Di satu kamar yang tak terlalu luas, tampak dua orang yang tengah tertutup selimut dan memeluk satu sama lain. Tersenyum seolah mereka berdua dapat melihat senyum menawan satu sama lain. Masih enggan untuk membuka mata namun senyuman itu tak pernah luntur dari bibir mereka. Bergerak semakin dekat dan semakin mengeratkan pelukan, menyalurkan kehangatan, bersama seperti ini sangatlah disukai oleh mereka berdua sebelum suara ketukan pintu mengintrupsi mereka berdua dan Luhan harus bangun dari tempat tidurnya, Sehun harus rela melepas pelukannya itu.
Dibukanya pintu kayu itu dan betapa terkejutnya Luhan mendapat seorang sahabatnya yang tengah terisak. Luhan mempersilakan sahabatnya itu untuk masuk, mendudukkannya di kursi dan membawakannya segelas air. Semoga itu sedikit membantu, pikir Luhan.
"Ada apa Baek? Kenapa kau menangis?" Mencoba memulai pembicaraan dan Luhan sedikit banyaknya juga penasaran dengan keadaan Baekhyun saat ini.
"Luhan...Chanyeol tak menjawab teleponku...hiks"
Begitu Luhan mendengar penyebab sahabatnya ini menangis, Luhan langsung merotasikan matanya dan ingin rasanya ia memukul kepala bagian belakang sahabatnya ini.
"Hanya itu?" Itu bukan Luhan yang bertanya, tapi satu orang yang tak ada sangkut pautnya dengan permasalahan ini yang tiba-tiba datang dari kamar Luhan.
"Kau datang sepagi ini dan mengganggu kegiatan pagi kami yang indah hanya untuk menangis dan mengatakan bahwa kau menangis karena teleponmu tak diangkat oleh Yoda sialan itu?"
"Sehun kenapa kau di sini?" Baekhyun langsung bingung dibuatnya, menatap Luhan dan Sehun secara bergantian. Meminta penjelasan lebih.
"Untuk apa aku di sini itu tidak penting. Sekarang yang terpenting adalah kau segera pergi dari sini karena aku tak ingin pagiku berantakan karena ulahmu"
"Aish ini rumah Luhan, kenapa kau yang mengaturku?! Luhan saja baik-baik saja" Luhan yang dibawa namanya hanya bisa memandang bingung ke arah Baekhyun. Sebenarnya ini ada apa? Ingin Luhan berteriak seperti itu.
"Bisa kalian jelaskan padaku?" Memasang wajah bingungnya dan sukses membuat Sehun gemas karenanya.
"Dia hanya pengganggu" ucap Sehun datar.
"Kau tak becus menjelaskannya. Biar aku saja yang jelaskan"
"Jika kau bisa menjelaskannya pada Luhan ku"
"Tunggu..'Luhan ku'?"
"Ya kami kekasih jika kau ingin tau. Sekarang cepat jelaskan dan setelah itu pergi dari sini!"
"Baiklah baiklah.. jadi begini Lu, aku dan Sehun itu berteman karena Chanyeol adalah sahabat Sehun, Chanyeol mengenalkanku pada si datar ini dan jadilah aku kenal dengannya, tapi kau tak usah khawatir, aku tak ada hubungan apa-apa dengannya. Ah ya aku juga tau dia akan dijodohkan"
"Sudah? Silakan pergi dari rumah ini!"
"Tunggu dulu Sehun-ah, biarkan Baekhyun di sini.. dsn sepertinya kau tau kemana Chanyeol"
"Dia sedang ada urusan bisnis, dia baru berangkat tadi, jadi tunggu saja sebentar lagi dia pasti menghubungimu.. astaga hanya masalah sepele kau datang ke rumah Luhan?"
"Jika iya kenapa?"
"Sudahlah Baek, ayo kita sarapan.. aku akan membuatkan sesuatu untukmu"
"Aku tidak Lu?"
"Kau juga Hun-ah"
Mereka duduk bersama, memakan sarapan pagi dengan saling melempar tawa satu sama lain. Saling terasnyum sebelum suara pesan milik Baekhyun berbunyi dan dibatengi dengan teriakan nyating oleh Baekhyun.
"Lu dia sudah menghubungiku! Astaga aku senang sekali Lu" mengguncang guncang tubuh Luhan yang berada di sebelahnya dan berikutnya sebuah delikan dari Sehun ia dapatkan.
"Kau apakan kekasihku hah?!"
"Maaf Hun.. aku terlalu senang" membalas dengan senyuman bodoh miliknya.
"Jika kau terlampau senang, jangan kau guncang-guncang tubuh Luhan dan membuatnya seperti hilang nyawa. Lihat apa yang sudah kau perbuat" seketika Baekhyun menatap wajah Luhan yang tak dapat ia jelaskan bagaimana kondisinya. Rambut Luhan yang memang dari awal sudah tidak rapi semakin tak rapi saja dilihatnya, wajah Luhan yang tadinya sempat tersenyum manis kepadanya kini terlihat seperti tidak bernyawa dengan cengiran yang masih tersisa disana.
"Astaga Lu..sadarlah..kau baik-baik saja?"
"Hmm..a-aku baik B-baek" tersenyum terpaksa
"Sekarang kah boleh pergi.. aku dan Luhan akan bekerja"
"Aishh baiklah baiklah aku pulang" melangkah pergi, namun sebelum itu ia sempatkan untuk mengecup pipi Luhan sekilas dan kembali membuat Sehun mendelik
"Yak! Cukup bibir laknatmu bersentuhan dengan Yoda sialan itu, jangan kau coba-coba menyentuhkannya dengan Luhan ku!"
"Ya ya albino sialan, sedari tadi sudah berapa larangan yang kau buat untukku hun?! Aku pergi! Sampai jumpa Lu~"
Baekhyun pun melenggang pergi dari rumah Luhan dan Sehun langsung menghapus bekas kecupan yang ada di pipi Luhan.
"Jangan dekat-dekat dia lagi, dia sangat berbahaya"
"Astaga Hun-ah kau lucu sekali" terkekeh pelan dengan perlakuan Sehun barusan. Ingin Luhan menimpali perkataan Sehun namun sebelum itu, Sehun sudah menyambar bibir Luhan. Melumatnya halus dan disambut oleh Luhan. Dikalungkannya tangan mungil itu di leher Sehun, memejamkan mata dan menggerakkan kepalanya berlawanan dengan gerak Sehun. Sehun yang meminta akses lebih pun disambut baik oleh Luhan. Dibukanya kedua belah bibir mungil Luhan dan lidah Sehun langsung melesat masuk, membelit lidah Luhan dengan lembut, beralih pada gigi dan gusi milik Luhan dan dibalas lenguhan halus oleh Luhan. Sehun pun melepas pagutan mereka berdua sambil membisikkan sesuatu pada Luhan "Jangan kau biarkan siapa pun mencium atau mengecupmu, baik itu di dahi atau di pipi sekalipun. Yang hanya bisa melakukan itu hanya diriku, karena aku tak ingin orang lain merasakan rasamu. Katakanlah aku terlalu protektif padamu, tapi itulah bentuk cintaku padamu Lu"
"Aku mengerti Hun-ah, tapi kau seharusnya menghapus bekas yang ada di pipiku, bukannya mencium di bibirku" Luhan mempoutkan bibirnya.
"Jangan memajukan bibirmu seperti itu, membuatku ingin memakanmu di pagi hari ini"
"Makan saja jika kau bisa" Luhan seolah menantang Sehun. Sambil tersenyum dan mengerlingkan matanya, Luhan mendekat ke arah Sehun, memeluknya sangat erat.
"Mungkin nanti malam, aku akan menunggumu pulang Sehun. Sebaiknya kau sekarang bekerja"
"Tapi kau harus bertanggung jawab sekarang Lu, karena kau sudah membuat adikku bangkit"
Luhan hanya menggeleng di pelukan Sehun, rambut Luhan bergesekan dengan dada Sehun yang dibalut kaos putih yang membuat Sehun geli karenanya "Kau bermain saja sendiri di kamar mandi" dan langsung melepas pelukannya dengan Sehun, melenggang pergi meninggalkan Sehun yang masih bengong membatu di sana.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Yehet!
Akhirnya bisa update juga wkwkwk maaf jika lama dan makin ngawur ceritanya, maaf juga jika banyak typo hehe
.
.
.
Yehet!
520
47
KAMU SEDANG MEMBACA
Only In Chat Room (HunHan) | ✔
RomansaSikap Luhan yang selalu tenang di depan Sehun, namun tidak setenang dibelakangnya/"Maafkan aku dan tinggalkan aku sendiri"-Luhan/"Aku menyukaimu-tidak, aku mencintaimu"-Sehun BL-Yaoi-BoyxBoy HunHan/SeLu
