PART 9 (END)

1.8K 131 17
                                        

Kini sudah akhir pekan dan sesuai janji Sehun, ia akan membawa Luhan bertemu orang tuanya. Tapi sebelum itu, sebelum Sehun datang, Luhan harus menyiapkan dirinya. Berbagai pakaian telah keluar dari lemari kecilnya dan berserakan di sekitar kamar kecilnya. Memilih yang mana yang pantas ia gunakan untuk bertemu orang tua Sehun atau Sehun pernah menyuruhnya memanggil orang tuanya dengan sebutan ayah dan ibu. Ketika membayangkan itu, pipi Luhan bersemu dan jantungnya terpacu dua kali lipat, ah tidak bahkan empat kali lipat dari normalnya. Melihat jam di ponselnya, ia kembali tergesa-gesa untuk memilih yang mana yang harus ia gunakan.

"Astaga kenapa tidak ada yang bagus" mendesah pasrah dan detik itu juga ia sudah melihat Sehun berada di ambang pintu kamarnya.

"Astaga Sehun! Jangan mengangetkanku!" Mengelus dadanya yang terkejut dan yang memang sedari tadi sudah mengeluarkan suara tak beraturan dari dadanya.

"Kau akan selalu cantik memakai apapun" sambil tersenyum tulus ke arah Luhan.

"Jangan sebut aku cantik"

"Astaga bagaimana bisa aku tak mengatakan dirimu cantik, jika aku hanya memilih dirimu daripada gadis gadis muda yang ada di luar sana, parasmu yang cantik itu melebihi mereka Lu dan itu salah satu hal yang membuat aku tertarik padamu" Sehun mungkin saat ini sudah bersorak ria dalam hatinya karena berhasil menggoda Luhan dan dapat melihat wajah Luhan yang seperti tomat saat ini.

"Sudahlah jangan menggodaku, sekarang pilihkan yang mana menurutmu bagus, aku tak bisa memilih"

"Kau sudah mencoba semuanya dan ini yang terkakhir kan?" Hanya dijawab anggukan oleh Luhan karena memang benar ia sedari tadi sudah memilih dan mencoba semua baju yang ia punya namun nihil tak ada yang bagus menurutnya.

"Baiklah baiklah, kau cantik menggunakan apapun itu Lu, percayalah..ya aku memang tak seromantis yang kau kira, tak seperti pria lain yang akan membelikan pasangannya pakaian yang bagus hanya untuk bertemu orang tuanya, tapi aku berbeda, aku ingin jati diri kekasihku dilihat dengan jelas oleh orang tuaku"

"Ada apa denganmu hari ini, sungguh kau sangat ah sudahlah aku pakai ini saja..ayo berangkat Sehun" meraih tangan Sehun dan berpegangan tangan.

"Aku sangat apa?" Mencoba menggoda Luhan lagi namun yang di goda hanya menggeleng dan menutup mulutnya.

"Aku sangat apa sayang?" Merengeng terus walau mereka sudah berada di dalam mobil, namun detik berikutnya hal yang tak Sehun duga pun dilakukan oleh Luhan. Luhan langsung menyambar bibir Sehun dan mengecupnya sekilas.

"Kau sangat tampan dengan setelan serta potongan rambutmu yang baru ini"

"Ah terima kasih sayang" dan tersenyum ria di sebelah Luhan.

"Sudahlah, cepat jalankan mobilnya"

"Baiklah baiklah nyonya Oh kau tak sabaran bertemu calon mertuamu ya?"

"Berhenti menggodaku Sehun" dan jawaban itulah yang membuat Sehun menjalankan mobil mewahnya, pergi menuju kediamannya dan memperkenalkan Luhan kepada kedua orang tuanya.

.

.

.

Tiba di rumah yang sangat besar dan megah, mereka pun memasuki pintu putih itu, berjalan bersama dan bergandengan menuju ruang tengah di mana kedua orang tua Sehun sudah menunggunya di sana. Luhan merasa sedikit canggung dan tentunya detak jantungnya yang sebelumnya sudah berdetak kencang tapi mereda saat perjalanan kini harus kambuh lagi karena saat ini Luhan sudah berada di hadapan kedua orang tua Sehun.

"Apa ini pacarmu?" Ibu Sehun berujar dan menurut Luhan itu benar-benar dingin hingga menusuk tulangnya. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah cepat pulang.

Only In Chat Room (HunHan) | ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang