5th Story Sequel
DEAD LEAVES
ENDING CHAPTER
JANGAN LUPA VOTE SEBELUM MEMBACA YAA
SELAMAT MENIKMATI
❇ DEAD LEAVES ❇
It's breaking, I can see the thing called the end
The dead leaves that are becoming shriveled
The silence inside your aloof heart
Please don't fall
Please don't fall, the dead leaf that's becoming crumbs
"Sudah berapa lama ia tidak keluar hyung?""Sejak kepergian Jimin ke Jepang"
"Itu berarti 3 hari yang lalu?"
Aku melihat Seokjin hyung mengangguk lalu kembali ke dapur untuk menyelesaikan tugasnya setelah mengatakan beberapa kata kepadaku.
"Tolong bujuk dia. Ia membutuhkanmu"
Aku menatap pintu kaca berlapis tebal bertuliskan Genius Lab itu. Tirai didalamnya semakin tak bisa membuatku melihat keadaan didalam sana, bagaimana keadaan hyung putih kesayanganku? Apa ia baik-baik saja?
Aku menggenggam jemariku erat. Lagi-lagi seperti ini. Lagi-lagi ia menyiksa dirinya lagi. Selalu seperti ini. Sejak menyukai namja itu, menyiksa diri sendiri merupakan hobi dari seorang Min Yoongi.
Ya, aku tahu. Aku tahu semuanya. Kalian kira hanya Seokjin yang tahu?
Sejak awal ia mempunyai rasa pada namja tak peka itu, aku sudah tahu. Kenapa? Karena aku selalu memperhatikannya. Bukankah sudah sewajarnya seseorang mengetahui hal sekecil apapun dari orang yang disukainya?
Lagipula aku bersumpah, seorang Min Yoongi tak pernah bisa dengan baik menutupi perasaannya. Dibalik wajah dinginnya, masih tersirat luka disana. Puncaknya saat ia menangis karena mendengar pengumuman dari Jimin 3 bulan lalu. Aku semakin sadar kalau ia menyukai sosok seorang Park Jimin.
Tok tok tok
"Hyung...buka pintunya"
Tidak ada jawaban
"Hyung...aku mohon buka pintunya"
Masih tidak ada jawaban
"Hyung! Buka pintunya atau aku akan mendobrak pintumu!"
Tak lama perlahan pintu itu terbuka, menampilkan seorang namja yang aku selalu kagumi itu menatapku sendu dengan maniknya yang bengkak, rambutnya yang berantakan, bibir yang semula bak kelopak bunga mawar itu berubah pucat serta kering. Aku meringis menatapnya, sebegitu dalamnya kah kau mencintainya hyung?
"Hosiki....kau sudah pulang?"
Aku tersenyum, lalu mengangguk pelan.
"Ya hyung..boleh aku masuk?"
Kulihat ia mengangguk, lalu membuka pintu itu lebar memberiku akses masuk kedalam studio kebanggaannya itu. Akupun mengikutinya duduk disofa hitam miliknya, kembali menelisik tubuhnya yang bisa kulihat semakin kurus itu.
"Hyung...kau baik-baik saja?"
Ia menoleh padaku dengan senyumannya. Aku tahu, ia tak ingin aku merasa khawatir padanya. Padahal aku tahu ia tengah hancur saat ini. Brengsek!
"Aku baik-baik saja. Bagaimana liburanmu?"
"Begitulah hyung. Menyenangkan seperti biasa"
"Begitukah? Syukurlah" ucapnya lalu kembali menunduk. Terdiam dengan semua pikirannya yang hanya dia sendiri yang tahu apa isi didalamnya. Aku meraih tangannya, mengusapnya pelan yang membuat ia sedikit kaget akan perlakuanku.

KAMU SEDANG MEMBACA
What Now? || MINYOON
RomanceMinyoon Hurt Story - Oneshoot SEQUEL/ENDING 👉 PRIVATE 🙏 Rated : 18+