- Elisa's POV -
" Aku sudah pernah bilang jangan pernah tidur dengan TV menyala! " Aarrgghh haruskah dengan cara ini dia membangunkan ku?
" Elisa bangun! " Aku hanya merubah posisi tidurku.
" Elisa jangan membuatku mengambil air dingin dan menyiram kepalamu. " Aku yakin dia tidak akan setega itu.
" Elisa ! Sekarang !!! "
" Hemm "
" Aku bilang sekarang!! " Aku tidak menggubris perkataannya. Ini hari minggu aku bebas tidur seharian. Aku tidak mendengar lagi suara cerewet Vanessa yang aku dengar hanya suara langkah kaki.
" Aargghhhh " Aku meringis karena kedinginan. Air dingin itu menyentuh wajahku oh tidak tepatnya menampar wajahku. Air itu membasahi wajah dan sebagian bajuku.
" Apa yang kau lakukan? " Aku mendesis geram.
" Menurutmu apa? " Vanessa menatapku dengan tatapan sinis, tangannya terlipat didepan dadanya dengan tangan kanan memegang sebuah gelas kosong yang tadinya berisi air dingin.
" Kau jahat sekali ! " Aku memasang wajah memelasku.
" Kau yang jahat. Kau membiarkan TV ku menyala semalaman. Kau pikir biaya listrik bisa dibayar dengan angin hah ? " Aku mengerucutkan bibirku. Ini bukan salah ku. Aku hanya lupa. Iya lupa. Vanessa mendecak kesal.
" Sekarang cepat mandi atau aku akan mengirimu kembali ke Inggris ! " Mataku sekarang memancarkan aura kesal yang ada didalam diriku. Vanessa memang menyebalkan. Kalau saja aku punya tempat tinggal di Jakarta selain dirumahnya. Aku tidak akan mau tinggal bersama nenek lampir itu.
Aku berharap sekarang aku mempunyai kekuatan super dan dapat memindahkan barang hanya dengan pikiranku. Dan tujuan pertama ku adalah memecahkan aquarium ikan kokinya. Membuat ikan itu kehabisan napas dan mati, dan Vanessa akan menjertit histeris. Ya aku harap.
" Apa rencana licik yang sedang melintas di otakmu hah ? " Aku tersentak. kakiku refleks berlari kearah kamar mandi. meninggalkan Vanessa dengan kekesalannya.
**********
- Enrico's POV -
" Ayolah bodoh kau harus bangun. " Apakah harus sepagi ini ? "
" Ayolah Tammy ini hari minggu dan aku yakin ini masih pagi aku ingin tidur sebentar saja, aku kurang tidur. " Masih terasa berat bagiku untuk membuka mataku dan menatap Tammy.
" Aku tidak peduli, kau ada jadwal untuk pemotretan dan kau salah sekarang sudah jam 9 pagi. " Dari celah mataku aku dapat melihat Tammy berdiri di depan tidurku dengan tatapan memerintah beda dengan ibunya yang penuh dengan kasih sayang di matanya.
" Batalkan saja aku masih ingin tidur lagi-- "
" Ooh shit! apa yang kau lakukan ? " Aku membelalakan mataku, tanganku dengan cepat mengelus pundak kananku yang kalau tidak salah dipukul Tammy dengan stick drum.
" Memukulmu, kau bodoh sekali jelas - jelas kau merasakannya. "
" Aku tahu, hanya saja kenapa kau melakukan itu? kau tahu, kau sudah melukaiku aku bisa saja menuntutmu "
" Aargghh iya sudah cukup! " Aku meringis kesakitan sekarang bukan hanya punggungku yang sakit tapi pinggangku juga merasakan hal yang sama, aku mengutuk siapapun yang menemukan stick drum itu. aku bersumpah !
" Sekali lagi kau membantahku. aku bersumpah hidungmu akan berpindah ke dahimu dan sekarang cepat mandi atau aku akan memandikanmu dengan bensin. " Tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke arah kamar mandiku.
Kalau saja Tammy bukan sahabatku aku yakin hidupnya tidak akan mudah lagi sejak dia memukulku tadi. Ibunya Tammy adalah baby sitter ku saat aku kecil dan aku sudah bersahabat dengan Tammy sejak kami masih sama - sama mengenakan popok. Tammy 2 tahun lebih muda dari pada aku, aku adalah anak semata wayang oleh karena itu aku menganggap Tammy sebagai adik ku , walaupun aku paling tidak suka mengatakan kalau aku menyayanginya tapi sejujurnya ya aku sayang.
Sekarang bicara tentang aku, namaku Enrico Vincenzo Gianluka umur 25 tahun dan aku lajang, aku seorang aktor terkenal, sudah cukup? baiklah kurasa belum. ibuku adalah keturunan Sunda - Belanda dan ayahku adalah orang asli Italia , bisakah kalian menggambarkanku? oh ayolah tentu aku tampan. Aku mudah dibedakan dari orang Indonesia pada umumnya. Bola mata cokelat terang, rambut hitam, dan tinggi yang menjulang, rahang yang terbentuk sempurna, hidung yang mancung, alis mata yang ditempatkan sangat pas pada tempatmya. Aku sedang tidak menggambarkan seorang dewa yang tampan, tapi itulah aku mereka menyebutku begitu 'Dewa kematian yang tampan" penggemarku mengatakan kalau aku adalah pembunuh jitu. Aku tidak membunuh dengan senjata apapun. Mereka bilang setiap wanita yang melihatku bisa saja mati kalian tahu kenapa? karena mereka akan lupa bagaimana cara bernapas jika melihatku. Lucu bukan ?
" Ayolah Rico cepat keluar ! Aku tahu kau sedang mengagumi dirimu sendiri. Sekarang cepat keluar karena kita harus segera berangkat. " Lihat dia menyebalkan bukan ?
Aku mengambil selembar handuk dan melilitkannya di pinggangku aku menatap diriku di cermin untuk yang ke sekian kalinya, oke kau masih tetap tampan boy. Aku membuka pintu dengan perlahan.
" Kau tahu kan kalau aku tidak akan terpesona dengan perutmu yang berbentuk kotak itu ? " Aku menaikan sebelah alisku. Aku tidak bisa membunuh Tammy dengan penampilanku. Lihat saja semua wanita akan mengorbankan apapun agar bisa melihatku dalam balutan handuk seperti ini tapi bedebah kecil di hadapanku malah menghina perut sixpack ku dengan kata - kata 'berbentuk kotak' jika mereka bisa bicara aku yakin mereka tidak akan terima dipanggil seperti itu.
" Berhenti berpikir. Yang aku tahu jika kau sedang diam seperti itu hanya ada 2 yang kau pikirkan, pertama kau memikirkan betapa tampannya dirimu dan yang kedua adegan porno dengan gadis - gadis berdada besar sedang berkeliaran di kepalamu " aku harus mengatakan kepada ibunya kalau Tammy adalah seorang penyihir jahat.
# # # # #

KAMU SEDANG MEMBACA
Officially Yours
RomansaBerniat menghindari masalah yang menghantuinya Elisa kembali ke Indonesia dan menetap disana. tapi dia salah, masalah yang dia hadapi semakin besar. Tunangan Elisa yang mengetahui kalau Elisa kembali ke Indonesia disaat pernikahan mereka tinggal men...