Part 2
That Strange Feeling***
Tubuhnya seperti mati rasa. Ia menggeliat guna menghilangkan rasa pegal di tubuhnya. Kemudian matanya-yang semula tertutup-menyipit, ketika sinar matahari menerpanya. Tangannya meraih selimut dan menutupnya dengan gerakan kasar kembali keatas. Namun, ketika suara teriakan dari luar kamarnya terdengar-menusuk hingga gendang telinganya-ia menyibak selimutnya, kemudian mendengus kasar.
"Bangun, puteri tidur!" teriak-yang diyakini oleh Miyoung-suara kakaknya, Han Jungwoo.
Ketika Miyoung hendak menutup wajahnya dan memejamkan matanya kembali, suara ketukan-yang nyaris seperti gedoran-di pintunya membuatnya lagi-lagi mendengus. Ulah siapa lagi, jika bukan Han Jungwoo? Pria itu hampir setiap hari selalu berbuat jahil, yang membuatnya kesal. Namun, tetap saja, Han Jungwoo merupakan kakak tersayang seorang Han Miyoung-yang tidak bisa di ganggu gugat.
Mau tidak mau, Miyoung bergegas menjauhkan tubuhnya dari ranjang-tempat yang begitu nyaman baginya-sebelum kakak tampannya itu masuk ke kamarnya dengan mendobrak pintu. Sambil menghela napas dan mengacak rambutnya, ia keluar dari kamar. Kebiasaan di pagi hari seorang Han Miyoung adalah sarapan sebelum mandi-yang lebih menjengkelkan ibunya-puterinya itu bahkan belum sempat menggosok giginya.
Ketika sampai di pintu dapur, Miyoung berdiri dengan mata yang mengerjap beberapa kali. Berusaha memfokuskan matanya, ketika melihat sosok yang sedang berada di balik counter dapur-tengah sibuk dengan berbagai macam bahan makanan. Kakinya melangkah mendekati punggung tegak Jungwoo yang duduk di kursi tinggi di counter dapur. Kakak lelakinya itu bercakap-cakap dengan santai dengan orang di depannya-objek yang sedari tadi tak pernah lepas dari penglihatannya. Ketika Miyoung duduk di sebelah Jungwoo, barulah kedua pria itu menatapnya secara bersamaan.
Alis mata Jungwoo terangkat salah satunya. Sementara pria yang sedari berkutat dengan bahan makanan di depannya-menatapnya sekilas, kemudian kembali mengiris wortel, beberapa potong daging dan yang lainnya. Bibir yang sedari tadi berbincang dengan Jungwoo itu mendadak membisu. Miyoung mengalihkan matanya kepada Jungwoo, yang masih menatapnya dengan alis mata yang terangkat.
"Kenapa?"
Jungwoo terdiam sesaat. Kemudian tangannya terangkat kearah kepalanya, menunjuk rambutnya dengan jari-jari yang melingkar di atas kepalanya. "Your mess hair...," gumam Jungwoo pelan.
Miyoung debgan gerakan tanpa sadar menyentuh helaian rambutnya. Ia baru sadar jika rambutnya kusut dan sangat berantakan. Sambil mengerucutkan bibirnyaa menahan kesal dan juga malu, Miyoung menyisir rambutnya menggunakan jari-jari tangannya. Tanpa menyadari tatapan geli yang ditunjukkan Jungwoo dengan mata yang terus menatap adiknya. Juga, senyum tipis yang sarat akan kegelian pria yang masih asyik memotong sayuran hijau di depannya.
"Kenapa dia ada disini?" bisik Miyoung pada Jungwoo ketika pria yang tadi di hadapannya berbalik-berganti menatap kompor dan tangannya terlihat memasukkan satu per satu bahan makanan yang tadi dipotong.
Jungwoo meliriknya-menghentikan kunyahan cemilan yang tengah dimakannya. Menatap gadis itu dengan pandangan aneh. "Apa Kyuhyun tidak boleh berkunjung ke rumah sepupunya sendiri?"
Miyoung menciut seketika. Terlebih ketika matanya bertemu pandang dengan mata Kyuhyun-yang tiba-tiba berbalik menatap mereka yang tengah sibuk bergosip. Kyuhyun-pria itu saat ini meraih kain guna membersihkan tangannya. Kemudian berjalan mendekat kearah counter dapur-tepat di depan Miyoung. Pria itu menatap Miyoung dengan mata tajamnya, kemudian melirik Jungwoo yang menaikkan bahunya tak acuh.

KAMU SEDANG MEMBACA
BETWEEN
Fanfiction[UPDATE SETIAP HARI SENIN] Kyuhyun diam sebentar untuk beberapa saat sebelum melangkah menjauh dari area dapur. Ia kemudian menyentuh puncak kepala Miyoung yang membuat gadis itu tersentak, berusaha mendongakkan kepalanya namun ditahan oleh Kyuhyun...