Aku mencintamu dalam diam.
Membiru dengan rasa rindu yang tak kunjung terucap.
Sendiri, aku memandangmu jauh dibalik pilar besar itu.
Memperhatikan tawamu yang dulu pernah tertawa bersamaku.
Hangat, dan membahagiakan.
Ah tidak,
Rasanya kupu-kupu dalam hatiku kembali mengepakkan sayapnya,
Menciptakan rasa geli yang dulu selalu bersarang dalam hatiku.
Menemani hari-hari panjang nan melelahkanku.
Ah, ini semua membuatku justru lebih merindukanmu.
Dan malam ini,
Rintik hujan kembali menemaniku bercumbu dengan rindu yang tak kunjung kau ketahui.
Sungguh,
Mencinta dalam diam memang tak mudah.
Tapi kau tahu?
Dia yang mencinta mu dalam diam adalah dia yang mencinta mu dengan sepenuh hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Catatan Pena
PuisiCatatan pena, aku berkata. Catatan pena, aku bercerita. Catatan pena, semoga kau suka.
