanzel yang sedari tadi menjadi pusat perhatian di koridor kelas dua belas.

"WOY!! APA-APAAN LO!! NABRAK ORANG ASAL AJA!!"

"SITU TUH. LO PUNYA MATA GA SIH?! PUNYA MATA DIPAKE!! JALAN TUH PAKE MATA!!"

"HELLOOOWW! JALAN PAKE KAKI!! KALO PAKE MATA, PERIH MATA GUE!!"

Kejora menunjuk-nunjuk kedua matanya saat mengucapkan kata 'perih mata gue'.

"LAGIAN LO NGAPAIN KE SINI??!! BISA BACA GA SIH LO?! JELAS-JELAS ADA TULISAN TOILET CEWEK, LO MALAH—"

"YA SERAH-SERAH GUE DONG. MAU LEWAT KEK, MAU MASUK KEK, MAU NGINTIPIN ELO KEK. SEWOT AJA JADI BOCAH."

Ni orang waras ga si sebenernya? Batin Kejora.

"AMBILIN TUH BUKU GUE!! AMBIL NGGAK??!! CEPET!! SATU, DUA, TI—"

"O TO THE GAH. OGAH!!"

"BELAGU BANGET LO DASAR!!" Kejora menamati seragamnya. Matanya menyusuri pemandangan laki-laki itu dadi atas sampai bawah kaki. Bet belum dipasang, nama juga gaada, kelaspun sama sekali.

Ck ck ck. Sinting kali ya lo. Udah tampang lo preman banget. Sampe-sampe belum kepasang semua tuh atribut sekolah lo.

"AH, MALES GUE NGOMONG SAMA LO. LAMA-LAMA GABETAH GUE SEKOLAH DISINI! BHAY!!"

Laki-laki itu berjalan dengan angkuhnya, menaiki anak tangga, dan meninggalkan Kejora yang mematung di sana.

Kejora masih terpaku pada kalimat terakhir yang keluar pada mulutnya. Maksudnya apa? Apa dia pindahan?

  Sial, sial, sial!

YNK

Sepersekian detik yang lalu, bel tanda pulang dibunyikan. Niatnya, Kejora mau curhat ke Dira soal tadi pas istirahat. Eh, kok dia pulang. Boro-boro curhat, Dira kebelet boker. Lebay banget. Padahal di sekolah juga bisa.

You (Never) KnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang