Binna-Dystha

25 2 0
                                    

"Dysthaaaa.. Bangun! Udah jam berapa ini ? Kamu mau sekolah jam berapa ha?" Suara itu berasal dari Mama Adystha, yang jengkel karna anaknya belum juga bangun. Ia kembali mengguncang tubuh Adystha yang masih memeluk guling diatas tempat tidurnya.

Merasa tubuhnya terguncang, Adystha bangun walau masih setengah sadar. "Emang udah jam berapa sih mah ?"

"Kamu nih kebiasaan! Kalo lagi ga solat, bangun juga kesiangan! Udah setengah tujuh! Tuh di depan udah ada yang nungguin!" ujar Mama Adystha kemudian meninggalkan kamar anaknya itu.

Ucapan Mama membuat Adystha sadar 100%, gerakan reflek dengan menegakan tubuhnya hingga terduduk. Adystha memang tidak solat karna sedang datang bulan dan membuat dia bangun telat karna tidak bangun subuh untuk solat. Adystha tentu kaget karna waktu menunjukan pukul setengah tujuh dan juga ada yang menunggunya.

Adystha turun dari kasur dan langsung berlari keruang tamu menemui seseorang yang sudah menunggunya.

"Binna!" seru Adystha memanggil laki-laki yang sedang duduk di sofa ruang tamunya.

Binna mengalihkan pandangan dari ponsel pintarnya, melihat Adystha yang tadi memanggil namanya.

"Haduuuuhh..." keluh Binna melihat Adystha benar-benar dalam bentuk bangun tidur. Nampak dari baju tidur motif Mickey Mouse, rambut berantakan, mata Adystha yang nampak belekan.

"Sorry sorry, gue kesiangan.. Lo duluan aja deh, gue ga jadi nebeng. Entar gue berangkat sendiri gampang," ujar Adystha mendekat pada Binna. Semalam Adystha memang mengirim pesan pada Binna minta tebengan eh taunya dia malah kesiangan.

"Nanggung, gue udah kesini. Udah lo mandi aja sekarang cepetan!" balas Binna santai.

"Iiih.... Entar lo juga ikutan telat kalo nungguin gue," Adystha masih merasa tak enak pada Binna.

"Udah cepetan anjir, ntar makin telat kalo debat mulu!" Binna mendorong Adystha kembali kedalam rumah.

Adystha selalu kalah kalau ngomong dengan Binna. Pada akhirnya ia menurut dan segera kembali ke kamar mengambil handuk dan seragam sekolahnya menuju kamar mandi yang ada disebelah kamarnya.

Binna. Laki-laki berseragam kemeja batik sekolah dan celana abu itu adalah salah satu sabahat Adystha di sekolah. Walau selalu berbeda kelas namun Adystha dan Binna memiliki hubungan pertemanan yang baik.

Di sekolah Adystha terkenal ramah namun juga heboh karna keahliannya dalam berteriak. Ya, sedikit gila menyebut 'berteriak' sebagai sebuah keahlian. Namun untuk Adystha itu benar adanya.

Binna tahu, kalau Adystha memang sedikit kecowo-cowoan. Ga bisa dibilang 100% tomboy. Mungkin lebih ke Sporty Girl aja. Apalagi teman laki-laki Adystha itu banyak banget, ya salah satunya Binna.

Awalnya Binna mendekati salah satu teman Adystha, Anggi. Menjadikan Adystha sebagai cupid dan tempat curhat. Dan booom berhasil, Binna jadian dengan Anggi. Tapi tak berlangsung lama hingga akhirnya putus begitu saja. Walau begitu, Binna malah menjadikan Adystha tempat ia mencurahkan segala hal. Seiring berjalannya waktu, Binna dan Adystha semakin dekat bisa dibilang bersahabat.

Tak lama Adystha sudah kembali dihadapan Binna. Dengan seragam batik dan rok abu, rambut di kuncir asal, tas dipunggung dan sepatu yang ia jinjing.

"Gue ga mandi," cengerin tanpa dosa nampak diwajah Adystha.

"Anjiiirrr... Jorok lu," komentar Binna.

"Udahlah, yuk!" seru Adystha. Ia dan Binna keluar rumah dan memakai sepatu mereka di teras.

"Maaaa.. Pergi Samlekum," teriak Adystha sebelum menyusul Binna yang sudah duduk diatas jok motornya.

***

AdysthaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang