WHAT NOW (ENDING)

7.3K 633 34
                                        

1st Story Sequel

❇ What Now ❇

All Jimin Pov

Goresanmu

Sudah hampir seribu kali kumembaca goresanmu yang kutahu penuh luka didalamnya. Perlukah kubertanya seberapa banyak aku menghancurkan hatimu secara berkeping-keping?

Kurasa tidak perlu. Karena aku sendiri sadar hatimu yang hancur itu tidak akan pernah bisa sembuh walaupun aku mempertanyakannya.

Min Yoongi

Hanya kau satu-satunya namja yang mampu mencuri hatiku. Disaat itu, saat kau tengah terpuruk oleh kisah cintamu yang hancur bersama pria itu. Kerapuhanmu, keringkihanmu terlihat sangat cantik dimataku. Katakanlah aku brengsek, tapi aku bahagia melihat kau disakiti oleh pria itu. Karena dengan tersakitinya kau, aku bisa memilikimu. Memiliki jiwa dan ragamu.

Walaupun untuk sekarang aku mempertanyakan diriku sendiri. Dimana aku yang mencintaimu? Mengapa aku mencintaimu walau akhirnya aku sama saja dengan priamu terdahulu. Aku bahagia melihatmu terpuruk oleh pria lain, tapi aku tak senang melihatmu terpuruk olehku. Seegois inikah aku? Apakah aku berhak memperlakukamu seperti ini?

Undangan ini

Kurasa aku berhak mendapatkannya. Aku berhak menerima karma ini. Aku berharap kau juga merasa bahagia melihatku terpuruk seperti ini, karena itu akan sedikit mengurangi rasa bersalahku. Kau pantas bahagia, kau tak pantas disisiku yang bahkan tak bisa membedakan yang mana cinta dan yang mana obsesi.

Kau harus bahagia Min Yoongi. Aku selalu berdoa untuk kebahagianmu. Aku tahu pria yang kau nikahi pasti pria yang tepat untukmu. Semoga dia bisa menjagamu. Menjaga hatimu yang seperti malaikat itu. Hati yang selalu sabar menghadapi kebejatanku. Hati yang selalu setia menahan tangis didepanku agar aku tetap mencintaimu.

Dipikir-pikir lagi. Aku memang sungguh sangat brengsek.

Aku perlahan bangun dari tidurku yang entah berapa lama aku terbaring diatas kasur kamarku yang kini sepi tanpa ada kau didalamnya.

Aku mengambil jaketku dan mengambil kunci mobilku tanpa peduli dengan penampilanku. Mata yang bengkak karena terlalu banyak menangis, bibir yang kering karena dehidrasi, dan wajah pucat karena menahan sakit kepala yang mendera. Hanya satu tujuanku sekarang.

Jeon Jungkook

Aku melajukan mobilku serampangan tanpa peduli orang-orang yang terganggu dengan cara mengemudiku yang ugal-ugalan karena sungguh, aku kehilangan akalku saat ini.

Saat sampai di apartemennya, aku membuka pintu yang sudah sangat kuhafal kode kuncinya karena aku memang sering berkunjung kesini saat pulang kantor. Aku mengatakan pada Yoongi bahwa aku lembur, padahal aku pergi ke apartemen ini untuk memuaskan hasratku.

Sekali lagi, aku memang brengsek

Kupandangi ruangan yang sepi itu, hanya lampu hias diruang tengah yang hidup sehingga membuat apartemen itu sedikit temaram.

Dimana dia? Apa ia sedang keluar? Sebaiknya aku menunggunya sebentar.

Sebelum aku mendudukan bokongku dikursi ruang tengah itu, telingaku menangkap suara sesuatu. Suara yang sangat kuhafal. Suara seorang

Jeon Jungkook

Aku pun pergi menuju asal suara itu yang sepertinya berasal dari kamarnya. Perlahan aku membuka pintu berbahan kayu itu, mataku melebar saat menyaksikan 2 adam tengah bergumul mesra diatas kasur yang biasanya kutiduri itu.

What Now? || MINYOONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang