Pengakuan

29 5 0
                                        

Belum lama baru saja ku tutup pintu rumah dan meletkkan tas diatas meja berwarna coklat di ruang tamu, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dengan sigap ku pengang ganggang pintu itu namun terbesit keraguan, entah mengapa rasanya seperti seseorang yang akan membuat hatiku guncang berada dibalik pintu ini.

Ku mantapkan hatiku lalu perlahan membuaka pintu, belum sempat pintu itu terbuka sempurna pria itu telah siap membawaku lari, genggaman tangannya begitu erat membuatku sulit melarikan diri darinya.

Napasnya masih tak berarturan tetapi ia terus menatapku mencoba mengatakan sesuatu yang membuatku penasaran, benar aku memang tak mampu memahami mu baru saja aku mengira kau akan kembali menyatakan perasaanmu ternyata kau hanya ingin menunjukkan tempat ini, rumput hijau dengan angin yang terus menerpa setiap sisi.

Direbahkanya tubuh itu diantara padang rumput, matanya terpejam menikmati hembusan angin yang menentramkan hati, tak lama kemudian aku pun ikut berbaring disampingnya melakukan hal yang sama.

"Sorry for everything." gumamnya seraya menatap langit-langit yang hanya bisa ku balas dengan senyuman.

"Aku merindukanmu, aku merindukan saat-saat seperti ini harusnya dulu aku tidak mengatakan itu benarkan." lanjutnya.

"Aku mencintaimu." kalimat yang ku ucapkan sontak membuatnya tertegun lalu terbangun dari tidurnya.

"Iya aku mencintaimu hanya saja aku takut mengatakanya, aku bahkan sudah menyukaimu sebelum kita bertemu, aku tidak pernah absen membeli majalah yang ada fotomu." jelasku seraya tersenyum malu-malu.

THE END..

Cie..cie.. terimakasih banyak untuk para pembaca author kok malah jadi baper sendiri ya heheh.. jangan lupa tinggalkan jejak see you NEXT CERPEN

Look at meTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang