Hatimu sedingin Tegal Alun.
Mulutmu seolah-olah membisu seperti Danau Ciharus di pagi hari.
Telingamu seakan-akan tuli tuk mendengarkan celotehanku yang sayang padamu.
Bagaikan Ranu Pane dan Ranukumbolo.
Bagaikan Taman Hidup dan Danau Kaco.
Bagaikan Sabana Merbabu dan Oro-oro ombo.
Seperti itulah rasa sayangku padamu.
Tolong dengarkan itu.
Tolong sadari itu.
Wahai manisku. . .
21 Maret 2017
-TapakJohn-
KAMU SEDANG MEMBACA
TUALANG
PoesiaKumpulan sajak yang terlahir di antara dingin dan lebatnya belantara sunyi. Alam adalah bumbu utama kumpulan sajak ini, maka dari itu dinamakan "TUALANG"
