Part 6

2.9K 232 24
                                        

Jam sudah menunjukkan tengah malam tapi dua yeoja itu masih tetap terjaga menatap layar monitor di depan mereka.

"Eonni... kita harus tidur! Ini sudah lewat tengah malam" keluh yeoja berpipi gembung itu pada eonni di sampingnya.

"Umji-ya, tunggu sebentar lagi!" jawab eonni nya.

"Baiklah eonni." balas umji sambil menopang dagu nya dengan kedua tangan, menatap sowon yang sibuk dengan layar monitor nya.

"Sebenarnya apa yang kau lakukan sowon eonni?" tanya umji penasaran, karena sedari tadi eonni belum meninggalkan benda kotak itu.

"Ada sedikit urusan." jawab sowon tanpa melihat umji.

kring~

Ponsel umji berbunyi, ada satu pesan masuk. Dari suga.

"Ah... dia lagi!?" batin umji.

Umji membuka pesan yang dikirimkan namja itu. Sebuah pesan singkat.

Apa kau sudah tidur?
Baiklah... sepertinya iya.
Jangan lupa mimpi kan aku.

Hot kiss by me...

umji menatap tak percaya pesan yang dikirimkan namja itu. Dia bertanya dia juga yang menjawab. Dan memimpikan dia?. Umji merasa kepalanya mulai pening memikirkan namja bernama suga itu.

"Sedang menjalin hubungan dengan seseorang?" tanya sowon, yang ternyata sedari tadi memperhatikan umji dan pesan yang ada diponselnya.

"Anio eonni!" elak umji.

"Baiklah eonni. Kami tidak menjalin hubungan, hanya sekedar dekat, dan... ciuman. Apa itu akan membuat ku jatuh cinta sungguhan dengannya?"

"Ah... tenang saja! Dia sama seperti namja yang dulu sering kau mainkan umji."

"Tapi ada satu masalah... Aku tidak bisa menolaknya eonni."

"Itu hanya sesasaat..." "jangan dipikirkan! Dia tidak ada bedanya dengan namja yang lain yang pernah dekat denganmu."

Umji menganggukkan kepalanya setelah mendengar penuturan sowon. Mungkin benar itu hanya sesaat. Lagi pula siapa yang bisa menolak bibir manis milik suga?.

***

Ditampat lain...

"Apa yang kau rencanakan hyung?" tanya jimin pada RapMons yang mengumpulkan mereka tiba-tiba di tengah malam.

"Aku punya rencana untuk enam yeoja itu!" senyum licik terukir di wajah RapMons.

"Rencana apa hyung? Bukankan rencana pertama kita sudah gagal." jungkook mulai ikut berbicara.

"Sesuatu yang besar...." ucap RapMons penuh misteri, "apa kalian setuju?"

RapMons menatap dongsaeng nya yang mengangguk dengan antusias. Lalu melirik tiga hyungnya.

"Hyung? Apa kalian setuju?"

"Aku pasti setuju!" jawab jhope antusias.

"Jin hyung!... suga hyung!... jangan bermain ponsel terus! Apa kalian setuju?"

"Terserah kalian!" jawab jin dan suga berbarengan. Jin dan suga pun saling menatap tak percaya, tapi sedetik berikutnya kembali menatap layar ponsel mereka masing-masing.

***

Bel istirahat baru saja berbunyi, tapi sudah banyak murid yang berada di luar kelas khusus nya di kantin. Ini adalah hal yang lumrah, karena notaben nya ini adalah sekolah para anak yang dibuang dari sekolah bagus dan baik.

"Eonni kau bisa menunggu ku di luar saja!" ucap umji pada yuju saat mereka sampai di depan toilet.

"Oke aku tunggu di sini." yuju menunggu dongsaeng nya itu di depan kamar mandi.

Umji masuk ke dalam dan berbelok ke kanan, ke toilet perempuan. Tapi sebuah tangan kokoh tiba-tiba melingkar erat di perutnya.

Bisa umji rasakan deru napas hangat di sekitar daerah telinga dan leher belakangnya.

"Ketemu lagi..." suara berat dan khas itu langsung membuat tubuh umji menegang.

"Suga-ssi lepaskan tanganmu! Nanti ada yang melihatnya, aku tidak ingin membuat masalah!" umji mencoba melepaskan pelukan suga di perutnya.

Bukan malah melepaskan pelukan nya, suga malah menarik umji mundur kearah toilet pria dan membawanya masuk di salah satu bilik lalu mengunci pintunya rapat.

"Eoh... apa yang kau lakukan?, kenapa kau membuat ku dalam masalah terus?" geram umji.

Lagi-lagi bukan mendapat jawaban suga malah mendekatkan tubuhnya kearah umji.

Suga selalu membuat umji diam dengan apa yang dilakukannya.

"Tidak ada yang bisa melihat kita disini! Tidak akan ada masalah juga. Jadi mari kita lakukan..." suga mendekatkan wajahnya kearah umji, memposisikan bibirnya teta dibibir yeoja itu. "Panggil saja aku suga oppa."

Tepat setelah mengatakan itu suga langsung melumat bibir mungil umji, lumatan kecil yang penuh gairah.

Umji hanya diam menerima lumatan suga tanpa memberontak, dia masih terpaku dengan perlakuan namja itu yang secara tiba-tiba. Saat kesadaran mulai menguasainya, umji mencoba memberontak.

"Mmmpph.... lepmmh...as..."

Suga menahan kedua tangan umji menyatukannya di atas kepala, agar yeoja itu tidak bisa makin memberontak.

Suga melepaskan tautan nya, menatap umji dengan lekat. Dia selalu saja menginginkan bibir yeoja di depannya ini.

"Kau tau? Aku selalu menginginkan ini, bahkan lebih dari ini!"

Bisa dirasakan umji bahwa suga benar-benar sudah tidak terkendali. Satu tangan suga yang bebas ia gunakan membuka membuka kancing atas umji.

"Suga oppa, apa yang kau lakukan? Jangan! Oppa jangan!..." umji mencoba memberontak lagi.

"Tenanglah!"

Suga kembali melumat bibir umji, "jangan ditahan!" ucap suga sedikit membetak. Lalu kembali melumat bibir kecil itu, kali ini umji mulai membalas ciuman suga.

Mereka saling mengecap satu sama lain, umji pun juga sudah tidak memberontak. Mereka ter hanyut dengan ciuman mereka sendiri yang pelan namun menggairahkan.

"Mmmpph.... ah... ah..." umji mendesah disela-sela ciuman mereka.

Suga melepaskan cengkeraman nya di kedua tangan umji dan beralih ke punggung yeoja itu.

Ciuman suga merambat turun kearah dagu lalu berhenti di leher putih umji. Suga semakin berani tangannya dengan nakal merayap dibalik rok yang dikenakan umji.

Suga membuat tanda kepemilikannya disana. Dia semakin bergairah saat mendengar umji terus mendesah dengan memanggil namanya.

"Oh...oppa.. ehm...."

"Lagi! Mendesah lah lebih kuat!" kembali di lumat nya bibir umji yang sudah terlihat membengkak.

"HYUNG!"

***

Ah... author minta maaf kalau di part ini kurang 'gimana' gitu. Masih ingat kan? Author nya masih polos. Jadi agak susah buat yang begituan.

Jangan lupa vote dan command nya ya...

Makasih yang sudah vote dan commend di part sebelumnya.

Bye




Problem Complex (BTS X G-FRIEND)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang