Bagian 8 - Serangan Balik

633 15 0
                                        

Seminggu kemudian, artikel muncul di media bisnis terkemuka: "Mantan Karyawan Kembali sebagai Konsultan Mahal: Strategi atau Sentimen?"

Artikel itu, meski tidak menyebut nama langsung, jelas merujuk pada Cyara. Isinya menyoal konflik kepentingan, hubungan masa lalu, dan mempertanyakan objektivitasnya.

Cyara marah, tapi tidak terkejut. "Antek - antek Alexander, Mereka mulai lagi."

"Kita punya senjata," kata Chris. "Data keberhasilan proyek fase pertama sudah bisa kita publikasi."

"Tidak cukup." Cyara berpikir. "Kita perlu menunjukkan bahwa ini bukan tentang saya atau Anda. Tapi tentang perusahaan Saya usulkan: buka proyek untuk audit eksternal. Undang KAP besar untuk menilai objektivitas rekomendasi saya."

"Itu berisiko."

"Tapi menunjukkan kita tidak ada yang disembunyikan."

Dewan direksi Alpa Nightsun mengadakan rapat darurat. Beberapa anggota dewan yang sudah dihasut  menuntut penghentian proyek dan pemecatan Cyara.

Chris berdiri tegak. "Saya punya tiga dokumen." Dia menaruh amplop di meja. "Pertama, laporan audit independen yang membuktikan rekomendasi Nona Lavina meningkatkan efisiensi 45% dalam tiga bulan."

"Kedua," lanjutnya, "bukti bahwa kebocoran dokumen adalah bagian dari kampanye hitam yang didanai keluarga Alexander

"Dokumen ketiga," suara Cyara terdengar dari pintu. Dia masuk dengan tablet di tangan. "Adalah proposal akuisisi balik: kita beli 20% saham perusahaan fintech  yang selama ini mereka gunakan untuk menyerang kita."

Ruang menjadi gaduh. "Itu gila!" teriak salah satu direktur.

"Tapi brilian," sahut Alena yang hadir sebagai penasihat. "Menggunakan kekuatan lawan untuk melawan mereka sendiri."

Rapat berlangsung alot. Tapi data Cyara yang solid, ditambah dukungan Vernandez dan Alena, akhirnya memenangkan suara. Proyek lanjut, dan akuisisi balik disetujui.

Malam sebelum akuisisi balik dilaksanakan, Chris dan Cyara bekerja sampai larut di kantor. Saat jam menunjukkan pukul 11 malam, Chris mengajaknya ke rooftop.

"Masih suka melihat kota dari ketinggian?" tanyanya.

"Masih. Tapi sekarang dengan perspektif berbeda." Cyara tersenyum. "Dulu saya merasa kecil di hadapan kota ini. Sekarang saya merasa... bagian darinya."

Chris memandanginya. "Kau tahu, selama dua tahun ini, Ibu sering bertanya kapan kau kembali."

"Dan kau jawab apa?"

"Saya jawab: saat dia siap." Chris menatap tangannya. "Tapi sebenarnya, saya yang tidak siap. Takut kau sudah berubah terlalu jauh. Dan ternyata..."

Cyara mendekat. "Chris, perubahan bukan berarti meninggalkan yang lama. Tapi membawanya ke tingkat yang lebih baik."

Angin malam berhembus. Lampu kota berkelap-kelip di bawah.

"Proyek baru ini akan selesai dalam tiga bulan lagi," bisik Cyara. "Setelah itu, kontrak saya berakhir."

Chris menahan napas. "Dan?"

"Dan saya akan kembali ke london, Aidan akan melanjutkan pendidikan nya disana"

Dada Chris sesak. "Kau benar menjalin hubungan?"

"Nyaman." Cyara menatapnya. "Pak Chris, Pak Vernandez hanya setuju kita sebagai partner kerja, tidak lebih."

Chris menghela nafas berat. "Bahkan kau tidak mengizinkan ku untuk memperjuangkan mu"

"Lebih baik seperti ini dulu kan? Sejauh ini kita terlalu banyak masalah Pak"

Chris tersenyum, namun tergambar jelas rasa kecewa di hatinya "baiklah, aku tetap akan menunggu mu Cyara."

Akuisisi balik berhasil. Alexander dan antek-anteknya terpukul mundur untuk kesekian kali. Kali ini Chris meyakinkan Cyara jika Alexander tidak akan datang untuk mengusik nya lagi. 

Dalam pesta keberhasilan, Cyara berdiri di tepi, mengamati. Alena menghampirinya

"Dua tahun mengubahmu menjadi wanita yang sangat berkelas Cyara," ucap Alena.

"Terima kasih, bu. saya mengaggumi dirimu dan berakhir mencontoh nya seperti saat ini."

Alena tersenyum . "Lihat, Bahkan kau punya bakat baru sekarang, Pandai memuji orang lain."

Di sisi lain ruangan, Vernandez berbicara dengan Chris. "saya sudah membuatkan mu jadwal untuk mulai berkencan dengan Ivanka."

"Untuk apa?"

"Untuk mendekatkan lagi hubungan kalian"

"itu tidak akan pernah terjadi" Chris meninggalkan ruangan dengan perasaan kesal 

Malam itu, saat pesta usai, Chris menemukan Cyara di taman hotel. 

"Kau sendirian?" Tanya Chris.

Cyara Mengangguk. "Pak, ini—"

Cyara membuka kotak itu. Isinya sebuah cincin "Aidan memberikan ku ini"

"Cincin pernikahan?" Tanya Chris menegang.

Cyara menatapnya lama "dia mengajak ku tunangan"

Chris mengangguk, sangat kecewa namun masih ia tutupi.

Cyara tersenyum kecil namun pikiran nya saat ini kosong, seperti ada sesuatu yang mengganjal. "Tapi aku belum memutuskan."

Chris menoleh, seperti ada semburat harapan di hadapan nya. "kenapa?."

"waktunya terlalu cepat."

Setelah mengobrol cukup lama Mereka berjalan keluar, meninggalkan kemewahan hotel, dan Chris mengantarkan Cyara kembali ke apartement. 

Next? 

CRUSH ON MY EMPLOYEECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang