Tak ada pergerakan dari tubuhmu.
Hanya suara mesin pendeteksi yang selalu terdengar.
"Bangunlah, aku menunggumu."
Jangan sampai mesin itu berbunyi dengan sangat nyaring.
Aku tak akan sanggup jika harus menghadapinya.
Jawablah ketika aku memanggil namamu.
Tertawalah ketika aku membuat guyonan lucu.
Tersenyumlah ketika aku baru datang dengan sebucket bunga.
Kamu tahu, aku sangat membenci keheningan.
Tetapi, di sini kamu yang membuat hening, selalu aku yang bersuara.
Sekali saja.
Tolong, kamu jawab bisikkan yang selalu aku ucapkan di telingamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Terpendam✅
PoesíaSemua kata yang ingin diucapkan hanya tertanam dalam hati, yang entah kapan akan diucapkan. Copyright © Juni 2017
