Mark terburu-buru membuka pintu itu namun mencoba tak mengeluarkan kegaduhan yang dapat membuat koala di pangkuanya terbangun.
'Faster Mark! U can do this! '
Mark menyemangati dirinya yang sudah berbanjir keringat. Ia menyingkirkan beberapa guling yang menghalangi space tidur Bambam, lalu menidurkan pria pemilik cotton candy hair itu di sana.
'Ok! Now... '
Mark mengatur napasnya menatap tubuh terlentang di bawahnya ini dengan tatapan super tajam seperti si green arrow. Bahkan lebih tajam setajam tatapan laser superman yang siap membakar pakaian yang menghalangi jarak pandangnya.
Nafas Mark entah kenapa terputus putus. Mungkin efek dari memory sialannya itu yang terus-menerus memutar di otaknya.
'Sumpah demi lollypop yang selalu kau emut, kenapa kau sangat menggairahkan, eoh? '
Mark masih membiarkan posisi dirinya yang kini berada di atas tubuh ringkih itu. Masih membiarkan fantasi liarnya mengalun merdu di kepala pintarnya.
'Mom! I'm sorry, but... '
Mark mencengkram sprai yang ia genggam untuk menahan tubuhnya agar tak menindih Bambam.
Gemuruh di balik dadanya makin mengeras, pening di kepalanya yang diakibatkan oleh bayang bayang Bambam yang telanjang terhentak-hentak karena ritme permainanya membuat ia ingin segera menerkam daging segar yang tersaji gratis di bawahnya, oh! Jangan lupakan sesuatu yang kini sudah berkedut kedut memberontak membuat seluruh tubuh Mark layaknya dibakar api imajiner yang tampak seperti dalam film favoritenya ghost rider.
Mark menutup matanya seiring dengan setan setan yang kini menekan Mark untuk segera menelangjangi Bambam.
'Motagesseo! I can't! '
Mark membuka matanya membuat tatapan penuh kilat nafsu itu membakar tubuh di bawahnya.
Dengan secepat kilat, Mark berjalan ke arah pintu, menutupnya dengan erat lalu menyandarkan punggungnya ke dinding dingin di luar kamar.
Ya, Mark kini berada di luar. Ia memilih melarikan diri dari pada harus mengikuti hawa nafsunya. Yang ada malah setan setan sialan itu bersorak menang karena ia terbujuk rayuan laknat mereka.
Ia menjatuhkan dirinya, lalu memeluk lututnya untuk menenangkan pikirannya.
'Bam...'
'Bambam...'
'Bambam!!! '
'What the fukk are you doing on me?! '
Mark mengepal tangannya erat hingga jarinya memutih. Ia tak habis pikir, sejak pagi itu semua berubah!
Ia menyimpan telapak tangannya di pintu pemisah dirinya dengan Bambam di dalam sana. Mencoba mentransfer kegundahan hati yang kini ia rasakan berharap Bambam bisa merasakan apa yang ia rasakan.
" haah~ " Mark menghembuskan napas gundah.
Ia bimbang dengan perasaannya sendiri.
Lalu menatap nanar ke arah sesuatu yang menyembul di antara pahanya. " oke, aku tidak bisa pergi bekerja dengan keadaan seperti ini " lirihnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk lagi lagi menuntaskan hasatnya sendiri.
@Mad coffee shop
" Yo! " seorang barista yang sudah sangat ia kenal menyapanya sambil melambaikan tangan kirinya.
Mark membalas lambaian itu hanya dengan sebuah acungan telapak tangan tanpa senyum.
Tepat saat mereka berpapasan, Mark dihadang oleh tangan kekar yang sedang menggenggam lap membuat wajah tampannya harus mencium mesra lap kumal tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Morning
FanfictionMark x Bambam, boys love, yaoi, drable, nc perjuangan merebut hati si dingin dengan sengaja berbuat nakal agar mendapat perhatian
