Mendayu langkah kuda putih tertatih
Tatap sayu netra menembus kabut
Pada kesalahan yang berangsur kalut
Memakan harapan kepalang larut
Menunggang kejar jauhnya kau
Manik coklat pekat itu yang memukau
Dapatkah kutatap dan temukan
Serpihan bukti bisu yang meyakinkan
Aroma asmara yang terindra lekat
Mengundang detak jantung tak akurat
Rahasia rindu terjaga katup putih pucat
Tak inginkah kau ucapkan walau sesaat?
KAMU SEDANG MEMBACA
Stuck
PoetryHasil dari buah pemikiran yang sering kali tercekat oleh kenangan yang tiba-tiba melesat sebegitu cepat. Menjebak diri dalam aksara-aksara yang hanya terhimpun dan terabai, tanpa makna yang jelas dan mungkin saja tak pantas. -Stuck-
