Selalu ada alasan dibalik kita dipertemukan dengan orang baru. mungkin untuk mengubah hidupmu sendiri atau untuk mengubah hidupnya.
---------------------
"Gedebuk"
"awww.. awww...." aku meringis kesakitan mendapati diriku jatuh dari kasur, tulang tulangku seakan remuk. mimpi indahku sudah pergi entah kemana
aku bangkit dari lantai, ku ambil selimut dan bantal gulingku yang ikut jatuh bersamaku dari tempat tidur
"tha... agatha..., cepat bangun"
teriak mama dari pintu kamarku sambil menggedor gedor pintu kamarku
"ia ma, ini udah bangun" sahutku mengucek ucek mataku dan memegangi pinggulku yang sakit akibat jatuh tadi
"langsung mandi jangan molor lagi" teriak mama dari luar pintu kamarku
"ia mamaku sayang, ini lagi beresin tempat tidur" seruku dari dalam kamar sembari merapikan kasurku
"nanti langsung turun kebawah ya serapan" teriak mama lagi sebelum meninggalkan pintu kamarku
"oke siap boss" sahutku enteng
kamarku sudah kupastikan tertata rapi dan bersih sebelum aku mandi. karena jika mama melihat kamarku berantakan, maka aku tidak akan bisa berangkat sekolah. hal ini lah yang diajarkan mama padaku sejak SD hingga sekarang.
kata mama sebagai seorang perempuan, kita harus membiasakan diri untuk menjaga kebersihan diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita. karena bersih itu panggal sehat.
selesai mandi aku langsung memakai seragam ku, ku keringkan rambutku menggunakan pengering rambut.
kujalin rambutku yang sudah kering dengan pita biru disebalah kanan dan sibelah kiriku. semua perlengkapan MOS ku sudah kumasukkan kedalam tas.
aku segera turun kebawah untuk serapan dengan kedua orang tuaku ku dan kedua saudara laki laki ku.
"selamat pagi" sapaku berjalan dari tangga menuju meja makan, mama dan papa juga kedua saudaraku sudah berada disana
"ayo makan, nanti kamu telat" seru mama mengambilkan nasi dan lauk dipiringku
aku meletakkan tasku disudut kursi dan duduk diantara kedua saudaraku.
"ngapain sih lama lama dikamar, mending cantik, yang ada kayak orang gila" kakaku yang kedua mengomentari penampilanku
"terserah aku dong mau lama mau cepat" seruku mengambil sendok
"tapi gara gara kamu kita jadi gak bisa makan"
"bodo amat" ujarku nggak mau kalah
"vino, atha" seru papa menghentikan perdebatan kecilku dengan ka vino.
"kapan sih kalian bisa dewasa" seru mama
"kita berdoa dulu sebelum makan, agar kalian juga diberkati sampai tempat tujuan dengan selamat" seru mama
"atha, pimpin doa" perintah papa
aku segera memimpin doa menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan untuk nafas kehidupan dan makanan yang tersedia dihadapan kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perpect Boyfriend
Novela JuvenilAkankah waktu mempertemukanku dengan seseorang sepertimu lagi?
