Part 4

2.6K 271 6
                                        

6 yeoja itu berjalan setelah menaiki bus ke sekolah mereka. "Eonni apa kau yakin akan masuk sekolah?" tanya eunha.

"Nde... yerin apa kau tidak kesakitan?" tanya sowon lagi, mengkhawatirkan dongsaeng nya.

"Anio eonni, anio eunha! Gwenchana."

Saat mereka memasuki gerbang utama, mereka sudah disambut banyak pasang mata yang melihat mereka.

Dari yang mulai melihat dengan tatapan sinis, kagum, marah, merendahkan dan banyak lagi.

Sowon yang menyadari itu langsung berbisik kepada yerin disampinya. "Kenapa mereka melihat kita seperti itu?"

"Mwo?" yerin menatap eonni nya, lalu beralih kepada pemandangan di depannya. Benar... terlihat murid yang melihat ke arah mereka entah apa sebabnya.

"Eonni ada apa ini? Apa kita berbuat sesuatu? Atau ada yang aneh?" tanya sinb bertubi-tubi karena merasa sedikit risih dengan tatapan murid lain.

"Mereka ingin aku mencongkel kedua matanya." desis yuju kesal.

"Biarkan saja!" sanggah eunha pada dongsaeng nya. "Umji-ya kenapa wajah mu itu?"

"Ada apa?" tanya umji menyentuh wajahnya bingung.

"Apa kau membuat masalah?"

"Mwo?!. Aku pikir tidak!... kalau pun iya mungkin masalahnya baru saja akan dimulai?" umji lalu menatap yuju.

"Tidak aku hanya bercanda." lanjut umji saat melihat ekspresi eonni nya yang entah... menurutnya sangat menakutkan, kecuali yuju.

***

"Foto apa ini?" tanya kepala sekolah kepada 6 yeoja di depannya, lebih tepatnya mengarah ke umji gadis yang memiliki pipi gembung itu.

"Foto apa kepala sekolah?" tanya umji.

"Lihatlah!..." kepala sekolah menaruh lembaran foto itu di atas meja. "Sebenarnya saya masih tidak percaya. Kalian adalah murid yang menurut saya sangat polos, tapi ini!" ujar kepala sekolah itu tak percaya.

Semua yeoja itu tertegun melihat 2 lembar foto yang memperlihatkan dua insan sedang berciuman.

"Umji-ya?" tanya sowon tak percaya.

"Nde.. itu umji dengan seorang namja!" ucap kepala sekolah.

Sekelebat ingatan umji melayang pada malam di mana dia bertemu dengan suga. Setelah itu umji merutuki kebodohannya sendiri.

"Anio kepala sekolah. Umji adalah gadis yang sangat polos dan tidak pernah mengerti hal yang seperti itu." ucap eunha membuat sowon, yuju, yerin, sinb dan umji menatapnya tak percaya.

Kemudian eunha sedikit memberi isyarat mata pada umji, untung saja langsung umji terima dan mengerti.

Sejurus kemudian umji mulai berbicara. "Aku?... kenapa aku bisa disana? Tadi malam kita ada di panti bersama kan?"

"Oh... Umji-ya bahkan kita membahas boyband korea kan?" timpal sinb tak mau kalah.

"Nde. Dan kenapa kau melakukan ini? Itu sangatlah tidak mungkin!" yuju mulai ikut menimpali.

"Ini begitu sangat tidak masuk akal, kenapa dongsaeng ku yang polos ini bisa difitnah seperti itu?" ucap yerin semakin membuat keadaan seperti umji memang lah seorang yeoja yang polos.

Sowon yang mulai paham pun ikut berbicara. "Eonni merasa bersalah tidak bisa melakukan apapun saat kau difitnah seperti ini."

Sungguh benar-benar acting yang luar biasa mereka lakukan. Hingga kepala sekolah menatap kasihan kepada umji.

"Ibu juga tidak percaya itu kamu umji..." "baiklah ibu percaya sama kamu. Kalian boleh pergi dari sini."

"Ibu tidak akan melaporkan ini kepada suzy eonni kan?. Jika dia tau dia akan sedih nantinya."

"Ibu tidak akan memberitahukan kepada eonni kalian. Kasus ini saya tutup."

Enam yeoja cantik itu pergi meninggalkan ruang kepala sekolah dengan bernafas lega, dan mendapati 6 namja yang tengah berdiri diambang pintu.

"Daebak... ini dia aktris di sekolah kita." cemooh rapmons. Karena sedari tadi mereka ber-6 mendengar pembicaraan dari luar

"Wah... daebak! Rencana kacangan kalian gagal!" balas sinb tak mau kalah.

Mata keanam namja itu langsung melihat satu sama lain. Kemudian RapMons mengisyaratkan untuk mereka pergi dari situ.

'Umji pov'

Aku terus menatapnya yang menatap ku juga. Namja ini ternyata menipu ku. Aku melihat semua anggota dari mereka berlalu pergi setelah sinb eonni membungkam mulut mereka dengan perkataannya.

Sebuah tangan merayap ke selah-selah jariku membuat ku sedikit terkaget.

Aku menatap heran kearah namja bernama suga itu dan beralih menatap telapak tanganku. Surat?

Aku melihatnya lagi dengan tatapan bertanya, bukannya mendapat penjelasan dia malah mengeluarkan smirk nya itu. Apa maksudnya?

"Umji-ya kajja. Kau berhutang penjelasan dengan eonni!" ucap sowon eonni, padaku.

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban, karena aku masih memikirkan tentang namja itu.

'Umji POV end'

***

"Aku tidak akan melepaskan mu!"

"Kau milikku!"

"Welcome to my world"

***

Maaf kurang greget. Tapi jangan lupa vote dan commend ya...

Makasih yang sudah ngasih vote dipart sebelumnya.

Bye

Problem Complex (BTS X G-FRIEND)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang