Hari ini adalah hari Lounching project baru Maxima Desain. Persiapan acara tinggal pengecekan properti dan konsumsi para tamu undangan.
"Gus podium udah siap kan yah?!", terdengar suara Kevin sedikit berteriak. Maklum tugas kevin kali ini adalah mengecek perlengkapan sebelum acara dimulai, dan bos mereka menginginkan acara hari ini sempurna tanpa cacat. Menurutnya perfect di awal itu akan membuat kesan tersendiri bagi customer. Sehingga Kevin harus mengecek satu-satu dari jarak yang cukup jauh, agar cepat rampung menurutnya.
"udah Vin!!", jawab Bagus sedikit berteriak.
"eum.. permisi?!". Sumber suara berasal dari Reina yang baru saja tiba menginterupsi percakapan Bagus dan Kevin. (hayooo, Reina ngomong ke siapa? :v).
"iya, mbak ada apa?", jawab Kevin sebagai seorang yang ditegur tadi. (Ternyata kevin :v).
"saya karyawan baru di sini, tadi ketika saya masuk lewat pintu depan, mbak resepsionis menyuruh saya kesini untuk bertemu bapak Kevin, dan kata Mas yang disana anda adalah pak Kevin". Jawab Reina dengan sedikit canggung.
Kevin yang merasa kesal karena di panggil bapak sedangkan Andra dipanggil Mas, hanya bisa melirik Andra sekilas dan Andra memberi senyuman mengejek kepada Kevin. Dengan sedikit gemas Kevin menjawab, "Mbak, yang pertama jangan panggil saya bapak. Saya di sini paling muda dan belia. Terus yang ke dua kenapa saya ngerasa disini saya yang ga punya kerjaan ya -_- di suruh ngurus karyawan baru", Kevin tampak binggung, karena dalam briefing tidak ada bahasan ini sebelumnya dan dia tambah bingung karena harus diapain nih karyawan baru "mana cantik banget lagi, gue arahin aja kali ya. Jadi ibu dari anak-anak gue, hahaha" batinnya. Reina yang juga sama bingungnya pun mengeluarkan sifat aslinya (polos dan lugu). "jadi saya salah ya pak?!". Terlihat dipanggil 'pak' lagi oleh Reina, ditanggapi lirikan tak enak dari Kevin. Sehingga Reina mengubah kata-katanya. "jadi saya salah ya Mas?!". Kevin tersenyum mendengar Reina memanggil mas, "Nah, gitu dong panggil saya mas" hehehe.
"jadi?!", tanya Reina kembali.
"maaf nih mbak, saya sebenernya bingung mau gimanain mbaknya, karena dalam briefing gak ada tugas saya yang begitu. Dan sepertinya kita dikerjain deh" jawab Kevin tidak enak hati sambil menggaruk-garuk rambutnya.
Reina masih bingung, dan tak bergeming dari depan Kevin, dan itu membuat Kevin salah tingkah. Akhirnya karena Kevin adalah salah satu karyawan yang abstrud dan hanya cerdas dalam bekerja, menjalan sisa kecerdasannya untuk memanggil Bagus meminta bantuan. Kalau dia minta bantuan Andra pasti dia bilang 'gue sibuk, gue ketua kerja gue banyak', lah kalau Kevin minta tolong Dimas, orangnya ga tau kemana. Satu-satunya mahluk yang baik hati adalah Bagus.
"Gus... Bagus.. pssst..Psst.. Gus?!", panggil Kevin sedikit berteriak. Yang dipanggilpun menengok, "Apaan Vin", jawab Bagus. "Bantuin gue sini?! Buruan?!", jawab Kevin sambil melambai-lambai kepada Bagus.
Bagus tidak bereaksi apapun karena wajah Reina tertutup tiang prasmanan. Karena Bagus tidak ingin Kevin merengek-rengek, akhirnya Bagus jalan menghampiri Kevin.
Reina belum sadar jika yang dipanggil oleh Kevin adalah Bagus teman kuliahnya dulu, karena diapun hanya fokus kuliah dan tidak ada 'TTM' sama sekali meskipun dia cukup dekat dengan Bagus karena Bagus.
"Apaan deh vin?!", tanya Bagus ke Kevin. Kali ini Bagus tepat berdiri di samping Reina, namun karena Reina menunduk jadinya Bagus tetap belum menyadari keberadaan Reina.
"sini, gue bisikin?!", Kevin mendekati Bagus dan mengatakan isi hatinya ke Bagus dengan membelakangi Reina. "ini Gus, karyawan baru.. (deg..mendengar kata pembuka dari Kevin jantung Bagus berdesir).. masa kata si Chaki* dia suruh ngadep gue, lah kayanya gue dikerjain nih Gus. Sekarang gue bingung mau ngapain dia, loe aja ya Gus yang ngasih arahan dia, kan loe gak ada kerjaan lagi, bantuin gue ya. Kasian tuh mbaknya ikutan bingung juga". Selesai Kevin berbicara dia kembali ketempatnya semula. Bagus yang mendengar penuturan Kevin merasa tidak karuan saat ini, rasanya seperti orang kasmaran, jantung berdebar kencang, peluh mulai bermunculan, dan tentunya ingin senyum terus. ''ini beneran Reina, Masyaallah Kevin pe'ak'' batinnya. "Mbak, kenalin ini Bagus, dia yang bakal kasih arahan ke mbak, maaf ya mbak kalo kurang nyaman sama saya, hehehe". Kevin mengintrupsi karena Bagus tak kunjung membuka suara setelah adegan bisik-bisik tetangga tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Lari Jodoh Ku Kejar
RomanceReina seorang janda muda dengan dua orang anak kembar, suaminya meninggal karena kecelakaan dan sekarang dia mencari kerja untuk menghidupi ke dua anaknya, yang kebetulan juga Reina memiliki pengasuh anak yang harus di beri gaji setiap bulannya. Ba...