'Yuju POV'
Akan aku buat dia babak belur di tanganku nanti... awas saja namja itu!
Astaga... sedari tadi aku terus saja mengeluarkan sumpah serapah untuknya.
Bagaimana tidak! Yang seharusnya siang ini aku sudah tidur di kasur ku itu, malah sekarang aku harus menunggunya di rooftop.
Beberapa kali aku mengecek jam diponselku, yang berjalan dengan sangat cepatnya.
Entah sudah berapa lama aku berdiri disini, hanya menuruti namja itu!.
Sekarang aku mulai merutuki kebodohanku sendiri yang menyetujui taruhan koyol itu!.
Kreekk..
Aku menoleh ke belakang dan mendapatinya berdiri dengan seringai khas nya itu. Bahkan aku sangat jijik melihat wajahnya, ingin sekali ku buat hancur wajahnya yang sok tampan itu.
"Jangan menatap ku seperti itu!"
Dia berjalan dengan santai nya kearahku tanpa perasan bersalah karena telah membuat ku menunggu lama disini.
"Kau terlihat cantik saat marah."
Apa dia bercanda? Oh... astaga namja ini.
"Aku tidak mempan dengan rayuan mu! Cepat katakan apa maumu?" bentak ku.
"Kau sangat menarik Yuju-ssi... tapi bisakah kau bicara yang manis? Kau itu seorang yeoja!... arra?"
Aku tak menanggapi ucapannya itu, dan hanya memberinya tatapan tajam.
"Oke! Oke!. Kau masih ingat taruhan kita kan?. Dan aku yang menang! Jadi kau harus menuruti semua perkataanku!"
"Jinjjayo?" remehku padaku. "Kau bermain curang tadi!" balasku penuh penekanan.
"Hem... ani! Anio... kau saja yang tidak fokus." ejeknya.
Berani nya dia mengejek ku. Tanganku sudah sangat gatal ingin memukul wajahnya.
"Tenanglah!"
'Yuju POV end'
"Tenanglah!" ucap jimin saat melihat tangan yuju yang mengepal.
"Aku minta kau datang keclub malam ini!"
"Shireo!"
"Ternyata kau seperti yeoja-yeoja diluar sana. Sangatlah penakut..." lagi jimin mengejek yuju.
"Mwo?... aku bukan yeoja seperti itu!"
Jimin tersenyum sepertinya rencana untuk memancing yeoja didepannya berhasil.
"Kalau benar, buktikan!"
"Nde... eodi?"
"Aku akan memberi alamatnya padamu nanti!"
Jimin melangkahkan kakinya menjauh, tapi belum sepenuhnya dia keluar. Dia menoleh dan menatap yuju, dari atas sampai bawah dengan tatapan meremehkan. Kemudian keluar dari area rooftop, meninggalkan yuju yang masih mematung di tempatnya.
***
Jam menunjukkan pukul 8 malam, semua anak yang ada di panti asuhan sudah berada di kamarnya masing-masing, termasuk 6 yeoja cantik itu.
Mereka tidur dalam satu ruangan, dan satu ruangan itu berisi 6 tempat tidur yang bisa dibilang kecil, namun tetap layak untuk ditiduri.
"Sowon eonni... aku pergi dulu ya." Pamit yuju yang sudah siap dengan sweater pink kesanyangannya dan juga hot pans lengkap dengan sepatu putih dan tas slempang.
Tak ada jawaban dari eonni nya itu, eonni malah masih asik dengan ponselnya sendiri. Eunha yang melihat itu langsung menjawab ucapan yuju.
"Nde... hati-hati, jangan pulang larut. Arraseo Yuju-ya?"
"Nde... arra eunha eonni. Tolong pamitkan aku pada sowon eonni, dari dia terus terpaku dengan benda kotak itu!" kesal yuju yang tadi diabaikan oleh sowon
Eunha yang mendengar itu langsung tertawa. "Eonni? Kau mau kemana? Jangan bilang kau akan kencan?" celetuk sinb.
"OMO~ mana mungkin!, eonni tidak punya namja kan?!." timpal umji mengejek satu-satunya eonni yang sangat dekat dengannya.
"Aish... memang nya aku seburuk itu?" yuju mengangkat tangannya seperti ingin melayangkan pukulan kearah umji.
"Eouch... dia marah, berarti benar!, kalau dia kencan mungkin akan bertemu seorang namja." yerin mulai ikut menimpali, membuat suasana dikamar itu penuh dengan tawa.
Yuju yang merasa terpojok akhirnya menyerah dna memilih untuk segera pergi. "Aku sudah terlambat. Aku akan pergi!"
"EONNI KAU TERLIHAT LUCU SAAT MALU SEPERTI ITU!" teriak sinb saat yuju menghilang dibalik pintu.
Tawa mereka kembali pecah, tapi seketika...
"OOOHH......" sowon berteriak dengan kencangnya.
Umji, sinb, yerin, eunha menatap syok kearah eonni mereka yang tiba-tiba berteriak.
"Eonni, wae?..."
***
"Apa kau sudah mengirimnya pesan hyung?" tanya jhope pada jin yang sedang duduk bersantai diruang tamu.
"Ah... nde! Sekarang aku sedang menunggu jawabannya." jawab jin bersemangat.
"Aku sangat gugup." curhat jin pada jhope yang ikut duduk disamping hyung nya.
"Tenanglah hyung!" ujar jhope menenangkan kegugupan hyungnya.
***
"Jadilah yeojachingu ku!" 6 yeoja itu kecuali sowon terkaget membaca isi pesan, diponselnya.
"Aonni... dia menembakmu?!" yerin terperangah tak percaya melihat isi pesan eonni nya.
"Lalu apa jawaban eonni?" tanya sinb antusias.
"Entah!... aku juga bingung, tapi aku juga senang." jawab sowon dengan wajah yang sudah memerah.
"Tapi aku tidak mengenal namja ini."
"MWO!!!"
***
"Apa kau baik-baik saja?"
***
Maaf aku lama update, maaf juga kalo part ini kurang gimana gitu..
Makasih ya, yang udah baca ceritaku.. dan ngasih vote, commend.
Jangan lupa vote dan commend lagi.
Bye
KAMU SEDANG MEMBACA
Problem Complex (BTS X G-FRIEND)
FanfictionBercerita tentang permasalahan dari 7 namja yang masih duduk di sekolah menengah atas. Permasalahan yang membuat mereka menjadi seorang anak nakal dan tidak tau aturan. Tidak sampai disitu, sekolah itu pun juga memiliki catatan buruk karena kelakuan...
