Hari ini Anna berangkat sekolah lebih awal dari biasanya, karena hari ini adalah jadwal piket Anna.
Anna berjalan sendiri di koridor sekolah. Koridor yang biasanya ramai sekarang hanya ada beberapa siswa saja karena jam masih menunjukkan pukul 06.15 WIB.
"Anna!" suara bariton laki-laki terdengar dari arah belakang.
Anna menengok dan ia melihat sosok laki-laki yang sepertinya ia kenal, "Iya?"
Laki-laki itu berjalan mendekati Anna, "Lo masih inget gue? Gue kakak kelas lo waktu SMP."
Anna tidak menjawab, ia hanya memperhatikan wajah laki-laki yang berada tepat di hadapan Anna.
"Gue, Raffa Na. Masa gak inget si?"
Anna membulatkan matanya, "Loh, pantesan Anna kayak kenal gitu kak," Anna tertawa sekilas, "Ada apa, kak?"
Raffa memberikan senyuman manisnya, "Lo, lagi deket sama Dava, ya?"
Anna mengernyitkan dahinya, "Engga, kak."
"Engga usah bohong deh, lo kemarin nganter dia ke kedai ice cream kan?" Raffa tertawa menyeringai.
Anna menggelengkan kepalanya. Dan saat beberapa detik mengalami keheningan, Anna baru teringat sesuatu. Sekarang adalah jadwal piket Anna. Ah, Raffa, dia sudah menyita banyak waktu milik Anna.
"Kak, Anna ke kelas dulu, ya. Hari ini jadwal piket Anna." Anna melontarkan senyum hangatnya sebelum ia pergi meninggalkan Raffa di koridor sekolah.
•••
Lain dengan Dava, Dava adalah tipikal anak yang susah untuk bangun pagi di hari sekolah. Yap, sesudah shalat shubuh biasanya ia langsung tidur kembali, dan bangun pukul setengah tujuh pagi.
Suara ketukan pintu yang tanpa jeda itu membuat Dava menggeliat kan tubuhnya dengan tidak nyaman.
"Dava bangun!" suara wanita terdengar dari luar kamar, "Kamu mau bangun jam berapa? Mau telat lagi?"
Wanita itu masih saja mengetuk pintu kamar milik Dava sesekali ia berteriak karena merasa kesal, "Dava! Bangun, dong!"
Dava membuka matanya perlahan, "Apa sih, ma."
Dava berjalan gontai ke arah pintu, dan membuka knop pintu dengan mata yang masih terpejam.
Nina menjewer telinga Dava, "Kamu itu, males terus. Mau telat lagi? Iya? Mandi kamu! Udah siang ini!" Nina berbicara dengan nada kesal.
"Iya, ma," Dava mengelus telinganya yang perih karena kena jeweran dari mama-nya, "Gausah jewer Dava ma. Dava bukan anak kecil lagi."
Nina mencubit tangan kekar milik Dava, "Kalau mama lagi bicara gausah ngejawab gitu! Gak sopan kamu!"
Dava berbalik badan, lalu berjalan gontai ke arah kamar mandi.
20 menit sudah berlalu...
Dava sekarang sedang duduk santai di meja makan, tanpa menengok jam sama sekali. Sekarang sudah jam 07:10 WIB, dan Dava masih santai duduk di meja makan.
"Astagfirullah, Dava!" Nina berteriak kesal, "Santai banget si! Udah jam berapa ini?"
Dava melirik Nina yang sedang mengoceh tepat di samping Dava, "Jam tujuh lebih sepuluh, ma."
KAMU SEDANG MEMBACA
POPULARITY
Teen FictionMenurut gadis itu, popularitas adalah kewajiban yang harus ia miliki selama bersekolah. Menurutnya, memiliki hubungan special dengan the most wanted boy disekolahnya bisa meningkatkan popularitasnya disekolah. Hanya untuk meningkatkan popularitasnya...
