Hari ini tepat empat hari setelah Reina melakukan interview dan belum ada pemberitahuan dari pihak kantor. Reina tidak terlalu berharap dengan interview yang telah ia lakukan. "kalau memang sampai seminggu tidak ada pemberitahuan, mungkin aku harus mencari tempat kerja lainnya". pikir Reina.
Telulit...telulit...telulit, telfon rumah Reina berbunyi dipagi hari yang cerah ini. "mbak sus, tolong angkat dulu telfonnya?!". Karena Reina sedang sibuk dengan si kembar, Reina meminta tolong dengan mbak sus. "Baik bu" jawab mbak sus.
"Halo, dengan rumah ibu Reina di sini". Ucap mbak sus ketika mengangkat telfon.
"iya mbak, kami dari perusahaan Maxima Desain ingin memberitahukan hasil interview ibu Reina kemarin".
"wah iya bu, apa harus saya panggilkan ibu Reinanya. Karena beliau sedang dibelakang sekarang".
"tidak usah mbak. Tolong sampaikan saja kepada ibu Reina. Kalau hasil dari interview kemarin ibu Reina berhasil dan diharapkan untuk datang besok tepat pukul 08:00 wib sudah ada di kantor".
"baik bu, akan saya sampaikan. Terimakasih atas informasinya".
"iya sama-sama". Sambungan telfon berakhir.
Mbak sus yang mendapat mandat dari perusahaan langsung lari terburu-buru menghampiri Reina yang masih ada di kamar si kembar. "bu... ibu.. bu", Sambil tergopoh-gopoh mbak sus sudah tidak sabar memberitahu kabar berita yang sangat Reina inginkan. Reina yang kaget mendengar mbak sus terlihat terburu-buru mendadak khawatir dan langsung bertanya kepada mbak sus. "ada apa mbak sus, siapa yang nelfon, ada apa?!". Tepat di depan Reina mbak sus mengatur nafasnya yang terengah-engah. Maklum kamar si kembar ada dilantai dua, sedangkan telfon rumah berada di lantai dasar. "hah..hah.. itu bu.. tadi.. ya..ng..tel..fon..hah". Suruh siapa coba mbak sus lari-lari, terkadang suka lebay mbak sus ini. "pelan-pelan mbak sus, jadi ada apa", Reina bertanya kembali. "gini bu, tadi yang nelfon pihak perusahaan yang kemaren ibu interview, dan kata mereka ibu keterima dan besok seuruh dateng ke kantor tepat pukul jam 08:00 wib". Akhirnya mbak sus bisa menyuarakan kata hatinya.
Reina masih belum sadar karena sedikit kaget atas penuturan mbak sus. "keterima.. aku keterima.. mbak sus ngigou ga sih". Mbak sus yang melihat Reina bengong, menjadi bingung. "bu..bu.." ucapnya sambil mengibas ngibaskan tangannya didepan Reina, namun Reina tidak kembali dari lamunannya. Geram dengan tingkah Reina akhirnya mbak sus memberanikan diri untuk menguncang tubuh Reina "bu.. sadar bu.. Astaghfirullah..bu". Kaget dengan guncangan mbak sus, akhirnya Reina kembali ke dunia nyata. "hah.. iya mbak sus.. hehehe", jawab Reina tidak lupa dengan cengiran tanpa dosanya. "huuh gelok nih sih ibu, tadi ngelamun sekarang nyengir" batin mbak sus. "mbak sus tadi beneran saya keterima yah?!", Tanya Reina masih tidak percaya. "iya atuh bu, seriusan saya mah", Jawab mbak sus.
Kesenangan menyelimuti Reina, dengan sigap dia berbalik dan menciumi si kembar dengan gemas seraya berkata. "mama keterima kerja sayang.. yeaaaayyy". Si Kembar menanggapi dengan ketawanya karena geli di ciumi oleh mamanya.
****
Suasana di Maxima Desain terlihat tidak secerah suasana rumah Reina, tim perencanaan project terbaru perusahaan sedang dilanda keruwetan mempersiapkan lounching project baru. Maklum project baru ini berbeda dengan bidang yang sering digeluti oleh Maxima Desain, biasanya perusahaan ini hanya menerima jasa desain logo, reklame, dan lainnya secara digital atau printing, namun project baru ini adalah bidang advertising (periklanan) jadi Tim ini menerima jasa iklan atau mengiklankan suatu product atau jasa hingga banyak peminatnya product atau jasa tersebut.
Sekarang ini tim sedang rapat membahas acara lounching project baru bersama manager utama perusahan di dalam ruangan rapat. "laounching project baru kita akan dimulai besok, bagaimana persiapannya adakah yang kurang" suara pak Manager menginterupsi. Tim perencanaan project baru ini terdiri dari 4 orang yaitu Andra sebagai ketua tim, dengan anggotanya adalah Dimas, Kevin, dan Bagus. "persiapan besok sudah semua pak, untuk lokasi menjamu tamu tetap di aula perusahaan pak, dan acaranya tidak ada tambahan" jawab Andra selaku ketua tim.
"tolong diingat dengan baik, besok akan ada 1 karyawan baru yang akan gabung di tim ini, saya mau dilakukan briefing dulu sebelum memulai acara, jadi 5 orang tim kalian ini akan saya kenalkan diacara tersebut. Karyawan itu akan datang pukul 08:00wib jadi masih ada waktu untuk briefing sebelum acara dimulai pada pukul 10:00 wib" ucap pak Manager. Para tim menanggapi dengan mengangguk anggukan kepalanya. "satu lagi, buat presentasi sudah disiapkan belum, gus?!". Yang di sebut namanya menjawab " iya pak, sudah. Apa bapak mau mereview dulu?!" tawar Bagus pada pak Manager. "tidak usah, saya percaya kamu", jawab pak manager. Bagus memang terkenal ulet dan cekatan di perusahaan ini makanya pihak perusahaan sangat percaya dengan kinerja Bagus. "baik ada pertanyaan tidak terkait besok, atau yang lainnya", tawar si manager sebelum menyudahi rapat pagi ini. "besok cewek atau laki-laki pak yang jadi tim kita?!", tanya kevin yang terkenal blak-blakan di tim ini. Pertanyaan kevin ditanggapi dengan senyuman oleh Manager sebelum menjawab pertanyaan kevin, dan hal itu sontak membuat para tim kepo. "tenang aja bukan batangan kok, masih muda dan cantik. Ahahahahha", jawab manajer sambil tertawa lebar. "namanya pak", suara Kevin menginterupsi. Sepertinya Kevin belum puas dan tambah penasaran karena tim barunya akan ketambahan seorang wanita. "Namanya Reina putri sukoco, sudahlah besok kamu akan bertemu dengan dia Kevin. Bersabarlah", jawab menager. "ada lagi yang ingin dibahas", tambah si Manager. "Tidak ada pak", seru para tim yang mengikuti rapat. "baik jika tidak ada, selamat siap-siap lagi. Semoga tim ini sukses ya". Setelah mengucapkan kata-kata penutup pak Manager berdiri meninggalkan ruangan rapat, dan diikut oleh peserta rapat.
Semua tim sudah keluar dari ruangan, namun tidak dengan Bagus. Ia masih mencerna perkataan dari pak Manager tentang karyawan baru yang akan gabung ditimnya. Sungguh dia belum bisa percaya jika yang akan satu tim dengan ia adalah "Reinanya", apa tadi kata hatinya?! Reinanya?!, Bagus hampir lupa, Reina sekarang sudah tidak sendiri "dia sudah menikah dan bahagia" batinnya. Mengulum senyum Bagus meratapi gagal move on nya, namun batin Bagus berperang kembali dia teringat akan cita-cita Reina setelah menikah. Reina ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik dengan tidak bekerja selain kerja dirumah, lantas kenapa Reina bekerja.
Falsh back on
"Rei, ngelamun aja lo". Bagus menghampiri Reina dikursi taman yang tersedia di kampusnya.
"lo gus, enggak gus gue lagi sedikit mikir aja", jawab Reina dan tersenyum.
"mikir apa sih lo, kan lo udah kompre udah urus buat wisuda. Udah bisa tenang lah. Lah gue baru ngajuin buat seminar hasil", jawab Bagus.
"gue mau nikah gus, tapi gue pingin kerja. Gue punya cita-cita gus, kalau gue udah nikah gue gak bakalan nerima kerjaan kalau ga dirumah, yah sama kaya pas gue kuliah gini". Sontak jawaban Reina membuat Bagus kaget karena rencananya Bagus menghampiri Reina untuk mengajaknya makan malam dan mengutarakan isi hatinya kepada Reina bahwa Bagus menyukai Reina.
"maksud loe nikah?! Sama siapa Rei?!", jawab Bagus dengan tingkat kepo diatas rata-rata. "iya, gue mau nikah setelah wisuda ntar gus. Yah sama orang lah gus, ntar loe gue undang kok". Bagaikan tersambar petir badai, halilintar, ulala. Bagus tidak percaya dengan perkataan Reina menambahi introgasinya, "Rei, terus kalau lo harus banget kerja gimana, misal nih suami lo bangkrut gitu?!". Pertanyaan Bagus dijawab senyuman oleh Reina dan dia berucap "Gue tetep sama cita-cita gue Gus. Lagiankan gue ada kerjaan sampingan. Gue percaya kok suami gue ntar bertanggung jawab". Sepertinya sudah tidak ada harapan melihat keteguhan Reina. Akhirnya Bagus hanya dapat berucap, "oke deh, lo harusnya bahagia dong. Jangan dibuat sedih gini ah. Btw Selamat ya Rei semoga langgeng deh".
"Iya Gus, thanks ya".
"Gue ada bimbingan nih, gue cabut ya. Ati ati lo, kebanyakan ngelamun kesambet ntar. Hahahaha".
"ngacoo lu, dah sana buru bimbingan biar cepet kelar lo".
Flash back off
"edaan teringat masa lalu gini gue karena kepo" batin Bagus.
"Gus, ternyata lu masih disini, buruan ayok persiapan kita", Dimas mengintrupsi Bagus.
Bagus tersadar ternyata masih di dalam ruang rapat. "eh.. oiya, sorry gue latihan presentasi dalam hati.. heheheh biar bisa menjiwai gitu dim", kilahnya.
Bagus dan Dimas meninggalkan ruang rapat dan segera siap-siap.
Cinta memang tak harus memiliki, tapi kamu harus memiliki cinta agar merasa hidup
_Bagus_

KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Lari Jodoh Ku Kejar
RomanceReina seorang janda muda dengan dua orang anak kembar, suaminya meninggal karena kecelakaan dan sekarang dia mencari kerja untuk menghidupi ke dua anaknya, yang kebetulan juga Reina memiliki pengasuh anak yang harus di beri gaji setiap bulannya. Ba...