Aku teringat syarat untuk mendapatkan beasiswa. Harus aktif dengan kegiatan kampus dan wajib menjadi anggota BEM. Aku coba mencari syarat2 dan waktu perekrutan anggota BEM. Tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota BEM. Hanya ada beberapa tahapan, aku coba mencari informasi kapan perekrutan anggota BEM. Tentu tidak hanya aku saja yang ingin mendaftarkan anggota BEM, banyak mahasiswa baru yang ingin mendaftarkan menjadi anggota BEM.
Pekan itu berlalu dengan baik. Dan tibalah akhir pekan, waktunya free dari tugas tugas kuliah. Aku inget minggu ini ada perekrutan BEM, dan aku bergegas siap siap untuk ke kampus mengikuti tahapan perekrutan BEM. Setelah siap ku pinjam motor teman ku aku pergi bersama teman ku juga yang ingin memgikuti acara itu. Sesampai nya dikampus ternyata aku telat, aku lihat kak yuda sedang memandu acara perekrutan anggota BEM.
"Iim, lilis karena kalian telat langsung masuk ke kelas. Ada kak nuh ikutin aja instruksinya" tegas sanf ketua bem tanpa melihat muka ku.
Sekilas ku pandang wajahnya, ternyata yang dulu ku kira cute galak juga kalau lagi begini.
Tanpa menjawab atau bahkan senyum pun tidak. Aku langsung memasuki kelas yang ditunjuk oleh ketua bem, ku ikuti tahapan tes untuk menjadi anggota BEM, mulai dari tes tulis, tes wawancara, dan sampai tahapan terkahir yaitu tes debat. Dimana kita dibagi menjadi 2 kelompok besar, yang kuingat tema debat waktu itu adalah "Paradigma tentang rokok". Ku lihat banyak yang sangat antusias mengikuti debat tersebut sedangkan aku hanya terdiam di pojok ruangan tanpa menyumbangkan argumen apapun, karena aku tak punya nyali cukup untuk mengeluarkan pendapatku. ketua bem lah yang menjadi penengah, setelah 30 menit debat berlangsung lancar dan diakhiri dengan kesimpulan yang disampaikan oleh kak yuda.
Semua tahapan telah ku ikuti, aku merasa hopeless. Jelas aku kalah saing dengan mahasiswa mahasiswa lain, dimana mereka mempunyai pengalaman dan nyali yang lebih besar dalam berorganisasi. Semua kakak senior berkumpul di satu ruangan untuk bermusyawarah siapa saja yang pantas untuk menjadi di jadikan sebagai anggota BEM. Sekitar 15 menit kami menunggu pengumuman di hall. Sebenarnya aku tak terlalu berharap untuk menjadi anggota BEM kalau tidak menjadi persyaratan untuk mendapatkan beasiswa. Satu persatu kakak senior keluar dari ruangan tandanya musyawarah sudah selesai, dimulai dari ketua bem menyebutkan nama nama anggota BEM. Sekitar 30 mahasiswa yang disebutkan, kutunggu aku tak mendengar nama ku di sebut, aku hampir putus asa dan sudah kupastikan aku tidak lulus.
"Dan mahasiswa yang lulus untuk menjadi anggota BEM yang terakhir adalah SITI MUHIMATUN MUSLIHAH". Matanya tepat menuju kearah ku, namun tak lagi tampak senyum di wajah nya.
Aku tak menyangka aku lulus dan aku menjadi anggota BEM.
Setelah pengumuman selesai, kami yang terpilih menjadi anggota BEM tidak diperbolehkan pulang, karena akan ada briefing untuk acara pelantikan anggota BEM yang akan diadakan 3 hari yang akan datang.
Jam sudah menunjukkan 17.30 sudah hampir masuk shalat maghrib. Selesai sudah acara hari ini dan aku masih tidak mengira kalau aku terpilih menjadi anggota BEM.
YOU ARE READING
You_Im
SonstigesDisenja, tepat saat matahari tenggelam. Ku saksikan bersama nya, orang yang ku kenal dengan penuh perhatian nya dengan gagah dia ungkapkan untaian tanya yg harus ku jawab. "Mau kah kamu selalu ada di samping ku ketika senang atau susah?, mau kah kam...
