Sejak berlalu nya kegiatan itu hati ku selalu berdebar ketika mengingat nama nya, terbayang senyuman dibibir nya.
Pesan singkat pun selalu dikirim buat ku, membuat aku semakin berdebar ketika membaca nya dan selalu membuat ku berfikir kalimat apa yang harus kubalas pesan singkat nya.
Hari semakin hari kita semakin dekat, sehari tanpa kabar darinya aku merasa kehilangan.
Tiba suatu hari ketika hubungan kami tidak sekedar kakak tingkat biasa yang berada dalam satu organisasi, tapi aku mulai memendam rasa yang tak wajar. Terbesit sedikit rasa ketakutan, mungkinkah dia merasa apa yang kurasa. Mungkinkah kita berada di situasi yang sama? Aku mencoba memendam sedalam dalam ny rasa yang aku punya.
Ku ingat dengan jelas sore itu aku masih berada dikelas kubuka handphone ku, dan ku lihat satu pesan singkat yang kuyakin itu dari dia seorang yang selalu menguaik setiap waktu ku.
"Ndu, nanti sore kita ke pantai yuk?"
Tak pernah aku membaca pesan singkat dari nya tanpa berdebar. Aku berfikir keras untuk membalas pesan nya.
Jelas saja aku menerima ajakan nya.
Kubalas pesan nya dengan bahasa yang berbelit belit yang inti nya aku menerima ajakan nya.
Sore itu setelah selesai kuliah, aku bergegas menuju keasrama. Setelah sampai dikamar kusahut handuk ku dan aku menuju kamar mandi.
Setelah selesai aku ingat ada hukuman apabila tidak mengikuti kegiatan diasrama tanpa alasan, aku langsung menuju kamar ketua asrama.
Dengan beribu alasan kubuat akhir nya aku mendapat ijin. Kulihat jam di.ponsel ku.sudah menunjukkan pukul 15.15 WIB
Aku telat 15 menit dari janji yang kubuat tadi. Aku bergegas menuju parkir motor dan ku gas motor ku menuju kos si dia.
Setiba nya aku di kos nya,kulihat pria dengan kemeja putih kotak kotak yang lagi lagi aku dibuat terpana dengan senyum nya yang rupawan itu, aku berusaha keras memalingkan wajah ku ketika aku sadar kalau aku terpesona karena nya.
Tak lama lama lagi kami langsung mengendarai motor.
Hati ku masih belum berhenti berdegup kencang, tak pernah kusangka aku bisa sedekat ini dengan pria idaman cewek di kampus.
Aku tak banyak berbincang selama dimotor, melainkan aku sibuk membenahi jilbab ku yang berantakan karena angin sore itu.
Kira kira satu jam perjalanan yang kami tempuh untuk sampai di pantai, ya pantai parangtritis, pantai yang paling terjangkau lokasi nya.
Sesampai nya di sana, kami pilih tempat yang strategis untuk sekedar mengobrol biasa.
Namun ternyata semua tak seperti yang kukira, semua terjadi diluar dugaan.
Disenja sore itu, tepat saat matahari tenggelam. Ku saksikan bersama nya, orang yang ku kenal dengan penuh perhatian nya dengan gagah dia ungkapkan untaian tanya yg harus ku jawab. "Mau kah kamu selalu ada di samping ku ketika senang atau susah?, mau kah kamu jadi kekasih ku? Dan mau kah kamu menjadi ibu dari anak anak ku?".
Jantung ku seolah berhenti berdegup.
YOU ARE READING
You_Im
DiversosDisenja, tepat saat matahari tenggelam. Ku saksikan bersama nya, orang yang ku kenal dengan penuh perhatian nya dengan gagah dia ungkapkan untaian tanya yg harus ku jawab. "Mau kah kamu selalu ada di samping ku ketika senang atau susah?, mau kah kam...
