Raito melangkahkan kakinya memasuki hutan belakang sekolah dengan kekesalan yang tercetak jelas diwajahnya.
"Miss. Kikyo sangat menyebalkan." Guman Raito sambil menendang krikil didepannya.
Ada yang bingung kenapa Raito bisa sekesal ini? Baik, kita akan kembali melihat diwaktu sebelumnya...
-flashback-
"Class, hari ini kita akan adakan training di hutan belakang sekolah, miss sudah menyebar delapan bendera yang harus kalian dapatkan, waktunya sampai bel pulang sekolah, jika ada yang belum menemukannya sebelum bel berbunyi kalian akan mendapatkan hukuman spesial dariku." Jelas Miss. Kikyo dengan seringain diwajahnya.
"Tapi-"
"Aku tidak menerima penolakan apapun." Sela Miss. Kikyo begitu Leon ingin memprotesnya.
"Dan trainingnya dimulai dari... Sekarang."
-end flashback-
"Baru satu bulan masuk sekolah sudah ada training. Menyebalkan." Raito terus berjalan dengan gerutuan yang tak pernah berhenti hingga sepasang manik merah darahnya menangkap sebuah bendera yang tertancap di atas batu besar.
Bagai mendapat hadiah nobel, Raito dengan segera mendekati batu tersebut. Sampai jarak kira-kira 5 meter dari batu tersebut, tanah yang dipijaknya bergetar. Batu didepannya bergerak semakin tinggi dan tinggi, hingga sosoknya berubah menjadi golem batu.
"Sial!! Aku berharap tak ada pertarungan kenapa aku harus bertemu dengan makhluk menyebalkan sepertimu!" Seru Raito kesal.
Sosok golen batu tersebut mengerakkan tangannya hendak mengencet Raito. Tapi, dengan gesit Raito menghindar kesamping.
"Baiklah jika itu maumu..." Raito menarik pedangnya keluar dari sarungnya.
"Ayo berdansa." Mata sewarna Rubi milik Raito berkilat penuh humor.
Dengan satu hentakan kuat dikaki kananya Raito meloncat dan mengayunkan pedangnya secara vertikan dari dada kiri hingga ke pinggang kanan sang golem batu itu.
Namun, Raito harus menelan pil kekecewaan karena serangannya sama sekali tak berefek.
"Hahh... Ini akan merepotkan..."
Raito mengambil jarak cukup jauh dari golem batu tersebut. Ia mengeluarkan sekotak kartu dari dalam tas pinggang yang dibawanya.
Kartu-kartu itu keluar dengan sendirinya dari dalam kotaknya dan dengan tenang berputar mengelilingi Raito.
"Sedikit ledakan aku rasa tak masalah..."
Raito berlari dengan cepat kearah golem batu tersebut. Melihat itu, sang golem batu mencabut pohon yang lumayan besar di sampingnya dengan mudah dan melemparkannya kearah Raito.
Dengan gesit Raito mengelak dari serangan itu bahkan sempat menancapkan sebuah kartu AS hati dan 9 kriting didada kiri dan pundak kanan.
Sang golem batu juga tak mau kalah ia mengangglat kakinya yang sangat berat itu untuk menimpa Raito.
Dengan sedikit gerakan akrobat Raito lagi-lagi berhasil mengelak tanpa menimbulkan luka sedikitpun ditubuhnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
E.N.D : The Knight And Drak Creature
FantasyDisebuah pelanet yang jauh dari bumi, sebuah planet yang menjadi bagian dari gugusan bintang aquarius. Planet dimana tidak hanya manusia yang menempati planet tersebut. Planet dimana pertempuran masih berkobar dimana-mana. Oleh karna itu, mereka dib...