"Aku menemukan arti kata setia setelah aku mengoreksi diriku sendiri." -Stayed.
Dulu.
Aku, Stefhanie Emerald. Akrab di panggil Steffi. Ya bisa ku sebut disini bahwa aku adalah wanita yang hampir tersakiti. Di masa remaja aku itu gak seindah di masa remaja kalian. Apalagi untuk kalian yang punya cowok kayak aku, sangat aku yakini kalo kita sangat berbeda. Iqbaal Amdermand, enggak seperti yang kalian bayangkan. Enggak seperti apa yang laki-laki biasa lakukan kepada wanita.Tapi betapa bersyukurnya aku kepada Tuhan, kalo aku masih di kasih kesempatan untuk hidup bersama orang yang aku cinta. Dan pastinya, Iqbaal masih diijinkan oleh Tuhan untuk mendampingi aku entah sampai kapan. Ya dia yang meragukan setiap kata yang keluar dari mulutku. Meski begitu, dia tetap mencintai ku. Walau perlahan kalian akan tahu apa keburukan dibalik semua ini.
Cinta yang membuat aku gak bisa untuk mengingat lagi kebencian ku kepada Iqbaal. By the way aku masih ingat apa perkataan ku setelah tau bagaimana Iqbaal. "Dear Iqbaal, andaikan semuanya tidak terjadi aku tidak akan begini."
Sekarang aku belajar melupakan masa buruk itu dengan cinta. Walaupun setiap perempuan itu kembali di hadapannya, aku mencoba mengerti bahwa perasaan tidak bisa dibohongi. Kalian harus kenal, perempuan yang aku maksud itu ialah Vanilla Caitlin yang biasa Iqbaal dan aku panggil Caitlin.
"Cinta kamu bagi aku gak penting baal, karena aku hanya butuh kasih sayang." Kata caitlin.
"Sedangkan aku, simple. Aku cuma butuh kesetiaan."
"Aku bisa kasih itu ke kalian berdua, eh maaf maksudnya dari salah satu antara kalian karena pada akhirnya aku harus memilih." Kata Iqbaal. "Tapi apa yang kalian bisa kasih ke aku? Sambungnya.
"Aku bisa ngelayanin kamu dengan harta aku. Karena dengan harta, cinta bisa mengikutinya." Ujar Caitlin sangat santai.
"Hati aku yang bisa aku kasih ke kamu." Kata Steffi.
"Aku harus pilih yang mana?" Ucap Iqbaal bingung.
"Aku aja, perempuan kayak dia jelek. Enggak pantes buat kamu." Kata Caitlin dengan gaya sombongnya.
"Maaf, tapi percuma cantik kalo lo gak punya otak." Steffi.
"Hm maksud lo, lo ngatain gue bego?" Caitlin.
"Sepaham dan sementoknya otak elo aja, sekali lagi, Iqbaal butuh perempuan pintar. Bukan cantik luar tapi harus cantik dalam juga." Steffi.
To be continued..

KAMU SEDANG MEMBACA
Stayed
Teen FictionGak pinter bikin cerita, tapi gak ada salahnya untuk menghargai dengan vote dan comment. Terima kasih😊💕