Chapter 4

11.9K 288 36
                                        

Waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali

------
sesampainya dirumah, aku langsung dan ka vino langsung menuju dapur untuk makan.

"ganti baju dulu sana baru makan" ujar mama menghampiriku ke dapur

"udah gak tahan lagi ma, lapar banget" aku menyendok nasi dan mengambil lauk, selesai berdoa aku menyantap makan siangku

"emang kamu gak jajan disekolah?"  tanya mama menambahkan sayur ke piringku, mama paling tau aku gak suka sayur, makanya setiap kali makan, harua diawasi sampai sayurnya habis ku makan

"nggak ma, tadi kami ada dikutip untuk beli perlengkapan kelas" mama hanya mengangguk

"ma, mulai besok kasih aja atha bawa motor sendiri ke sekolah" kini giliran ka vino buka suara, sepertinya dia tenaganya sudah terisi selesai makan

"kamu gimana sih vin, kamu mau kejadian kemarin terulang lagi sama atha"

"itu udah lama sekali loh ma, capek ngantar jemput dia tiap hari, mama bayangin aja, baru dua hari aja ngantar jemput dia udah capek banget"

"ka vino mah gitu, kan searah juga sama kampus kakak" sanggahku

"searah sih searah, tapi semester ini jadwal kuliah kakak siang loh tha, kamu bayangin aja, pagi ngantar kamu, habis itu pulang kerumah, berangkat ke kampus, habis kuliah langsung jemput kamu"

"biar nggak capek kakak sekalian aja ke kampus, nunggu disana aja sampe siang"

"mau ngapain dikampus dari jam 7 tha?"

"ngapain keg"

"pokoknya aku gak mau tau, mulai besok kamu bawa motor sendiri ke sekolah" ka vino meletakkan piringnya ditempat kotor

"ma tau nggak, pas aku MOS.." ka vino langsung memotong ceritaku sebelum ku adukan semua kejadian waktu MOS, apalagi mama tau tanganku luka saat MOS. bisa bisa uang jajan ka vino dipotong satu minggu.

"ia besok kakak antar kamu ke sekolah" sepertinya ka vino tau apa yang akan aku katakan sama mama, ka vino meninggallan dapur menuju kamarnya.

" kenapa waktu kamu MOS" tanya mama penasaran

"nggak kog ma, kan udah aku ceritain kemarin sama mama"

"oh itu, mama kirain apaan"

"aku ke kamar dulu ya ma"

aku menaiki tangga demi tangga untuk sampai di kamarku. seragamku kugantungkan di pintu kamarku kuganti dengan pakaian rumah.
kurebahkan badanku di tempat tidur.

aku teringat kejadian waktu Aku SMP dulu. jadi waktu kelas tiga SMP aku pernah mengalami kecelakaan hebat.
biasanya papa yang antar jemput aku karena kantornya searah dengan sekolahku.

tapi seminggu itu papa ada pertemuan di luar kota. ka Vino ada ujian semester saat itu jadi tidak bisa mengantar jemput, ka david bisa mengantar tapi tidak bisa menjemput.

akhirnya kuputuskan untuk membawa motor ke sekolah untuk membuktikan bahwa aku bukan anak manja seperti yang dikatakan ka david dan ka vino padaku setiap hari.

awalnya mama tidak memberi ijin, apalagi papa menentang habis keputusanku. tapi dengan sejuta rayuan akhirnya aku berhasil meyakinkan mereka.

dari senin sampai jumat aku berhasil membuktikan bahwa aku bisa mandiri kepada kedua kakakku.

setiap sabtu sekolah kami lebih cepat pulang dari biasanya. jam dua belas kami sudah pulang. diperjalan menuju rumahku, nasib buruk menimpaku.

kebetulan hari itu selesai hujan, jalanan masih basah dan licin. saat melewati turunan dekat rumah,  seseorang menyerempetku membuatku kehilangan kendali.

My Perpect BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang