2. Rumah Aresha

1.7K 222 169
                                    

Aku tunggu vote dan comment dari kalian ya!🤗💛

Thankyou💘
Happy reading, guys.🤓


Farrel membaringkan badannya di atas kasurnya menatap langit-langit kamarnya. Dia masih merasa bersalah pada Aresha karena sudah membuatnya kesal tadi. Dia gelisah dengan pikirannya malam ini, masih teringat jelas wajah Aresha ketika perempuan itu marah padanya. Dia ingin mengantarkan hp nya yang tadi ia ambil dari perempuan itu tapi dia takut dibentak habis-habisan lagi sama Aresha.

Akhirnya setelah dia bergulat dengan pikirannya, dia bangkit dari tempat tidurnya merapikan sedikit rambutnya yang terlihat acak-acakan karena tadi dia mengacaknya dengan kesal. Tidak lupa dia memakai parfume andalannya yang wanginya membuat wanita terpikat padanya.

Dia turun dari kamarnya yang berada di atas.

"Ma, Farrel pergi dulu ya!" izin Farrel

"Mau kemana sayang? Hati-hati ya nak!" jawab Mamanya Farrel setengah berteriak karena Farrel sudah berjalan keluar

🔺🔺🔺

Akhirnya Farrel sampai juga di rumah orang yang dari tadi mengusik pikirannya hingga ia merasa tak tenang karena dihantui rasa bersalahnya itu.

Dia memencet bel yang berada di samping pintu terasnya, keluarlah seorang wanita yang kira-kira sudah berumur 40 tahun-an tapi masih memiliki paras yang cantik.

"Siapa ya nak? Cari siapa? Ada apa?" cerocos wanita yang membukakan pintu tadi yang ia yakini itu adalah ibunya Aresha.

"Saya Farrel, tan. Mau cari Aresha, ada tan? Saya mau ini ada perlu sama Aresha masalah tugas kelompok sama tadi hp nya dia ketinggalan sewaktu di sekolah jadi sekalian saya bawain" terang Farrel

Bu Rani —Ibu nya Aresha— mengaanggukkan kepalanya tanda ia mengerti. " Oh ya sudah kamu bisa masuk dulu tunggu di ruang tamu, Bunda panggilin dulu ya Aresha nya."

"ARESHAAAA!!!"

"NAKKK. SAYANGGG, ADA TEMANNYA NIH!!" teriak Bundanya dengan keras.

"Maaf ya nak Farrel ibu tinggal dulu sebentar mau panggil dia ke atas. Dia suka gini emang kalo lagi ga mood gitu nanti di kamar nya ngurung diri gamau makan, sampai dia ngerasa sakit baru turun ambil makan. Tadi abis pulang sekolah juga kan mukanya ga mood gitu, terus langsung masuk kamar." jelas Bunda nya

Iya, memang tadi ketika Aresha sampai di rumah dia langsung masuk ke kamarnya dan mulai menonton film-film drama yang sedang ia gemari dengan laptopnya karena hp nya tidak ada dengannya.

"Oh iya tante, gapapa."

Bunda Aresha berjalan menaiki tangga, lalu sampailah dia di depan pintu kamar putrinya itu.

"Reshaa, Caaa. Ecaaaa, buka pintunya dulu sayang." panggil Bundanya

"Iya bun? Eca kalo laper baru turun, bundaaa. Nanti aja makannya, Eca lagi ga mood. Eca lagi nonton drakor bunn," jawab Aresha cepat.

Eca, nama panggilin dari keluarganya. Biasanya yang memanggilnya dengan sebutan nama itu hanya orang-orang terdekatnya saja seperti keluarganya.

"Bukan, nak. Itu ada teman kamu."

Aresha pun tersentak dan langsung berjalan membuka pintu kamarnya dan terlihatlah bundanya berdiri di sana

"Loh, Bun? Aku sama Avira, Ara gaada janji mau pergi loh, Bun," jawab Aresha

"Perasaan mereka juga ga ada bilang mau main ke rumah." tambah Aresha yang tampak berpikir

"Memang bukan mereka yang kesini, tapi nak ganteng" sahut Bundanya sambil terkekeh kecil

"Hah? Nak ganteng? Siapa Bun? Kalo gitu Eca ke bawah dulu ya Bun" balasnya.

Aresha menuruni tangga dengan cepat untuk menghampiri temannya yang sedang menunggunya. Dia penasaran siapa yang datang ke rumahnya malam-malam begini, sudah jam 9 pula.

Mata Aresha membulat sempurna kaget melihat orang yang sekarang sedang duduk santai di sofanya sambil memainkan layar handphone -nya. Dia malas untuk bertemu dengan lelaki itu lantas dia membalikkan tubuhnya dengan cepat tetapi gerakannya kalah cepat dengan gerakkan tangan yang menyekal nya.

"Lo kenapasih?! Lo mau kemanasih?! Lo tega?! Gue malam-malam gini rela-relain waktu istirahat gue buat kerumah lo mau ngantar hp lo! Sama tadinya gue mau minta maaf sama lo. Tapi ngeliat sikap lo gini sama gue, gue jadi males buat minta maaf sama lo." ucap Farrel dengan nada yang cukup tinggi.

Hati Aresha terasa sakit dibentak seperti itu oleh cowok yang sangat dia benci. Bahkan sampai sekarang ayah dan bundanya saja kalau menasehatinya tidak sampai membentaknya seperti itu. Tetapi lelaki itu berani sekali membentak Aresha.

"Denger ya! Gue ga berharap LO minta maaf sama gue! Dan gue juga ga berharap LO dateng ke sini!" Mata Aresha sudah menampilkan kilat kemarahan

"Dan satu hal lagi yang harus lo tau, GUE GA SUKA DIBENTAK! LO PIKIR LO SIAPA!?!?" tambah Aresha, matanya kali ini sudah dipenuhi bulir-bulir bening yang siap meluncur jika dia tidak menahan emosinya.

Aresha memang tidak suka dibentak, hatinya memang sangat sensitif bahkan jika ada yang berbicara kasar dalam hal bercanda saja itu kadang membuatnya ingin menangis. Hatinya mudah rapuh.

Farrel yang melihat itu merasa sesak di dadanya, dia merasa sangat bersalah telah melakukan itu. Seharusnya dia lebih menahan emosinya tadi, tapi apadaya emosinya memang sudah tidak bisa ditahan mengingat kelakuan Aresha yang selalu ketus padanya.

"Ar, maksud gue bukan gitu—"

"Pergi, Rel." potong Aresha dengan tegas dengan terisak karna tangisan kecilnya.

"Maaf."

Setelah mengucapkan itu Farrel pergi meninggalkan rumah Aresha.

___________________________

Vote dan comment ya❤️

Sincerity of AreshaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang