3. Who?

311 43 14
                                    

"Jangan nangis gitu ah, Queen. Kita jadi panik nih, kirain ada yang salah sama kita." ujar Stella.

"Gue ga nangis kok, hehe. Cuma berair aja," ujar Queen disertai gelak tawa dari mereka.

"Berair apaan anju," sahut Cyntya masih disertai tawa yang sedikit mereda.

"Pokoknya berair haha," balas Queen.

"Garing ah," ujar Devon.

"Siram air biar basah lagi Dev," sahut Daniel datar. Tunggu, apa? Daniel menyahut gurauan mereka?

Seketika semua diam dan menatap heran ke arah Daniel yang sedang menatap mereka satu persatu dengan datar.

"Apa?" tanya Daniel yang merasa teman-temannya aneh karena pada diam.

"Lu beneran Daniel kan? Lu bukan alien yang nyamar jadi Daniel kan?" ujar Dio membuka suara.

'Sial, gue baru inget kalo gue keceplosan ngomong. Anjir, gara-gara Queen nih buat lelucon ga lucu.' batin Daniel dengan telinga yang memerah. Itu tandanya dia malu. Malu banget.

Sebenernya Daniel jarang banget ngomong kalo ga penting banget. Makanya teman-temannya kaget waktu denger Daniel menyahut gurauan yang ga penting buatnya. Itu adalah pertama kali Daniel ngomong tanpa di tanya duluan.

Ada suatu kejadian yang membuat Daniel menjadi dingin, cuek, dan datar. Itu karena kedua orang tuanya yang sudah bercerai, membuatnya kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Daniel tinggal bersama ibunya, tapi ibunya jarang pulang kerumah karena urusan pekerjaan. Dan karena itu dia jadi dingin. Tapi sepertinya sifat itu sebentar lagi akan hilang. Sejak kedatangan Queen di hidupnya, membuatnya jadi sering senyum meski tidak di perlihatkan.

Oke, kembali ke cerita.

"Gila, baru kali ini kan Daniel nyahut tanpa di tanya?" ujar Jeslyn dan tawanya.

"Iya anjir, kesambet apaan dia?" sahut Ryan.

"Gue tau--"

"Kesambet Queen kali," potong Keira cepat.

"Wahahaha, iya betul," setuju Claudia.

Queen yang namanya disebut-sebut pun kaget bukan kepalang. Matanya terbelalak dan mulutnya menganga.

"Apa si Clau," ujar Queen segera.

"Haha, just kidding, Queen."

Lalu semuanya tertawa, Daniel hanya menatap mereka datar. Tapi sebenernya dia seneng banget.

QUEEN POV

Mereka asik banget. Rasanya sangat nyaman bersama mereka. Sudah lama aku ga ngerasain senangnya bergurau sama teman. Kapan ya, terakhir kali aku bercanda sama temen? Hm, mungkin 4 tahun yang lalu.

Dan oh ya, Daniel lucu kalo malu. Telinganya sampe merah gitu. Mungkin hanya aku yang bisa melihat dia malu. Karena aku duduk di depannya.

Apaan si gue, malah mikir Daniel lagi. Ga penting banget, ewh.

Disaat kami sedang seru bergurau bercanda ria, tiba-tiba sebuah gebrakan meja mengagetkan kami.

BRAK.

Aku dan yang lain segera menoleh ke asal suara. Tepatnya di sebelahku. Seorang cowok dengan tampang badboy nya sedang menyeringai padaku. Telinganya di tindik dan memakai anting, bibirnya juga di tindik. Ewh, ga level banget. Udah bajunya berantakan. Eh tunggu, kayaknya aku pernah liat dia. Dimana ya? Ish ingatanku memang ga terlalu baik.

My QueenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang