Ketir-ketir, butir air menetes tanpa ampun
Menyeka papan tua tanpa santun
Aku bersajak, ujung pena berontak
Menyinggung insan tak berotak
Dermaga bisu masih menunggu
Waktu menapaknya kaki dengan kerut kaku
Penantian panjang tak berpeluang
Bila hadir secuil kasih sayang?
Lihat, goresan tinta untuknya
Yang lama jauh, angkuh tak terengkuh
Meringis sakit, peluh berjatuh
Helai-helai lembut kau jambak ria
Inginku berhenti berharap
Rasamu mungkin mati terendap
Bergidik mendelik
Penuh amarah lalu mencekik
Tapi aku menanti bapak
Kembali walau tak lagi kukenal
Sebab bapak beda, menua
Dan akupun mendewasa
KAMU SEDANG MEMBACA
Stuck
PoesiaHasil dari buah pemikiran yang sering kali tercekat oleh kenangan yang tiba-tiba melesat sebegitu cepat. Menjebak diri dalam aksara-aksara yang hanya terhimpun dan terabai, tanpa makna yang jelas dan mungkin saja tak pantas. -Stuck-
