Mengapa terus berjalan?
Menjauh, tercetak jejak kenangan
Tak peduli perihal sepi
Yang melandanya, kutak peduli
Mengapa terus berputar?
Pada satu titik jadi poros
Buang waktu dengan boros
Lupakan dia, melengos
Cukup sadari diri
Sebab tak cukup pakai hati
Terlalu larut tak berlogika
Terlalu larut hingga terluka
Menyerahkah?
Kasongan, 1 Agustus 2017
11.48 PM
KAMU SEDANG MEMBACA
Stuck
PuisiHasil dari buah pemikiran yang sering kali tercekat oleh kenangan yang tiba-tiba melesat sebegitu cepat. Menjebak diri dalam aksara-aksara yang hanya terhimpun dan terabai, tanpa makna yang jelas dan mungkin saja tak pantas. -Stuck-
