Hari pertama

49 7 10
                                        

(Alvernia Pov)

Hari ini adalah hari pertama kegiatan belajar mengajar dimulai setelah MOS selesai dilakukan kemarin. Aku melangkahkan kaki ku menuju koridor sekolah yang sudah ramai dengan para siswa. Mataku menelusuri satu persatu murid yang ada disini. Kalian pasti tau siapa yang aku cari. Yapss siapa lagi kalau bukan Gina, Novi, dan Athan. Kami berempat satu jurusan, tapi sangat disayangkan Novi tidak satu kelas dengan kami bertiga.

"Ginaaa!"
"Sinii! Kelasnya disini."
"Lo duduk sama siapa?"
"Duduk sama Athan."
"Yahh gue duduk sendiri dong?"
"Yaudah sih gapapa, lo duduk didepan gua."
"Yaudah deh."
"Novi mana?"
"Udah ke kelasnya tadi, lo sih datengnya lama."
"Kelasnya Novi dimana?"
"Disebelah. Ga nanyain kelasnya Danish?"
"Ga."
"Hahaha."

Aku duduk dibangku nomor dua dari belakang, sedangkan Gina dan Athan duduk dibelakangku. Aku duduk sendirian, sampai akhirnya ada dua orang perempuan menghampiri mejaku. Aku kenal salah satu dari perempuan itu, karena kami satu kelompok saat MOS. Namanya Bella.

"Alvernia ya? Lo duduk sendiri kan?"
"Iya kenapa?"
"Temen gue duduk sama lo ya ver?"
"Oh yaudah"

Kupikir ini buruk. Temannnya Bella terlihat seperti... Bad girl. Tapi ku akui dia cantik. Entah siapa namanya, tapi aku tidak berharap berteman baik dengannya karena sepertinya dia troublemaker.

"Lo duduk disini aja ya Nes sama Alvernia. Dia baik kok orangnya, gue waktu MOS satu kelompok sama dia." Bella terlihat seperti membujuk anak kecil.
"Iya bel, nanti istirahat gue kekelas lo ya?"
"Iya." Bella melangkahkan kakinya keluar kelas, bersamaan dengan itu bel tanda masuk berbunyi. Aku segera duduk dibangku ku.

"Gue duduk disini gapapa kan?" Gadis ini memulai percakapan denganku.
"Iya gapapa."
"Nama gue Nesya."
"Gue Alvernia."

Gadis ini sepertinya baik. Dia cantik, tapi dilihat dari penampilannya sangat acak-acakan. Tidak mengikuti peraturan sekolah. Dilihat dari penampilan dan caranya bicara saja sudah dipastikan bahwa dia badgirl.

"Ver?" Athan memanggilku sambil menarik-narik ujung rambutku.

"Apaansi, ga usah megang-megang rambut gue yang indah." Ujarku memasang wajah kesal

"Najis bego. Ehh lo duduk sama cabe?" Ujar Athan berbisik dari belakang.

"Iya. Baru hari pertama dapet temennya yang kayak begini." Ujarku berbisik juga.

"Awas ego orangnya denger." Ujar Gina ikut-ikutan

"Rambut apa ijuk." Ujar Athan menatap sinis kearah rambut Nesya.

"Hahaha." Kami bertiga tertawa tanpa menghiraukan tatapan aneh dari murid-murid lain.




•••

Hari ini belum dimulai kegiatan belajar mengajar, masih tahap perkenalan dengan teman-teman dan para guru yang masuk kekelas kami. Cukup bagus untuk hari pertama dan juga lumayan melelahkan. Dikelas ini sepertinya banyak sekali kutu buku. Ku pikir kelas ini akan sangat membosankan karena dipenuhi murid-murid seperti mereka. Jauh berbeda dengan suasana saat SMP. Kelas yang selalu berisik dan ramai dengan para troublemaker.

"Dikelas ini belum ada pengurus kelasnya ya?" Bu Inka bertanya pada kami semua. Dia adalah guru IPS.

"Belum bu."
"Ibu yang buat pengurus kelasnya boleh? Buat sementara aja sih. Nanti kalo Wali Kelas kalian udah ngajar dikelas ini, pengurus kelasnya boleh diganti sesuai kemaun Wali Kelas kalian. Gimana? Boleh?"
"Boleh."

Late to MissTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang