Begining closeness (part 1)

9 0 0
                                        

Setelah kesalahan yang membuat ku malu, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Semenjak kejadian itu. Kulihat ada perbedaan senja ketika sebelum dan sesudah menjadi ketua BEM.
Semenjak menjadi ketua BEM jadi mahal senyum. Aku kecewa.
Setelah melalui beberapa rapat akhirnya diputuskan semua anggota wajib mengikuti LDK yang akan di laksanakan pada bulan November. Di lakukan di kampung wisata di daerah Bantul, dilaksanakan selama 2 hari 1 malam. Aku merasa tidak semangat mengikuti acara tersebut. Pertama karena partner ku mega tidak bisa mengikuti acara tersebut karena ada kepentingan keluarga. Ku packing semua barang barang yang akan ku bawa.
Sore itu semua anggota BEM sudah berkumpul di kampus. Kami berangkat dengan mengendarai bis kampus.
Setelah absen dan semua hadir kami berangkat menuju lokasi LDK.
Sesampai nya di lokasi, kami berkemas dan menuju ke penginapan. Tentu saja dibedakan antara pria dan wanita. Kemudian dimulai serangkaian acara. Namanya saja latihan dasar kepemimpinan, banyak sekali jenis permainan yang mau tidak mau harus kuikuti, sedangkan aku yang tidak begitu percaya diri harus tampil didepan orang banyak.
Acara sore itu selesai, dilanjutkan dengan serangkain acara malam yang lebih seru.
Dimulai dari berbagi pengalaman dengan ketua BEM yang sebelum nya yaitu kak Bunga. Kemudian api unggun, dan yang terkahir yang paling menakutkan yaitu ketika kami semua dibagi kelompok kecil untuk menyusuri kampung tersebut hanya bermodalkan lampu senter kecil.
Sebelum nya kami sudah diceritakan history kampung tersebut. Kampung tersebut adalah pusat gempa bantul yang terjadi pada tahun 2006 silam. Banyak sekali korban tewas dikampung tersebut, penginapan yang kami singgahi termasuk salah satu tempat penampungan korban selamat, dan tepat didepan penginapan itu ada sebuah bangunan sekolah yang dulunya dijadikan sebagai penampungan korban tewas.
Setelah pembagian kelompok sudah selesai, aku bersama yuyun dan kakak tingkat yang sudah tak kuingat lagi namanya. Kami mulai perjalanan dengan bismillah dan rasa takut yang luar biasa. Tak tampak cahaya sedikitpun, suara binatang malam menambah rasa takut kami. Kami telusuri bentangan sawah yang luas. Dalam hati aku selalu bershalawat, apa saja kubaca hanya untuk menenangkan rasa takut ku.
Kami putuskan untuk ngobrol untuk menghilangkan rasa takut tiba tiba......
Krosek krosek suara apa itu? Ku genggam tangan yuyun sekuat kuat nya, kami terus berjalan. Ternyata ada orang di tengah sawah itu yang memang ditugaskan untuk mengawasi kami.
"Ngapain pak disitu?" Tanya ku
"Biasa mba jaga tikus" jawab nya singkat
Aku sedikit merasa lega. Kami lanjutkan perjalanan dan aku yakin didepan sana pasti lebih banyak kejutan yang menakutkan.

You_ImWhere stories live. Discover now