"Harry! Pelan - pelan bodoh! Kau tahu? Aku tidak biasa pakai heels setinggi ini" ucapku dengan jalan tergopoh - gopoh menyusul Harry yang sudah jalan ke lobi perusahaan. Ah! Aku malas melihat resepsionis menyebalkan itu. Ketahuilah, dia menatapku penuh tanda tanya.
Aku tentu saja ganti pakaianku di toilet ruangan Harry, dan demi apapun. Toiletnya begitu luas lalu ada pintu yang entah tembus kemana. Aku tak berani melihat apa itu, dan tentu saja, asal kalian tahu. Ada bathtub juga disini. Harry sangat kaya. Tapi tingkahnya seperti rakyat yang tak bersekolah sampai perguruan tinggi. Menyebalkan!
Saat aku ingin berlari menyusul Harry, kaki kananku terkilir menyebabkan aku jatuh.
"Shit! A--aww!" ringisku, sialan! Aku malu! Harry berbalik kearahku dan menahan tawanya lalu berjalan kearahku "Kau begitu merepotkan" dia membantuku berdiri. Kalian tau, aku malu dilihat oleh para karyawan Harry. Dasar setan!
"Aku sudah bilang, jalan pelan saja" gertakku "jangan menggertak aku." gerutunya. menggenggam tanganku. Aku merasa canggung dan nervous jika seperti ini. "bisa kah kau lepaskan tanganku?" kataku kepadanya.
"kau ingin jatuh lagi?" aku hanya menggeleng dan mendengus kecil.
***
Aku membulatkan mataku lebar, inikah rumah keluarga Harry? Astaga! Jika aku boleh jujur, rumahku bahkan tidak seluas pekarangan milik rumah Harry. "kau mau diam saja atau keluar?" tegur seseorang kepadaku, bahkan aku tak tahu kapan dia membukakan pintu untukku.
"Bersikaplah layaknya kekasihku" bisik Harry dan aku mengangguk ragu, Harry mulai menjalankan aksinya, dia mendekap pinggulku dan kemudian berjalan masuk. Menekan bel beberapa kali, dua orang yang aku yakini pelayan itu, membukakan pintu "Selamat datang Mr. Styles" kata mereka dan tanpa Harry membalas sapaan mereka, senyum sedikit pun tidak, dia berlenggang pergi tanpa melepaskan tangannya dipinggulku.
"Ha--Harry?!" teriak seorang anak lelaki, sebaya dengan Abby. "Hi brother!" kata Harry melepaskan tangannya dipinggulku lalu ber high - five denganya "Kau membawa siapa Harry?" tanyanya melirikku genit, aku hanya memasang wajah bingungku.
"Dia kekasihku" Harry berjalan kembali kearahku dan merangkul pundakku, aku hanya tersenyum kikuk "Hi, aku Carol Chane" ucapku kepadanya "aku Brandon. Oh yeah! Berarti kau dengan nenek sihir itu sudah putus? Berita bagus!! Tunggu sebentar" dia berlari entah kemana dan Harry menyuruhku duduk disofa berbentuk L. "kurang ajar" gumam Harry.
Seorang pelayan membawa nampan berisi coklat dingin dan biskuit lalu meletakannya dimeja hadapanku dan Harry "terimakasih" kataku tersenyum.
"Oh!! Son, akhirnya kau datang juga" seorang wanita paruh baya dengan lelaki disampingnya menghampiri kami dan Harry hanya menatap mereka malas sedangkan aku tersenyum kepada mereka semua, "Selamat malam Mr. Styles, dan Mrs. Styles" kataku tak lupa menampilkan senyum terbaikku, "Oh astaga! Kau cantik sekali" katanya. "Aku Elene, tak perlu kau pakai sebutan formal, cukup panggil aku Elene. Namun orang - orang sering memanggil aku Anne" dia terkekeh dan memelukku singkat.
Kuharap kerjasama aku dan Harry berjalan panjang, minimal sampai Ayahku keluar dari rumah sakit "Terimakasih"
"Aku William Styles, kau cantik sekali" "Will" tegur Anne dan aku hanya tertawa.
***
Ketahuilah, aku malas mendengar cerita tak menarik mereka, mereka -Anne dan Will- bercerita tentang Harry dulunya seperti apa, dan sedaritadi aku hanya pura - pura tertawa, "Mom, Dad sudahlah! Itu dulu" kata Harry sedikit membentak "biarlah Harry, agar kekasihmu ini tahu. Kau dulu bajingan cilik" Kata Will, hell! Bahkan dia masih jadi bajingan hingga saat ini. Aku memutar bola mataku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Creature [Harry Styles]
Fiksi PenggemarCOMPLETED!!!! Pertemuan konyol seorang Carol dengan Harry akan kah Carol terus terikat kerjasama dengan seorang Harry Styles? Ada hal tak terduga apa yang membuat Carol harus menuruti keinginan seseorang yang pastinya bukanlah Harry ? I hope it int...
![Sweet Creature [Harry Styles]](https://img.wattpad.com/cover/109377930-64-k648996.jpg)